Banyuwangi (pilar.id) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjalin silaturahmi dengan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam sebuah acara di Banyuwangi pada Sabtu (16/12/2023) malam.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasinya terhadap semua pencapaian yang telah diraih oleh Jawa Timur, menggambarkannya sebagai hasil kerja keras bersama.
Dalam analogi orkestra, ia menggambarkan perannya sebagai konduktor, sementara harmoni indah berasal dari berbagai sumber, yakni seluruh jajaran di Pemprov Jatim.
“Seluruh pencapaian Jawa Timur berkat kerja keras kita semua. Jika diibaratkan orkestrasi, saya hanya konduktor, tapi irama indah datang dari sumber musik yang berbeda-beda, dari seluruh jajaran di Pemprov Jatim. Mari kita terus berikan yang terbaik untuk masyarakat Jawa Timur dan Indonesia,” ujar Gubernur Khofifah.
Beliau meyakini bahwa kerja keras yang dilakukan bersama jajaran tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga lahir dari kekuatan batin, didukung oleh doa anak yatim dan bacaan sholawat dalam setiap kegiatan di Jawa Timur. Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya meneruskan tradisi sedekah kepada anak yatim dan pembacaan sholawat.
Dalam konteks pembangunan ekonomi, Gubernur Khofifah menyoroti pencapaian Jawa Timur dengan nilai industri manufaktur di atas 30 persen pada tahun 2022, melampaui target nasional 2045 yang sebesar 30 persen. Untuk mendukung hal ini, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan komitmen terhadap investor dianggap sebagai langkah penting.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, melaporkan bahwa selama kepemimpinan Gubernur Khofifah dan Wagub Emil, Jawa Timur telah meraih lebih dari 715 penghargaan. Sekda Adhy menekankan keberhasilan Jawa Timur dalam mencapai indikator kinerja utama, seperti pertumbuhan ekonomi yang pesat, tingginya investasi, dan pengangguran yang rendah.
“Kami akan terus bahu membahu, berusaha berkembang menjadi game changer di bidang masing-masing, dan akan memberikan yang terbaik,” tegas Sekda Adhy, menegaskan komitmen untuk melanjutkan program dan kebijakan Pemprov Jatim.
Acara diawali dengan Tari Jejer Jaran Dhawuk dari Banyuwangi dan ditutup dengan penampilan stand-up comedy oleh Komika Dodit Mulyanto, menambah keceriaan dalam kesempatan tersebut. (ret/ted)










