Yogyakarta (pilar.id) – Sebanyak 300 UMKM yang berasal dari Nahdlatul Ulama (NU) dan binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menampilkan produk unggulannya dalam Expo UMKM Sibakul Local Fest di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Kamis (8/12/2022).
Kegiatan ini merupakan rangkaian acara menyambut 1 Abad Nahdlatul Ulama pada Februari 2023 mendatang. Event ini digelar 7-11 Desember 2022 dengan mengolaborasikan Dinas Koperasi dan UKM DIY dan Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi mengungkapkan event ini berupaya memberikan ruang lebih banyak bagi pelaku usaha kecil untuk dapat berkembang menjadi wahana pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat yang diharapkan dapat melahirkan wirausaha baru.
“Pemerintah tidak bisa sendiri, harus kolaborasi yang musti diwujudkan. Mari kita optimalkan bagaimana cara menjaring publik sehingga terjadi transaksi di masyarakat,” terangnya.
Upaya tersebut, kata Siwi juga harus dibarengi dengan penguatan digital ekosistem salah satunya dengan transformasi transaksi dalam expo yang diharuskan secara nontunai menggunakan QRIS.
“Tidak ada cash, semua cashless. Sesuai tema Expo UMKM Sibakul ini, Go Global, Go Digital. Tentunya akan menjadi kemajuan tersendiri bagi literasi keuangan UMKM di DIY,” tuturnya.
Siwi menyebut, saat ini terdapat sekitar 10.000 UMKM yang telah menggunakan sistem digital dalam transaksinya. Dengan 2.600 di antaranya telah bergabung dengan Sibakul.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, Kiai Haji Ahmad Zudi Muhdlor mengatakan NU merupakan organisasi besar islam di Indonesia dengan jumlah anggota di atas 110 juta yang membidangi banyak sektor seperti keagamaan, sosial, dan ekonomi.
“Jumlah anggota kita diatas 110 juta, pelaku UMKM ada 64 juta dengan penyerapan tenaga kerja dua per tiga nya adalah UMKM. Ketika ini tidak dikelola dengan baik, tentu menjadi permasalahan baik pengangguran, kemiskinan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga telah melakukan peningkatan kapasitas SDM seperti kegiatan santripreneur sebagai upaya penumbuhan wirausaha baru. Pasalnya, Indonesia khususnya Yogyakarta memiliki sumber potensi yang cukup besar, tinggal bagaimana meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM.
Adapun beragam acara turut memeriahkan gelaran lima hari tersebut, diantaranya pameran pertanian dan pangan, perkembangan fashion, industri produk halal, pariwisata, dan industri kreatif, teknologi digital, energi terbarukan.
Selain itu juga, disajikan produk-produk UMKM unggulan karya warga nahdliyin, nikah bersama nasional gratis, fashion show on the street, serta seminar bisnis, dan puncak acara akan ditutup dengan pengajian akbar bersama Gus Muwafiq. (riz/din)










