Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Esai»Investasi Energi Low-Carbon, Kebutuhan Mendesak yang Butuh Lompatan Besar

Investasi Energi Low-Carbon, Kebutuhan Mendesak yang Butuh Lompatan Besar

Esai Ahmad Zulfikar30 Juni 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi energi ramah lingkungan
Ilustrasi energi ramah lingkungan

Investasi energi low-carbon (rendah karbon) bertujuan untuk memproduksi, menghasilkan atau menggunakan sumber daya energi yang lebih ramah lingkungan dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah daripada sumber daya energi tradisional yang berasal dari bahan bakar fosil seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam.

Contoh investasi energi low-carbon meliputi energi terbarukan, seperti energi matahari, energi angin, energi air, dan biomassa yang memiliki emisi karbon yang lebih rendah atau bahkan tidak menghasilkan emisi karbon sama sekali.

Lalu teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), yang membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dari sumber daya energi fosil dengan menangkap karbon dioksida sebelum dilepaskan ke atmosfer dan menyimpannya di tempat yang aman.

Berikutnya adalah efisiensi energi, yang mengacu pada investasi dalam teknologi atau sistem yang lebih efisien dalam menghasilkan atau menggunakan energi sehingga mengurangi konsumsi energi secara keseluruhan dan emisi karbon yang dihasilkan.

Investasi energi low-carbon menjadi semakin penting karena perubahan iklim global yang semakin nyata dan meningkatnya kesadaran akan dampak negatif dari emisi gas rumah kaca pada lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, teknologi energi terbarukan dan efisiensi energi juga semakin terjangkau dan efektif, sehingga investasi dalam energi low-carbon dapat menjadi pilihan yang cerdas secara ekonomi dan lingkungan.

Butuh biaya besar

Secara umum, investasi energi low-carbon memang membutuhkan biaya besar dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, investasi ini dapat memberikan keuntungan finansial yang signifikan dan mengurangi biaya jangka panjang yang terkait dengan sumber daya energi tradisional yang berasal dari bahan bakar fosil.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi biaya investasi energi low-carbon meliputi, pertama, skala. Semakin besar skala investasi, semakin rendah biaya per unit energi yang dihasilkan. Sebagai contoh, biaya panel surya dan turbin angin telah turun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir karena semakin banyaknya penggunaan teknologi tersebut dan peningkatan produksi massal.

Kedua, teknologi. Teknologi energi terbarukan dan efisiensi energi semakin canggih dan terjangkau. Penelitian dan pengembangan teknologi ini semakin pesat dan dapat mempercepat penurunan biaya.

Ketiga adalah regulasi. Adanya regulasi atau kebijakan yang mendorong penggunaan energi terbarukan dan membatasi emisi karbon dapat membantu mengurangi biaya investasi energi low-carbon.

Baca Juga  Dukung Energi Ramah Lingkungan, Pertamina Agresif Temukan Sumber Daya Gas

Keempat, subsidi.Beberapa negara memberikan subsidi atau insentif fiskal kepada investasi energi low-carbon untuk membantu menutup kesenjangan biaya antara teknologi ini dengan sumber daya energi tradisional.

Dalam jangka panjang, investasi energi low-carbon dapat menghasilkan keuntungan finansial melalui penghematan biaya energi, pengurangan risiko yang terkait dengan fluktuasi harga energi, meningkatkan nilai properti, dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industri baru dan inovasi.

Oleh karena itu, meskipun investasi energi low-carbon membutuhkan biaya besar dalam jangka pendek, namun dapat menjadi pilihan investasi yang cerdas secara ekonomi dan lingkungan di masa depan.

Dari Tiongkok hingga Jerman

Banyak negara yang telah melakukan investasi energi low-carbon dan berkomitmen untuk mempercepat transisi menuju energi bersih dan rendah karbon. Beberapa negara yang telah menjadi pemimpin dalam investasi energi low-carbon antara lain:

Tiongkok
Tiongkok adalah produsen terbesar panel surya dan turbin angin di dunia, dan memimpin dalam investasi energi terbarukan secara global. Pada 2020, Tiongkok memasang kapasitas energi terbarukan sebesar 120 GW, lebih besar dari kapasitas total energi listrik di Australia.

