Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Agar Tak Tanam Ganja Lagi, Universitas Syiah Kuala Ajak Petani Aceh Menanam Nilam

Agar Tak Tanam Ganja Lagi, Universitas Syiah Kuala Ajak Petani Aceh Menanam Nilam

Peristiwa M. Fathur Rohman22 Maret 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi - Tim ARC dan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh panen nilam bersama petani di Aceh Besar, Minggu (20/3/2022). (Foto: Antara)

Banda Aceh (pilar.id) – Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu tanaman yang peling terkenal berasal dari Aceh adalah ganja. Hal ini tidak lepas dari kondisi alam dan tanah di Provinsi Aceh yang mudah untuk ditanami bahkan ditumbuhi oleh tanaman ganja.

Demi mengalihkan potensi pertanian yang ada di Aceh ke produk pertanian selain ganja, Atsiri Research Center (ARC) bersama Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh menyemangati para petani Lamteuba, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar menanam komoditas nilam dengan membuat tanaman percontohan.

“Dulu di sana banyak yang menanam ganja, ini salah satu upaya kita mengalihkan perhatian masyarakat bahwa ada komoditi nilam, apalagi ganja satu karakter dengan nilam ini,” kata Ketua Divisi Riset dan Pengembangan ARC USK Prof Rina Sriwati di Banda Aceh, Senin (21/3/2022).

Sebagai langkah awal, pihaknya melalui program Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) USK telah membuat percontonan tanaman nilam seluas 250 meter persegi di wilayah tersebut, untuk diperlihatkan pada petani setempat.

Pada percontohan tersebut, katanya, mereka menanam nilam dengan membuat perbandingan antara hasil penggunaan teknologi dan tidak menggunakannya. “Kita juga memberikan materi penyuluhan kepada petani tentang teknik pemanenan dan penanganan pascapanen nilam yang baik dan benar,” ujarnya.

Pihaknya bersama mahasiswa Fakultas Pertanian dan Pascasarjana Program Doktoral USK juga melakukan riset di area kebun tersebut guna melihat respons tanaman nilam terhadap aplikasi jamur antagonis, yaitu dalam bentuk pellet trichoderma, zat perangsang tumbuh, bakteri endofit Bt, serta kontrol.

Baca Juga  Erick Thohir Bagikan Kartu Tani Digital ke 439.109 Petani di Aceh

Rina menyebutkan hasil tanam nilam yang menggunakan input teknologi lebih baik ketimbang tidak memakainya, di mana bisa mendapatkan berat terna (berat basah tanaman) hingga 4,5 kilogram.

Untuk penanaman yang tidak memakai teknologi hanya menghasilkan dua kilogram per tanamannya. Meski demikian, hal itu masih sesuai dengan rata-rata maksimal nasional yang juga dua kilogram.

“Kalau kita lihat secara kasat mata memang nampak perbedaan yang diberikan teknologi dan yang tidak diberikan teknologi,” kata Kepala Prodi Program Doktor Ilmu Pertanian (DIP) Pascasarjana USK itu.

Ia menuturkan sejauh ini petani setempat masih mengeluh karena tidak tersedia ketel penyulingan, sehingga memengaruhi minat petani membudidayakan nilam.

Selain itu, petani nilam Lamteuba juga masih kekurangan modal untuk berusaha tani sehingga dibutuhkan investor yang mau membantu pengembangan nilam di daerah itu.

“Harapan petani ada dua, satu ada ketel di sana, karena sekarang masih pakai drum dan adanya investor yang mau menanam modal,” ujarnya.

Rina menjelaskan percontohan penanaman nilam dilakukan karena wilayah Seulimeum dahulu pernah jaya dengan budi daya tanaman tersebut. Namun, selama ini petani tidak mau menanam lagi karena terkait dengan masalah jaminan harga.

“Tanahnya juga sangat cocok dan sesuai, karenanya kita membangkitkan semangat petani menanam nilam, membangkitkan kejayaan nilam dan bergeser dari ganja,” katanya.

Pihaknya juga menyampaikan kepada petani bahwa ARC USK memiliki koperasi yang bisa menampung semua minyak nilam dihasilkan petani guna membuat parfum serta produk turunan lainnya.

Baca Juga  Erick Thohir Bagikan Kartu Tani Digital ke 439.109 Petani di Aceh

“Petani juga bisa memanfaatkan fasilitas ketel dan peralatan yang ada di ARC USK untuk membantu proses penyulingan,” demikian Prof Rina. (fat/antara)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
petani di Aceh Tanaman ganja tanaman nilam

Berita Lainnya

Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.