Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Ada Sejak Pertengahan Abad 16, Hasil Memodifikasi dan Menciptakan Sesuatu yang Baru Bernama, Rendang

Ada Sejak Pertengahan Abad 16, Hasil Memodifikasi dan Menciptakan Sesuatu yang Baru Bernama, Rendang

Peristiwa Dina Prihatini28 Juli 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi melepas ekspor bumbu rendang ke Jerman. (Foto : Antara)

Padang (pilar.id) – Rendang merupakan kuliner khas Minangkabau berbahan dasar daging dengan beragam rempah yang dimasak dalam waktu 4-6 jam menggunakan api kecil.

Rendang, barangkali makanan itu yang ada di benak banyak orang bila ditanyakan mengenai kuliner yang paling dikenal dari Ranah Minang.

Saking terkenalnya hidangan dari Provinsi Sumatera Barat tersebut, rendang pernah menjadi peringkat pertama daftar 50 Hidangan Terlezat Dunia versi CNN International pada tahun 2011.

Kuliner rendang, menurut sejarawan Unand Prof. Dr Gusti Asnan telah ada sejak pertengahan abad 16 itu. Rendang juga telah ditetapkan sebagai satu dari lima hidangan nasional Indonesia pada 2018.

Hadirnya masakan rendang itu diyakini berkaitan dengan budaya merantau yang telah menjadi kultur orang Minang. Rendang yang dimasak hingga hitam dan tanpa kuah bisa tahan berbulan-bulan tanpa pengawet atau penyimpanan khusus hingga cocok menjadi bekal merantau.

Rendang menurut Bundo Kanduang Sumbar, Prof. Dr. Ir. Raudha Thaib, M.P juga tidak ujug-ujug ada. Kehadirannya dipengaruhi oleh budaya kuliner masyarakat India yang datang mencari rempah ke Ranah Minang. Karena itulah ada kemiripan antara rendang dengan kari.

Leluhur masyarakat Minang mempelajarinya, memodifikasi dan menciptakan sesuatu yang baru bernama rendang.

Dengan aromanya yang wangi menggugah selera selaras dengan rasa kenikmatannya yang tidak akan pernah terlupakan, tidak heran bila ada pelancong yang berdatangan ke Ranah Minang guna mencari kuliner khas ini.

Soal rasa rendang itu, menurut Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi berbeda tergantung ragam bumbu yang digunakan dan tempat pembuatannya. Rasa rendang yang dibuat orang Padang akan berbeda dengan rendang yang dibuat oleh orang Payakumbuh, Tanah Datar atau Solok.

Secara garis besar, garis pemisahnya adalah pesisir dan darek (darat). Pesisir adalah daerah yang berada di pesisir pantai, sementara darek adalah daerah yang berada di dataran tinggi Minang.

Perbedaan bumbu

Konon perbedaan itu terjadi karena ada perbedaan bumbu atau takaran bumbu yang digunakan. Bumbu utama tetap sama, tetapi ada perbedaan di penggunaan bumbu pelengkap sehingga ada perbedaan cita rasa, meski secara umum tetap menyuguhkan kelezatan khas rendang.

Maka tidak heran bila rasa rendang yang dibuat di luar Ranah Minang juga berbeda. Banyak Rumah Makan Padang yang tersebar di penjuru dunia namun rasa masakan rendangnya tidak lagi sama dengan citarasa aslinya, bahkan ada yang rasanya jauh melenceng dari rasa Rendang Minang.

Mahyeldi menduga hal itu disebabkan perbedaan asal rempah yang digunakan. Meskipun jenis rempahnya relatif sama, namun karena tidak berasal dari Ranah Minang, maka keotentikan rasanya menjadi berkurang, bahkan hilang.

Beberapa pemilik Rumah Makan Padang di perantauan sebenarnya sudah mengetahui “rahasia” itu. Karena itu, banyak yang mencari bumbu dan rempah rendang dari Ranah Minang dalam jumlah banyak untuk stok di tempat usaha mereka di perantauan, semata untuk keotentikan rasa.

Baca Juga  Resep Rendang Daging Sapi Menu Lebaran, Urutan dan Lama Waktu Memasak

Perwakilan Diaspora Minang di Hamburg, Jerman, Budi Indra mengamini hal itu. Menurutnya cukup banyak perantau Minang yang ada di Jerman. Hampir semua bisa memasak rendang. Namun saat dicoba memasak menggunakan bumbu dan rempah yang tersedia di sana, rasanya jauh berbeda dengan Rendang Minang.

Karena itu, merasakan nikmatnya rendang di perantauan bagi keturunan Minang, apalagi yang merantau hingga jauh di benua yang berbeda menjadi sebuah kemewahan tersendiri.

Ekspor produk rendang kemasan yang awalnya diharapkan bisa menjadi solusi ternyata terbentur regulasi negara tujuan. Banyak negara di Eropa, salah satunya Jerman, tidak membolehkan produk daging dan turunan dari luar negara untuk dijual di negara itu.

Regulasi itu mementahkan harapan untuk bisa mengekspor rendang secara luas. Namun, Budi Indra dan beberapa sepuh warga Indonesia di Jerman tidak patah arang. Mereka membaca kendala itu sebagai sebuah tantangan yang harus dicarikan solusinya.

Mereka berpikir, kalau produk daging tidak boleh masuk dan dijual di Jerman, bagaimana kalau hanya bumbunya saja yang dibawa masuk sehingga tidak melanggar regulasi? Nanti biar masyarakat Indonesia di Jerman yang membuat rendang sendiri.

