Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final
  • PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah
  • Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes
  • Menaker Yassierli Gandeng Industri KEK Mandalika Masuk MagangHub, Siapkan Kuota 150 Ribu Peserta untuk Genjot Vokasi
  • Jakarta Kreatif Festival 2026 Dibuka, Pramono Anung Targetkan Jakarta Tembus Jajaran 50 Kota Global pada 2030
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Kesehatan»Tak hanya di Tempat Dingin, Sindrom Raynaud juga bisa Terjadi di Indonesia

Tak hanya di Tempat Dingin, Sindrom Raynaud juga bisa Terjadi di Indonesia

Kesehatan Retno Wulandari5 Juni 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi jari-jari tangan (foto: Rabia Hanım, pexels)
Ilustrasi jari-jari tangan (foto: Rabia Hanım, pexels)

Jakarta (pilar.id) – Sindrom Raynaud adalah kondisi medis yang menyebabkan pembuluh darah di ekstremitas, seperti jari-jari tangan dan kaki, menyempit atau menyusut secara tiba-tiba.

Hal ini terjadi karena gangguan dalam mekanisme regulasi pembuluh darah di area tersebut. Akibatnya, aliran darah ke area tersebut berkurang, menyebabkan jari-jari tangan dan kaki menjadi dingin, pucat, dan mati rasa.

Sindrom Raynaud biasanya dipicu oleh paparan suhu dingin atau stres emosional. Saat terjadi serangan sindrom Raynaud, pembuluh darah di jari-jari tangan dan kaki mengecil, sehingga menyebabkan pasokan darah yang terbatas ke area tersebut. Setelah serangan berlangsung, pembuluh darah secara bertahap akan kembali normal dan aliran darah akan pulih.

Gejala umum dari sindrom Raynaud meliputi perubahan warna kulit menjadi pucat atau kebiruan, sensasi dingin, mati rasa, kesemutan, dan rasa sakit. Serangan sindrom Raynaud dapat berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam, dan dapat terjadi secara berkala.

Meskipun penyebab pasti sindrom Raynaud belum diketahui, beberapa faktor risiko yang dapat mempengaruhi kemungkinan seseorang mengalami kondisi ini termasuk paparan suhu dingin, stres, merokok, riwayat keluarga dengan sindrom Raynaud, dan kondisi medis lainnya seperti lupus atau skleroderma.

Terjadi di Indonesia

Meskipun gejala ini sering kali dikaitkan dengan iklim yang dingin, sindrom Raynaud dapat terjadi pada siapa pun, termasuk di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia. Meskipun paparan suhu dingin menjadi salah satu pemicu yang umum, faktor lain seperti stres emosional, merokok, atau kondisi medis lainnya juga dapat memicu serangan sindrom Raynaud.

Di Indonesia, meskipun suhu umumnya lebih hangat, masih ada beberapa wilayah yang memiliki suhu lebih rendah atau kondisi tertentu yang dapat memicu terjadinya serangan sindrom Raynaud.

Selain itu, banyak faktor lain seperti faktor genetik, gaya hidup, dan faktor lingkungan juga dapat berkontribusi terhadap kemungkinan seseorang mengalami sindrom Raynaud, terlepas dari iklim tempat tinggal mereka.

Dokter Prancis

Sindrom Raynaud dinamai berdasarkan nama seorang dokter Prancis bernama Maurice Raynaud yang pertama kali menggambarkan kondisi ini pada tahun 1862. Dokter Raynaud melakukan penelitian dan mengamati gejala yang dialami oleh beberapa pasien, termasuk perubahan warna kulit pada jari-jari tangan dan kaki mereka saat terpapar suhu dingin atau stres.

Dalam penelitiannya, Dokter Raynaud mengidentifikasi dan menggambarkan tiga fase khas yang terjadi selama serangan sindrom ini. Fase pertama adalah vasokonstriksi, di mana pembuluh darah menyempit dan mengurangi aliran darah ke jari-jari tangan dan kaki.

Fase kedua adalah vasodilatasi, di mana pembuluh darah melebar secara tiba-tiba dan menyebabkan aliran darah yang cepat kembali ke jaringan, sering disertai dengan sensasi terbakar atau nyeri. Fase ketiga adalah pemulihan, di mana sirkulasi normal pulih dan warna kulit kembali normal.

Sejak penemuan ini, kondisi ini kemudian dikenal sebagai sindrom Raynaud atau fenomena Raynaud sebagai penghormatan kepada dokter yang pertama kali menggambarkannya secara rinci.

Nama ini tetap digunakan hingga sekarang untuk menggambarkan kondisi di mana pembuluh darah terpengaruh oleh suhu dingin atau faktor pencetus lainnya, menyebabkan perubahan warna kulit dan sensasi tidak nyaman pada jari-jari tangan dan kaki.

Tidak Mematikan

Sindrom Raynaud umumnya tidak berbahaya dan tidak mengancam jiwa. Namun, kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang.

Selama serangan sindrom Raynaud, perubahan warna kulit pada jari-jari tangan dan kaki dapat disertai dengan sensasi terbakar, mati rasa, kesemutan, atau nyeri. Serangan yang berulang atau berkepanjangan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan ketidaknyamanan fisik.

Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, terutama pada kasus sindrom Raynaud yang parah atau terkait dengan penyakit tertentu, dapat terjadi komplikasi yang lebih serius.

Misalnya, jika aliran darah ke jaringan terhambat secara signifikan selama serangan, dapat terjadi luka atau jaringan kulit yang rusak. Dalam beberapa kasus yang jarang, sindrom Raynaud dapat terkait dengan penyakit autoimun seperti lupus atau skleroderma, yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.

Jika Anda mengalami gejala sindrom Raynaud yang signifikan atau mengganggu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi dan manajemen kondisi Anda. Dokter dapat membantu dalam mengidentifikasi penyebab yang mendasari dan merencanakan strategi perawatan yang sesuai untuk mengelola gejala dan mengurangi serangan. (ret/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
pembuluh darah
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
(foto: Dok BNI)

HUT Ke-80 BNI: Usung Tema Swadharma Bhakti Nagara, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Transformasi Digital

4 Juli 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kemenperin Investigasi Ledakan Pabrik Herbal PT Raw Botanical Nusantara di Semarang

3 Juli 2026
Danantara default

BUMN Ekosistem Danantara Indonesia Rampungkan Laporan Keuangan 2025: Kinerja Laba Melonjak Tajam

3 Juli 2026
Berita Lainnya
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final

5 Juli 2026
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Proses pembangunan bozem di Tanjungsari, Surabaya

Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes

4 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.