Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
  • Legenda Chelsea Kritik Cole Palmer, Marcel Desailly Soroti Mentalitas dan Peran Taktis Sang Bintang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Visual»Foto Pilihan»Hidup Berdampingan dengan Luapan Sungai Kapuas di Kampung Beting

Hidup Berdampingan dengan Luapan Sungai Kapuas di Kampung Beting

Foto Pilihan Mamuk Ismuntoro2 Maret 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Situasi Kampung Beting dengan latar belakang Masjid Jami di tepi Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat. (foto: Mamuk Ismuntoro, pilar.id)
Parit, atau sungai kecil yang dahulu menjadi jalan penghubung kampung warga yang naik sampan. Kini, karena kepadatan rumah, parit bukan lagi sarana utama untuk perjalanan antar kampung. (foto: Mamuk Ismuntoro, pilar.id)
Warga kampung Beting menyiapkan tong plastik sebagai penampung air hujan. Air hujan digunakan untuk kebutuhan mencuci dan mandi. (foto: Mamuk Ismuntoro, pilar.id)
Luapan air Sungai Kapuas yang masuk ke kampung Beting kerap membuat sampah timbul di banyak sudut kampung. (foto: Mamuk Ismuntoro, pilar.id)
Dina, ketua RT 1/RW 13, Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak, Kalimantan Barat. (foto: Mamuk Ismuntoro, pilar.id)
Zahara, 63 tahun, difoto di dapur sekaligus teras rumahnya di Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak, Kalimantan Barat. (foto: Mamuk Ismuntoro, pilar.id)
Nilam Sari (kiri), difoto bersama kerabatnya di teras rumah yang tergenang luapan air Sungai Kapuas, di Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak, Kalimantan Barat. (foto: Mamuk Ismuntoro, pilar.id)
Sejumlah anak bermain air di pintu air sungai Kapuas di Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak, Kalimantan Barat. (foto: Mamuk Ismuntoro, pilar.id)

Pontianak (pilar.id) – Bagi kebanyakan orang, genangan air akibat curah hujan tinggi atau luapan sungai adalah mimpi buruk. Apalagi saat sudah terbiasa tinggal di daerah yang aman dari banjir.

Namun, bagi warga Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak, Kalimantan Barat, hidup berdampingan dengan air selama puluhan tahun adalah simponi hidup sehari-hari.

Kawasan Kampung Beting, dan beberapa kampung lain di bantaran Sungai Kapuas memang secara alami rutin menerima luapan air. Terutama di musim hujan yang puncak luapannya pada akhir tahun.

Zahara, 63 tahun, warga Kampung Beting menceritakan, dirinya yang lahir, tumbuh dan menikah di kampung ini merasakan betul perubahan kampungnya.

“Waktu remaja, saya masih melihat ‘Lanting’ di antara rumah-rumah warga”. Setelah menikah tahun 70an, saya tidak melihat lagi,” kisah Zahara.

Lanting adalah serupa rumah perahu orang-orang Melayu dan Bugis yang menetap di bantaran Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Pulau Kalimantan sekaligus menjadi sungai terpanjang di Indonesia.

Nama sungai ini diambil dari nama daerah Kapuas, sekarang Kapuas Hulu, sehingga nama sungai yang mengalir dari Kapuas Hulu hingga muaranya disebut sungai Kapuas.

Namun Kesultanan Banjar menyebutnya sebagai Batang Lawai yang mengacu pada nama daerah Lawie atau Lawai, sekarang Kabupaten Melawi, sehingga nama sungai yang mengalir dari Kabupaten Melawi hingga muaranya di sekitar Kota Pontianak itu disebut Sungai atau Batang Lawai.

Baca Juga  Kesimpulan TGIPF Soal Tragedi Kanjuruhan: Ketua PSSI Beserta Jajaran Komite Eksekutif Harus Mundur

Sungai Kapuas merupakan rumah dari lebih 700 jenis ikan dengan sekitar 12 jenis ikan langka dan 40 jenis ikan yang terancam punah.

Potensi perikanan air tawar di sungai Kapuas adalah mencapai 2 juta ton. Hutan yang masih terlindungi dengan baik menyebabkan sungai Kapuas terjaga kelestariannya hingga kini.

Namun, belakangan ini sungai Kapuas telah tercemar logam berat dan berbagai jenis bahan kimia, akibat aktivitas penambangan emas dan perak di bagian tengah sungai ini.

Walaupun telah mengalami pencemaran oleh logam berat, Sungai Kapuas tetap menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat, terutama Suku Dayak dan Melayu di sepanjang aliran sungai.

Sebagai pendukung sarana transportasi yang murah, Sungai Kapuas menghubungkan daerah satu ke daerah lain di wilayah Kalimantan Barat, dari pesisir Kalimantan Barat sampai ke daerah pedalaman Putussibau di hulu sungai ini.

Selain itu, sungai Kapuas juga merupakan sumber mata pencaharian untuk menambah penghasilan keluarga dengan menjadi nelayan atau penangkap ikan secara tradisional.

Sungai Kapuas yang lain juga terdapat di provinsi Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Kapuas. Sungai ini membentang sepanjang kurang lebih 610 km, dari Kecamatan Kapuas Hulu sampai Kecamatan Selat yang akhirnya bermuara di laut Jawa.

Pada 17 Agustus 2019 yang lalu, Merah Putih dikibarkan di atas ponton di tengah sungai ini. Pengibaran bendera diikuti oleh 90 komunitas, termasuk penambang, relawan, hingga ratusan masyarakat yang diikuti pula dengan aneka lomba tradisional.

Baca Juga  Gelaran Angklung Terbesar dalam Sejarah, Indonesia Pecahkan Rekor Dunia

Dina, Ketua RT 2/ RW 13, Kampung Beting menyebut jika dahulu, jalanan penghubung antar rumah dan kampung masih terbuat dari kayu yang disebut gertak.

“Sejak tahun 2006, gertak-gertak wilayah kampung Beting dan sekitarnya sudah mulai digantikan dengan beton,” terangnya.

Meski sudah terbiasa dengan genangan air sungai Kapuas, bukan berarti tak ada persoalan. Peningkatan kepadatan penduduk rupanya turut menyumbang efek lain yaitu sampah.

Kini, saat terjadi luapan air Sungai Kapuas, Kampung Beting tak hanya riuh dengan anak-anak yang bermain kecipak air, namun juga timbunan sampah plastik yang memadati sudut-sudut kampung. (muk/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Dalam Bugis headline Kampung Beting Sungai Kapuas

Berita Lainnya

Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Maybank memperluas dampak sosial di ASEAN dengan menjangkau 1,49 juta penerima manfaat melalui pembiayaan inklusif dan pemberdayaan komunitas.

Maybank Salurkan Dampak Sosial ke 1,49 Juta Penerima Manfaat di ASEAN Sepanjang 2025

23 Mei 2026
BCA UMKM Fest 2026 hadir di Indonesia Arena bersama Pagelaran Sabang Merauke dengan ribuan UMKM dan dukungan digitalisasi usaha.

BCA UMKM Fest 2026 Hadir Lebih Meriah, Kolaborasi dengan Pagelaran Sabang Merauke di Indonesia Arena

22 Mei 2026
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Pizza Day 2026: Harga Bitcoin Turun, tetapi Semangat Adopsi Kripto Tetap Menguat

22 Mei 2026
Ilustrasi Nvidia (foto: Mariia Shalabaieva, unsplash)

NVIDIA Gandeng Ineffable Intelligence Kembangkan Infrastruktur AI Superlearners Berbasis Reinforcement Learning

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.