Titik nol

Kendalanya, ekspor bumbu rendang belum pernah dilakukan sebelumnya, serta produk itu juga belum banyak dibuat di Ranah Minang, sehingga ekspor bumbu rendang itu, adalah solusi yang maha berat karena harus benar-benar dimulai dari titik nol.

Harus dicari pihak yang bersedia untuk bereksperimen membuat bumbu rendang dalam kemasan yang baik. Pihak itu juga harus bersedia untuk mengurus semua persyaratan regulasi produk sesuai aturan hukum di Indonesia agar bisa dikirimkan ke Jerman.

Perlu banyak usaha dan pengorbanan untuk semua itu, apalagi yang mendasarinya baru berupa komitmen perantau Minang di Jerman untuk membantu pemasaran sehingga belum ada pasar besar yang benar-benar jelas.

Budi memahami benar beratnya tantangan yang harus dilewati. Apalagi ia tidak mengenal pengusaha rendang yang ada di Sumbar yang bisa dibawa untuk bekerja sama.

“Saya coba menghubungi sahabat di Padang. Mencoba menjajaki kemungkinan. Saya jelaskan bahwa ini akan butuh perjuangan panjang. Di luar perkiraan ternyata sahabat di Padang, Hendri Agung Indrianto yang saat itu menjabat sebagai salah seorang Kepala Bidang di Dinas Pariwisata Sumbar menyambut dengan semangat yang tidak kalah menggebu,” tutur Budi.

Dalam beberapa diskusi Agung menyarankan untuk bekerja sama dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bukan dengan pengusaha rendang yang telah mapan dalam hal penjualan. Agung kemudian berpeluh-peluh mencarikan UMKM yang mau sama-sama berjuang dari nol.

Baca Juga  5 Menu Kuliner Nusantara paling Favorit versi Media Asing, Coba untuk Masakan Lebaran Yuk!

Ternyata mencari orang yang mau menjalankan konsep itu dari nol bukan perkara mudah. Hitung-hitungan bisnis yang belum pasti membuat banyak pihak yang angkat tangan.

Semangat UMKM

Tapi Tuhan memang Maha Adil dan tidak menyia-nyiakan umat-Nya yang mau berusaha. Agung akhirnya menemukan UMKM yang memiliki semangat yang luar biasa untuk maju dalam hal itu, yaitu UMKM Dapur Mutiara yang ada di Kota Payakumbuh.

Pemiliknya Febrianti Takarina bersemangat untuk melakukan eksperimen membuat produk bumbu kemasan yang diharapkan bisa menjadi peneroka jalan untuk rendang bisa lebih dikenal di Eropa.

Maka dimulailah eksperimen yang membutuhkan waktu hingga satu tahun guna mendapatkan produk yang diinginkan. Kesulitan utama dari eksperimen itu adalah menyesuaikan rasa dengan “lidah” orang Eropa.

Berkali-kali bumbu hasil eksperimen itu dikirimkan ke Jerman, namun hasilnya belum menggembirakan karena bumbunya dinilai terlalu pedas bagi lidah orang Jerman.

Setelah melakukan pengiriman berkali-kali, akhirnya, bumbu yang dinilai cocok bagi orang Jerman adalah bumbu rendang tanpa cabai. Namun karena khawatir keotentikan rasa menjadi hilang, maka dibuatlah tiga varian bumbu berdasarkan tingkat kepedasan (tidak pedas, agak pedas dan pedas).

Satu ton bumbu rendang itu akhirnya dikirimkan secara resmi ke Jerman pada Rabu (27/7/2022). Dilepas langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

Dukungan pemerintah

Pengiriman satu ton bumbu rendang ke Jerman itu menurut Gubernur Sumbar adalah pintu awal memperkenalkan rendang ke Eropa. Sebelumnya memang ada pengiriman rendang tetapi sifatnya pribadi dan bukan bisnis.

Maka jalan yang dirintis Dapur Mutiara bersama perantau Minang di Hamburg, Jerman itu sangat penting artinya untuk mengembangkan industri rendang di Sumbar dan memperkenalkan budaya Minang ke seluruh dunia.

Apresiasi itu ia tunjukkan dengan mengganti semua biaya pengiriman produk ke Jerman yang mencapai Rp50 juta dan menjanjikan bantuan dana bagi produk UMKM lain asal Sumbar yang bisa menembus pasar ekspor.

Ditambahkannya nilai Rp50 juta itu kecil jika dibandingkan dengan efek domino yang bisa diciptakan jika usaha itu berhasil. Akan banyak muncul usaha baru untuk mendukung ketersediaan stok.

Ia mencontohkan, bumbu rendang kaya akan rempah sehingga akan menghidupkan kembali perkebunan rempah. Belum lagi usaha lain seperti pabrik pengolahan santan yang juga dibutuhkan untuk membuat rendang.

“Nanti, kalau bumbunya dari Minang, dagingnya juga dari peternakan orang Minang di luar negeri dan yang memasak rendangnya orang Minang pula, maka sah lah rendang itu disebut Rendang Minang,” tutupnya. (din/Antara)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
kuliner khas Minangkabau Provinsi Sumatera Barat Rendang sejarawan Unand Prof. Dr Gusti Asnan

Berita Lainnya

Resep Rendang Daging Sapi Menu Lebaran, Urutan dan Lama Waktu Memasak

21 April 2023

5 Menu Kuliner Nusantara paling Favorit versi Media Asing, Coba untuk Masakan Lebaran Yuk!

21 April 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.