Banjarbaru (pilar.id) – Sebagai negara dengan jumlah umat muslim mayoritas, Indoneisa merupakan salah satu negara yang paling banyak mengirimkan jamaah umrah dan haji ke Arab Saudi. Bahkan, sebelum Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuka kembali ibadah Haji untuk pendatang luar negeri.
Lebih dahulu para jamaah umrah sudah berkali-kali berangkat ke tanah suci. Namun, di masa pandmi ini, tidak semua bandara di Indonesia diperkenankan untuk memberikan layanan pemberangkatan umrah dan haji.
Oleh karena itu, Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terus berupaya agar pihaknya bisa diberi kewenangan untuk memberangkatkan jamaah umrah ke tanah suci.
Hal ini mereka lakukan dengan terus berupaya mempercepat realisasi penerbangan umrah melalui optimalisasi layanan keimigrasian.
“Kesiapan bandara dalam melayani penerbangan umrah sudah 100 persen, sinergitas antara manajemen Angkasa Pura I dan Kanwil Kemenkumham Kalsel untuk meningkatkan pelayanan Keimigrasian terus dikuatkan,” kata General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin Dony Subardono di Banjarbaru, Jumat (15/4/2022).
Ia mengatakan ada 35 ribu orang dalam daftar tunggu untuk penerbangan umrah dari Kalimantan Selatan. Untuk itulah manajemen Angkasa Pura I turut berharap para calon jamaah umrah bisa secepatnya berangkat ke Tanah Suci Makkah.
Dony pun memastikan layanan keimigrasian di bandara melalui Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Kalsel dan Kantor Imigrasi Banjarmasin sudah menyiapkan sumber daya manusia dan prasarana yang dibutuhkan pada area kedatangan dan keberangkatan bagi penumpang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
“Ada dua konter pemeriksaan keimigrasian di keberangkatan dan empat konter di kedatangan, termasuk satu ruangan pelayanan visa on arrival,” jelasnya.
Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalimantan Selatan Lilik Sujandi mengakui tingginya animo keberangkatan umrah menjadi atensi bagi pihaknya agar pelayanan keimigrasian bisa maksimal di bandara.
Dia menyatakan secara kesiapan dalam hal keimigrasian pada prinsipnya sudah siap dan bahkan pihaknya telah melakukan simulasi layanan.
“Kita terus lakukan persiapan bersama para stakeholder lainnya, sehingga penerbangan internasional di Bandara Syamsudin Noor dapat segera kita realisasikan,” katanya. (fat/antara)





