Banda Aceh (pilar.id) – Pada 19 hingga21 Maret 2022 mendatang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh (Disbudpar) Aceh akan menggelar Pekan Budaya dan Tradisi Barat Selatan (Barsela). Sebuah pagelaran dimana setiap daerah di Provinsi Aceh, akan diberikan kesempatan menampilkan budaya daerahnya masing-masing.
Sehingga, budaya daerah yang ada di Aceh akan tetap dikenali dan bisa dilestarikan. Kegiatan Pekan Budaya Barsela ini sendiri, akan dilaksanakan di Lapangan Sada Kata, Kota Subulussalam.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan potensi ekonomi lokal dan menarik minat investor,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin di Banda Aceh, Selasa (15/3/2022).
Ia menjelaskan Barsela Aceh memiliki potensi dari sektor budaya, tradisi, maupun pariwisata. “Kegiatan ini juga bagian membangkitkan minat dan perhatian para pemuda terhadap seni dan budaya asal,” katanya.
Kegiatan tersebut akan diikuti Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Simeulue, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, Kota Subulussalam, dan Aceh Singkil.
“Mereka bakal menyajikan tradisi dan budayanya masing-masing di kawasan berjuluk Kota Syekh Hamzah Fansuri tersebut,” katanya.
Jamaluddin berharap lewat kegiatan budaya dan tradisi lokal tersebut dapat terus digaungkan dan dilestarikan masyarakat daerah barat selatan Aceh.
“Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama menjaga dan melestarikan seni budaya dan tradisi Aceh. Budaya dan adat harus dijaga karena merupakan kekhasan suatu daerah. Semoga dalam kegiatan ini bisa terjalin silaturahmi, menambah kecintaan terhadap budaya dan tradisi, serta dapat menyalurkan bakat dan motivasi,” katanya.
Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh, Evi Mayasari menambahkan, rangkaian acara ini terdiri dari penampilan budaya dan tradisi, pameran kriya dan kuliner unggulan 8 kabupaten/kota, pentas seni, serta kenduri kuah beulangong.
“Acara ini turut melibatkan Dekranasda dari masing kabupaten/kota dan juga generasi milenial. Nanti ada juga pemberian penghargaan kepada tokoh seni dan budaya Subulussalam, serta apresiasi kepada stan pameran dan pentas seni terbaik,” katanya.
Ia menambahkan pekan budaya dan tradisi tersebut, juga sebagai ajang pemanasan untuk kegiatan akbar Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) pada tahun depan.
“Acara ini sekaligus jadi ajang pemanasan PKA tahun 2023 di Banda Aceh, yang direncanakan digelar bulan Agustus tahun depan,” katanya.
Pekan Budaya dan Tradisi Barsela 2022 akan menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Acara tersebut juga akan disiarkan secara langsung melalui akun Youtube Disbudpar Aceh. (fat/antara)

