Riyadh (pilar.id) – Masa depan Darwin Nunez di Saudi Pro League bersama Al-Hilal bisa saja menghadapi ketidakpastian, meski sang striker Uruguay baru saja memulai kiprah dengan cukup menjanjikan.
Mantan penyerang Liverpool itu resmi bergabung ke Al-Hilal bulan lalu dengan nilai transfer lebih dari USD 62 juta.
Ia langsung menunjukkan adaptasi cepat dengan mencetak gol di tiga laga pramusim berturut-turut. Bahkan, Nunez sempat menjebol gawang Al-Riyadh dalam kemenangan 2-0, meski gol tersebut dianulir VAR.
Namun, prospek cerahnya berpotensi terganggu akibat kebijakan baru pemerintah Arab Saudi yang berencana memangkas belanja besar-besaran di sepak bola.
Pemerintah Kurangi Subsidi Klub Besar
Menurut laporan media Brasil O Globo, pemerintah Saudi akan mengurangi ketergantungan klub pada dana publik dengan melepas empat klub terbesar – Al-Nassr, Al-Hilal, Al-Ittihad, dan Al-Ahli – ke pasar terbuka untuk menarik investor swasta.
Saat ini, sekitar 75 persen modal klub masih ditopang oleh Public Investment Fund (PIF), sementara sisanya dikuasai Kementerian Olahraga.
Kebijakan ini diprediksi membuat klub-klub besar lebih berhati-hati dalam berbelanja pemain mahal, termasuk menjaga keberlanjutan kontrak baru seperti milik Nunez yang berlaku hingga 2028.
Hal ini menimbulkan risiko bagi pemain baru, karena mereka belum memiliki pengaruh sebesar para bintang yang sudah lebih lama berada di klub.
Penutupan Karier di Liverpool
Nunez meninggalkan Liverpool musim panas ini setelah dua tahun yang penuh pasang surut di Anfield. Didatangkan dari Benfica dengan mahar hingga USD 115 juta pada 2022, ia gagal memenuhi ekspektasi besar.
Dalam dua musim pertamanya, Nunez hanya mencetak 20 gol di Premier League dan kerap dikritik karena penyelesaian akhirnya. Di bawah manajer baru Arne Slot, ia perlahan terpinggirkan dari skuad inti.
Secara total, Nunez menorehkan 40 gol dan 26 assist dari 143 penampilan untuk Liverpool, serta turut memenangkan Premier League, Carabao Cup, dan Community Shield.
Pesan Perpisahan untuk Liverpool
Melalui akun media sosialnya, pemain berusia 26 tahun itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada klub dan para penggemar.
“Terima kasih, Liverpool. Tiga tahun bersama, kini saatnya berpisah. Saya membawa banyak kenangan yang tak akan terlupakan. Liverpool akan selalu menjadi bagian dari diri saya,” tulis Nunez.
Kini, fokus utamanya adalah membangun karier baru di Timur Tengah. Namun, perubahan strategi besar-besaran pemerintah Saudi bisa menjadi ujian pertama yang menentukan langkah masa depannya bersama Al-Hilal. (usm/hdl)









