Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Fenomena Orang Indonesia Nikah dengan Bule, Pakar: Cara Instan Perbaiki Keturunan?

Fenomena Orang Indonesia Nikah dengan Bule, Pakar: Cara Instan Perbaiki Keturunan?

Gaya Hidup Hendro D. Laksono14 Februari 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi pernikahan dua bangsa (foto: Hannah Cook, unsplash)
Ilustrasi pernikahan dua bangsa (foto: Hannah Cook, unsplash)

Surabaya (pilar.id) – Zaman sudah sangat berubah. Lebih terbuka, lebih modern. Orang makin berani berekspresi, termasuk saat bilang, “Saya ingin nikah sama bule!”

Sentilan ini, sebagian muncul karena didasari niat yang yang sungguh-sungguh; ingin memperbaiki keturunan. Beneran?

Menanggapi fenomena ini, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Prof Diah Ariani Arimbi SS MA PhD memberikan pendapatnya. Kata dia, ambisi untuk memperoleh keturunan blasteran merupakan pengaruh pasca kolonialisme yang masih melekat di masyarakat Indonesia.

“Anggapan bahwa kulit putih menandakan status sosial yang tinggi disebabkan oleh para penjajah barat yang berkuasa dan mengubah tatanan sosial dengan paham the construction of whiteness, dimana kulit putih memiliki kelas sosial yang lebih superior dari pada ras lainnya,” jelas Kepala Pusat Bahasa dan Multibudaya Unair ini.

Dikatakan pula, langgengnya konstruksi pada masyarakat modern ini memberi dampak bagi seseorang yang ingin mendapat keturunan blasteran.

Pernikahan dengan warga negara asing, katanya, seolah jadi jalan paling mudah untuk mendapatkan keturunan blasteran.

Tapi menurut Prof Diah, ternyata tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang terobsesi menikah dengan warga negara asing, dalam hal ini yang berkulit putih.

Beberapa warga negara lain, ras lain, juga ada yang merasakan hal sama. Hal ini diperkuat fakta di masa lampau, bangsa kulit putih sebagai penjajah muncul di banyak wilayah.

Baca Juga  Tim Ceria Gel FTMM UNAIR Raih Pendanaan untuk Inovasi Obat Penyembuhan Luka Diabetes

Industrialisasi Konsep Kecantikan

Prof Diah menyebut, salah satu pengaruh pasca kolonialisme adalah label kecantikan. Katanya, mereka yang cantik adalah mereka yang memiliki kulit putih, badan tinggi atau tegap, hidung mancung, khas ciri fisik ras kaukasoid.

Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Prof Diah Ariani Arimbi
Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Prof Diah Ariani Arimbi

Adanya ciri fisik yang mirip dengan kelompok masyarakat blasteran, kata Prof Diah, akan memudahkan mereka untuk lebih diterima.

Padahal penduduk asli Indonesia didominasi ras malayan-mongoloid, melanesoid, asiatic-mongoloid, dan weddoid yang memiliki ciri fisik sangat berbeda dengan ras kulit putih.

“Dampaknya, pasar produk pemutih kulit pada industri kecantikan sangat diminati. Karena bagi masyarakat, indikator utama kecantikan adalah kulit yang putih berseri yang mendambakan konsep kecantikan ideal barat,” terang Prof Diah.

Diakui pula, bagi warga Indonesia, kelompok bule khususnya kaukasoid, mampu menciptakan tren baru yang terkesan selalu jadi perhatian.

Padahal pada masa penjajahan dulu, ras kaukasoid justru dianggap sebagai musuh. Perawakannya mirip penjajah, terkesan objek yang negatif.

Namun kini, sebaliknya, muncul glorifikasi bule di tengah masyarakat. Bahwa bule adalah pusat perhatian.

“Cerita mahasiswa asing, khususnya mereka berasal dari Afrika dan India. Mereka cenderung sulit mendapat teman dan sulit bergaul daripada mahasiswa internasional lainnya dengan kulit putih yang justru lebih sering diajak bercengkrama terlebih dahulu oleh mahasiswa Indonesia,” tutup Diah.

Nah, dengan penjelasan ini, masih berpikir untuk menikah dengan warga negara asing? (hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
kolonialisme Belanda Universitas Airlangga

Berita Lainnya

FK UNAIR dan RSUD Dr Soetomo gelar pelatihan BLS di KBRI Rabat, bekali diaspora Indonesia dengan keterampilan darurat medis penting.

FK UNAIR dan RSUD Dr Soetomo Latih BLS Diaspora Indonesia di Maroko, Perkuat Respons Darurat Global

27 April 2026
FK UNAIR dan IDGNH Belanda sepakat menjalin kolaborasi internasional untuk riset, pertukaran ahli, dan peningkatan layanan medis.

Sinergi Lintas Benua: FK UNAIR dan IDGNH Belanda Jalin Kolaborasi Global untuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan

23 April 2026
Mahasiswa UNAIR ciptakan Biofilter Farmtech, karpet kandang anti bau yang ubah limbah jadi kompos, juara 1 Business Plan nasional UPB.

Mahasiswa Universitas Airlangga Ciptakan Karpet Kandang Anti Bau, Raih Juara 1 Nasional Business Plan

22 April 2026
Guru Besar Sosiologi Gender Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Emy Susanti

Makna Hari Kartini 2026: Guru Besar UNAIR Tekankan Otonomi Perempuan dan Soroti Beban Ganda

21 April 2026
Wira Dharma Alrasyid

Lebaran Tanpa Mudik, Mahasiswa UNAIR Asal Aceh Pilih Bertahan di Surabaya dan Temukan Makna Baru

21 Maret 2026
Guru Besar Departemen Komunikasi, Prof Dra Rachmah Ida M Com PhD

Pemerintah Batasi Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pakar UNAIR Ingatkan Risiko Konten Digital

13 Maret 2026
Prof. Dr. Tika Widiastuti, SE, MSc

Pakar UNAIR: Zakat Berperan Strategis Kurangi Ketimpangan Sosial di Indonesia

6 Maret 2026
Lailatul Muniroh SKM MKes, Dosen Program Studi Gizi FKM Universitas Airlangga

Pola Tidur Sehat Saat Puasa, Kunci Tekan Risiko Gangguan Metabolik di Bulan Ramadan

28 Februari 2026
Salsyabila Putri Pratama

Inspirasi Salsyabila Putri: Kembangkan JIVVA Sportswear, Brand Lokal yang Bidik Tren Gaya Hidup Sehat

25 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.