Surabaya (pilar.id) – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar sesi edukasi bertajuk Operasi Ratusan Bayi Kembar Siam di Indonesia. Acara yang disiarkan langsung melalui Instagram ini menghadirkan dr. Poerwadi, Sp.B, Sp.BA (K), Dekan FK Untag Surabaya, yang merupakan dokter spesialis bedah anak dengan pengalaman puluhan tahun.
Sebagai anggota Persatuan Dokter Spesialis Bedah Anak Indonesia (Perbani), dr. Poerwadi saat ini aktif berpraktik di Rumah Sakit Darmo dan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya.
Dalam sesi tersebut, ia berbagi pengalaman menangani bayi kembar siam serta perjalanan kariernya sebagai dokter bedah anak.
Dedikasi Selamatkan Kembar Siam
Dalam diskusi, dr. Poerwadi menegaskan bahwa profesinya adalah panggilan hati. “Menjadi dokter bedah anak bukan sekadar profesi, tetapi sebuah amanah. Anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus diselamatkan. Saya merasa bertanggung jawab memberikan yang terbaik bagi mereka,” ungkapnya di Surabaya, Senin (17/3/2025).
Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini, dirinya telah menangani sekitar 144 kasus bayi kembar siam, mulai dari yang baru lahir hingga kondisi kritis.
Saat ditanya mengenai kasus tersulit yang pernah ia tangani, dr. Poerwadi membagikan pengalaman emosionalnya.
“Saya pernah menangani kembar siam di Batam yang memiliki paru-paru menyatu. Sang ayah mengenakan kaus bertuliskan Selamat Menjalankan Operasi Kembar Siam sebagai bentuk dukungan bagi tim medis. Itu sangat mengharukan bagi saya,” kenangnya.
Selain itu, ia juga pernah menangani kasus bayi kembar siam yang salah satunya tidak memiliki jantung, yang menambah kompleksitas operasi.
Faktor Penyebab dan Deteksi Kembar Siam
Menurut dr. Poerwadi, kembar siam terjadi akibat dua embrio yang gagal terpisah sempurna. “Faktor genetik dan kelainan pembelahan sel bisa menjadi penyebabnya. Meski demikian, ibu hamil tetap disarankan menjaga asupan nutrisi, seperti vitamin B6 dan protein, untuk mendukung kesehatan janin,” jelasnya.
Kondisi ini bisa dideteksi sejak trimester kedua kehamilan, sekitar usia 18 hingga 24 minggu, melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG).
Sebagai Dekan FK Untag Surabaya, dr. Poerwadi memiliki visi untuk mencetak dokter yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga memiliki semangat pengabdian kepada bangsa.
FK Untag Surabaya saat ini membuka pendaftaran mahasiswa baru hingga akhir Maret 2025. Fakultas ini menawarkan fasilitas modern, seperti laboratorium kadaver dan digital anatomy, untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Dengan berbagai inovasi dan pengalaman tenaga pengajarnya, FK Untag Surabaya berkomitmen mencetak lulusan kompeten yang siap berkontribusi dalam dunia medis. (ret/hdl)





