Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan
  • Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua
  • Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat
  • BNI Dukung Festival Seni & Bazaar MSI 2026, Perkuat Pelestarian Budaya, UMKM, dan Ekonomi Kreatif Indonesia
  • Pramono Anung Dukung JF3 2026, Perkuat Ekonomi Kreatif Jakarta Menuju Kota Global
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Internasional»International Day of Happiness, Karena Kebahagiaan adalah Hak yang Diberikan Tuhan

International Day of Happiness, Karena Kebahagiaan adalah Hak yang Diberikan Tuhan

Internasional Hendro D. Laksono20 Maret 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Senyum bahagia perempuan Punakha, Bhutan
Senyum bahagia perempuan Punakha, Bhutan (foto: Gaurav Bagdi, unsplash)

Jakarta (pilar.id) – Hari Kebahagiaan Internasional mungkin tak sepopuler hari penting dunia yang lain. Tapi membaca catatan sejarah yang ada, hari dengan nama asli International Day of Happiness ini memiliki filosofi yang sangat menarik.

Bagaimana lewat hari ini, masyarakat dunia diajak untuk membangun kesadaran pentingnya kebahagiaan dan kesejahteraan sebagai sebuah tujuan universal.

Mengutip voaindonesia.com, di tahun 2012, Bhutan, negara kecil di Himalaya, tiba-tiba menemui Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mau menetapkan International Day of Happiness sebagai salah satu hari yang patut dirayakan masyarakat dunia.

Usulan ini lahir dari tradisi Kerajaan Bhutan untuk menilai kualitas hidup yang dinyatakan dalam GNH atau Gross National Happiness.

Kata mereka, emosi memiliki peran sangat penting untuk kesejahteraan. Dan ini juga dibuktikan para tokoh pendiri Amerika yang mengatakan bahwa mengejar kebahagiaan adalah hak yang diberikan Tuhan.

Akhirnya, Hari Kebahagiaan Internasional disepakati jadi sebuah perayaan global yang diperingati setiap tanggal 20 Maret setiap tahun. Hal ini ditetapkan oleh PBB pada tahun 2012, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebahagiaan dan kesejahteraan sebagai tujuan universal yang dicari oleh seluruh umat manusia.

Tujuan Hari Kebahagiaan Internasional adalah untuk mempromosikan gagasan bahwa kebahagiaan adalah hak asasi manusia dan tujuan dasar semua manusia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya faktor-faktor seperti kesehatan mental, hubungan sosial, dan dukungan sosial dalam mencapai kebahagiaan yang sejati dan berkelanjutan.

Baca Juga  Peringati Hari Kebahagiaan Internasional, Hotel Ciputra World Gelar Aqua Workout

Hari Kebahagiaan Internasional dirayakan di seluruh dunia dengan berbagai kegiatan, seperti seminar, lokakarya, dan acara sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kebahagiaan dan kesejahteraan dalam kehidupan manusia.

Bagi Bhutan, gagasan ini benar-benar sangat masuk akal. Sebelum pencanangan Hari Kebahagiaan Internasional itu, Bhutan dikenal sebagai negara yang memiliki konsep unik tentang pembangunan, yaitu Gross National Happiness (GNH) atau Kebahagiaan Bruto Nasional.

Konsep ini menempatkan kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama dalam pembangunan, bukan hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi semata.

Bhutan adalah sebuah negara yang relatif kecil yang terletak di antara India dan Tiongkok. Bhutan memiliki populasi sekitar 700 ribu orang dan memiliki wilayah seluas sekitar 38 ribu kilometer persegi.

Pada tahun 2011, Bhutan telah mengalami beberapa perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2008, Bhutan melakukan transisi dari monarki absolut menjadi monarki konstitusional dengan pemilihan umum pertama di negara tersebut. Raja Bhutan yang baru, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck, dilantik pada tahun 2008 setelah ayahnya turun tahta.

Di bidang ekonomi, Bhutan telah mencoba untuk meningkatkan ekonominya dengan berfokus pada industri pariwisata dan energi terbarukan seperti hidroelektrik.

Pada tahun 2011, Bhutan telah menandatangani perjanjian dengan India untuk membangun beberapa pembangkit listrik tenaga air di negara itu, yang diharapkan akan membantu mengatasi masalah kekurangan listrik di Bhutan.

Di bidang sosial, Bhutan telah berusaha untuk memperbaiki pendidikan dan sistem kesehatannya di negara tersebut. Bhutan juga terus berjuang untuk melestarikan budaya dan warisan negaranya yang kaya, dengan mempromosikan bahasa Dzongkha dan budaya Bhutan.

Baca Juga  Peringati Hari Kebahagiaan Internasional, Hotel Ciputra World Gelar Aqua Workout

Namun, seperti negara-negara lain di dunia, Bhutan juga menghadapi beberapa tantangan, termasuk masalah kemiskinan, pengangguran, dan masalah lingkungan. Negara ini juga terus berjuang untuk mengatasi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Untuk mengantisipasi problem ini, Bhutan telah mengambil beberapa langkah. Di antaranya adalah mengadopsi Gross National Happiness sebagai indikator utama untuk pembangunan nasional.

Konsep GNH ini bertujuan untuk mempromosikan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, dan bukan hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi semata. Pemerintah Bhutan berupaya untuk meningkatkan GNH dengan meningkatkan akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar.

Jurus lain yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah besar di negaranya, pemerintah setempat juga meluncurkan berbagai program pekerjaan, seperti program pelatihan dan pengembangan keterampilan, untuk membantu mengurangi tingkat pengangguran di negara mereka. Pemerintah juga mendorong pengembangan industri kecil dan menengah untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Kemudian program pembangunan pedesaan untuk membantu memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial di daerah pedesaan.

Apapun, gagasan hari hepi sedunia ini kemudian disetujui PBB. Dan sejak saat itu, setiap tanggal 20 Maret masyarakat dunia pun merayakan Hari Kebahagiaan Internasional. (hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Hari Kebahagiaan Internasional

Berita Lainnya

Peserta acara Aqua Workout

Peringati Hari Kebahagiaan Internasional, Hotel Ciputra World Gelar Aqua Workout

20 Maret 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Bank Jatim dan Bank NTT menjalin kerja sama layanan remitansi internasional untuk memperluas akses keuangan, mendukung PMI, dan memperkuat sinergi BPD.

Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan

24 Juli 2026
Rano Karno meresmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan uji coba Open Dining untuk memperkuat wisata, budaya, dan ekonomi kreatif Jakarta.

Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua

23 Juli 2026
Pemkot Surabaya memasang portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih untuk menjamin tarif maksimal Rp5.000, transparansi, dan keamanan kendaraan.

Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat

23 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.