Jakarta (pilar.id) – Sudirman Said, Co-captain Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN), memberikan apresiasi terhadap fenomena nazar pemilu yang tengah ramai di media sosial.
Sudirman mengungkapkan keterkesiman dan harunya melihat antusiasme masyarakat yang berjanji melakukan berbagai kebaikan jika pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Anies-Muhaimin, menang dalam Pilpres 2024.
Fenomena ini menjadi sejarah baru dalam pemilihan umum di Indonesia, terutama dengan adanya hastag #nazarpemilu yang menjadi trending topic di berbagai platform media sosial. Nazar pemilu mencerminkan tingginya harapan dan optimisme rakyat terhadap kemenangan AMIN, dan Sudirman Said menyambut positif hal ini.
“Melihat nazar pemilu sebagai trending topic, kita dapat menyimpulkan bahwa ada harapan sekaligus optimisme rakyat yang demikian tinggi akan hadirnya kemenangan bagi Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar,” ujar Sudirman Said pada Rabu (10/1/2024).
Contoh nazar yang diungkapkan oleh netizen meliputi tukang ojek online yang akan menggratiskan penumpang setiap Jumat selama sebulan, serta pendukung AMIN yang berkomitmen membagikan sembako kepada kaum dhuafa jika paslon nomor urut 1 menang. Sudirman Said mengapresiasi kreativitas dan kebaikan yang terkandung dalam nazar-nazar tersebut.
“Tak terlihat ada janji untuk melakukan keburukan. Kita juga paham bahwa nazar yang diucapkan itu adalah janji pada diri sendiri, tidak ada yang meminta atau mewajibkan,” tambah Sudirman Said.
Fenomena nazar pemilu juga dianggap sebagai cerminan dari upaya keras dan optimisme tinggi masyarakat terhadap potensi kemenangan Anies-Muhaimin dalam Pilpres 2024. Gerakan rakyat yang melibatkan simpul relawan dan Timnas AMIN terus memunculkan kreativitas baru, seperti pembentukan Posko TPS di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Sudirman Said berharap bahwa harapan dan komitmen masyarakat ini dapat menjadi pemicu untuk terus berjuang demi perubahan yang diinginkan. Antusiasme warga, baik dari pusat kota hingga pelosok desa, memberikan dukungan nyata terhadap Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, khususnya mengingat keterbatasan logistik kampanye paslon 01.
“Gerakan rakyat terus melahirkan kreativitas baru dalam dukungan kepada AMIN, terakhir nazar pemilu. Atas semua ini, dalam benak saya tersimpan tanda tanya sekaligus harapan besar; jangan-jangan rakyat sudah demikian tak tahan menunggu lahirnya perubahan,” tutup Sudirman Said. (usm/ted)










