Surabaya (pilar.id) – Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menyatakan optimisme terhadap kemampuan Bank Jatim dalam mengembangkan unit usaha syariah. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT. Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk di Surabaya, Kamis (26/9/2024).
Adhy menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Timur semakin pesat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan II 2024 mencapai 4,98% (year-on-year), tertinggi di Pulau Jawa. Salah satu pendorongnya adalah investasi yang meningkat sebesar 14,9%, termasuk kontribusi sektor perbankan seperti Bank Jatim.
RUPSLB kali ini membahas tiga mata acara penting, yaitu perubahan anggaran dasar, persetujuan aksi korporasi, dan perubahan susunan pengurus perseroan. Perubahan anggaran dasar dilakukan untuk mematuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 12 Tahun 2023 tentang Unit Usaha Syariah, yang mendukung pengembangan bisnis syariah Bank Jatim.
“Bank Jatim terus memperkuat tata kelola syariah dalam operasional dan kelembagaan agar dapat memperkuat unit bisnis syariah,” ujar Adhy. Selain itu, Bank Jatim juga menyetujui aksi korporasi dengan rencana pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan Bank Banten. Kerja sama ini diharapkan mampu memperluas skala bisnis dan meningkatkan stabilitas sistem keuangan.
“Pembentukan KUB ini akan berkontribusi besar pada pembangunan ekonomi nasional dan mendukung visi Bank Jatim menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbaik di Indonesia,” tambahnya.
Selain pengembangan unit syariah, Bank Jatim juga melakukan penyertaan modal sebesar Rp 10 miliar kepada Bank Banten sebagai bagian dari pembentukan KUB. Langkah ini merupakan bagian dari strategi transformasi Bank Jatim untuk memperkuat posisinya di pasar keuangan nasional.
Adhy juga menyoroti pencapaian kinerja Bank Jatim pada Triwulan I 2024, di mana total aset mencapai Rp 100,8 triliun, menjadikannya bank daerah dengan aset terbesar kedua di Indonesia setelah Bank BJB. Laba bersih Bank Jatim juga meningkat 1,5% menjadi Rp 310 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dalam rapat ini, juga disetujui pengangkatan Dadang Setiabudi sebagai Komisaris Independen untuk mengisi jabatan yang kosong. RUPSLB dipimpin oleh Muhammad Mas’ud sebagai Komisaris Independen, dengan pemungutan suara yang menghasilkan persetujuan dari seluruh pemegang saham.
Bank Jatim terus melakukan reformasi manajemen dan meningkatkan digitalisasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya, serta berkomitmen mendorong kemajuan ekonomi Jawa Timur. (hdl)










