Jakarta (pilar.id) – Hari Kebahagiaan Internasional mungkin tak sepopuler hari penting dunia yang lain. Tapi membaca catatan sejarah yang ada, hari dengan nama asli International Day of Happiness ini memiliki filosofi yang sangat menarik.
Bagaimana lewat hari ini, masyarakat dunia diajak untuk membangun kesadaran pentingnya kebahagiaan dan kesejahteraan sebagai sebuah tujuan universal.
Mengutip voaindonesia.com, di tahun 2012, Bhutan, negara kecil di Himalaya, tiba-tiba menemui Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mau menetapkan International Day of Happiness sebagai salah satu hari yang patut dirayakan masyarakat dunia.
Usulan ini lahir dari tradisi Kerajaan Bhutan untuk menilai kualitas hidup yang dinyatakan dalam GNH atau Gross National Happiness.
Kata mereka, emosi memiliki peran sangat penting untuk kesejahteraan. Dan ini juga dibuktikan para tokoh pendiri Amerika yang mengatakan bahwa mengejar kebahagiaan adalah hak yang diberikan Tuhan.
Akhirnya, Hari Kebahagiaan Internasional disepakati jadi sebuah perayaan global yang diperingati setiap tanggal 20 Maret setiap tahun. Hal ini ditetapkan oleh PBB pada tahun 2012, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebahagiaan dan kesejahteraan sebagai tujuan universal yang dicari oleh seluruh umat manusia.
Tujuan Hari Kebahagiaan Internasional adalah untuk mempromosikan gagasan bahwa kebahagiaan adalah hak asasi manusia dan tujuan dasar semua manusia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya faktor-faktor seperti kesehatan mental, hubungan sosial, dan dukungan sosial dalam mencapai kebahagiaan yang sejati dan berkelanjutan.
Hari Kebahagiaan Internasional dirayakan di seluruh dunia dengan berbagai kegiatan, seperti seminar, lokakarya, dan acara sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kebahagiaan dan kesejahteraan dalam kehidupan manusia.
Bagi Bhutan, gagasan ini benar-benar sangat masuk akal. Sebelum pencanangan Hari Kebahagiaan Internasional itu, Bhutan dikenal sebagai negara yang memiliki konsep unik tentang pembangunan, yaitu Gross National Happiness (GNH) atau Kebahagiaan Bruto Nasional.
Konsep ini menempatkan kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama dalam pembangunan, bukan hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi semata.
Bhutan adalah sebuah negara yang relatif kecil yang terletak di antara India dan Tiongkok. Bhutan memiliki populasi sekitar 700 ribu orang dan memiliki wilayah seluas sekitar 38 ribu kilometer persegi.
Pada tahun 2011, Bhutan telah mengalami beberapa perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2008, Bhutan melakukan transisi dari monarki absolut menjadi monarki konstitusional dengan pemilihan umum pertama di negara tersebut. Raja Bhutan yang baru, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck, dilantik pada tahun 2008 setelah ayahnya turun tahta.
Di bidang ekonomi, Bhutan telah mencoba untuk meningkatkan ekonominya dengan berfokus pada industri pariwisata dan energi terbarukan seperti hidroelektrik.
Pada tahun 2011, Bhutan telah menandatangani perjanjian dengan India untuk membangun beberapa pembangkit listrik tenaga air di negara itu, yang diharapkan akan membantu mengatasi masalah kekurangan listrik di Bhutan.
Di bidang sosial, Bhutan telah berusaha untuk memperbaiki pendidikan dan sistem kesehatannya di negara tersebut. Bhutan juga terus berjuang untuk melestarikan budaya dan warisan negaranya yang kaya, dengan mempromosikan bahasa Dzongkha dan budaya Bhutan.
Namun, seperti negara-negara lain di dunia, Bhutan juga menghadapi beberapa tantangan, termasuk masalah kemiskinan, pengangguran, dan masalah lingkungan. Negara ini juga terus berjuang untuk mengatasi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Untuk mengantisipasi problem ini, Bhutan telah mengambil beberapa langkah. Di antaranya adalah mengadopsi Gross National Happiness sebagai indikator utama untuk pembangunan nasional.
Konsep GNH ini bertujuan untuk mempromosikan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, dan bukan hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi semata. Pemerintah Bhutan berupaya untuk meningkatkan GNH dengan meningkatkan akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar.
Jurus lain yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah besar di negaranya, pemerintah setempat juga meluncurkan berbagai program pekerjaan, seperti program pelatihan dan pengembangan keterampilan, untuk membantu mengurangi tingkat pengangguran di negara mereka. Pemerintah juga mendorong pengembangan industri kecil dan menengah untuk menciptakan lapangan kerja baru.
Kemudian program pembangunan pedesaan untuk membantu memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial di daerah pedesaan.
Apapun, gagasan hari hepi sedunia ini kemudian disetujui PBB. Dan sejak saat itu, setiap tanggal 20 Maret masyarakat dunia pun merayakan Hari Kebahagiaan Internasional. (hdl)