Amerika Serikat
Amerika Serikat telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 50-52% pada tahun 2030 dibandingkan dengan tingkat emisi pada tahun 2005. Selain itu, Amerika Serikat telah mengalokasikan dana untuk mempercepat transisi ke energi bersih dan mendorong inovasi teknologi energi.

Uni Eropa
Uni Eropa telah menetapkan target untuk mencapai emisi nol pada tahun 2050, dan telah mengadopsi beberapa kebijakan yang mendorong penggunaan energi terbarukan dan efisiensi energi, seperti Renewable Energy Directive II dan Energy Efficiency Directive.

Jepang
Jepang telah berkomitmen untuk mencapai net zero emisi karbon pada tahun 2050 dan telah mengadopsi berbagai kebijakan untuk mendukung transisi ke energi bersih, seperti Renewable Energy Act dan Top Runner Program.

Jerman
Jerman merupakan pemimpin dalam investasi energi terbarukan di Uni Eropa, dengan target untuk mencapai emisi netral pada tahun 2050. Jerman telah mengadopsi berbagai kebijakan dan program untuk mendorong penggunaan energi terbarukan, seperti Renewable Energy Sources Act dan National Action Plan on Energy Efficiency.

Selain itu, negara-negara seperti Kanada, Australia, Denmark, Norwegia, dan Belanda juga telah berkomitmen untuk mempercepat transisi ke energi bersih dan rendah karbon.

Baca Juga  Pertamina Dukung Transisi Energi dan Beberlanjutan di Ibu Kota Nusantara

Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia juga telah menunjukkan komitmen dalam mempercepat transisi ke energi bersih dan rendah karbon. Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk mencapai emisi gas rumah kaca netral pada tahun 2060, dan telah mengadopsi beberapa kebijakan dan program untuk mendukung transisi ke energi bersih.

Kebijakan Energi Baru dan Terbarukan (EBT)
Pemerintah Indonesia telah mengadopsi kebijakan EBT untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain dengan menetapkan target nasional untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan, dan memberikan insentif fiskal dan regulasi yang mendukung pengembangan energi terbarukan.

Program Listrik Berkelanjutan (PLB)
Program ini bertujuan untuk memberikan akses listrik yang lebih baik kepada masyarakat di Indonesia, dengan fokus pada penggunaan energi terbarukan. Program ini mencakup instalasi panel surya untuk rumah tangga, dan pengembangan mikrohidro dan biogas sebagai sumber energi listrik.

Kebijakan Konservasi Energi dan Efisiensi Energi
Pemerintah Indonesia telah mengadopsi kebijakan untuk mendorong penghematan energi dan efisiensi energi dalam berbagai sektor, seperti industri, transportasi, dan bangunan. Beberapa kebijakan yang diterapkan antara lain dengan menetapkan standar efisiensi energi dan memberikan insentif fiskal bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi efisiensi energi.

Moratorium Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara (PLTU)
Pemerintah Indonesia telah mengumumkan moratorium pembangunan PLTU baru pada tahun 2020, sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat transisi ke energi bersih dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

Meskipun demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mempercepat transisi ke energi bersih dan rendah karbon, seperti kurangnya infrastruktur dan regulasi yang mendukung, serta kurangnya investasi dan akses ke teknologi terbaru. Oleh karena itu, dukungan dari sektor swasta, organisasi internasional, dan masyarakat perlu terus diupayakan untuk mendorong transisi ke energi bersih di Indonesia.

Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang manfaat investasi energi low-carbon, serta memberikan insentif dan dukungan yang cukup bagi investor untuk berinvestasi di sektor energi bersih. Selain itu, pemerintah dan sektor swasta juga perlu bekerja sama untuk mempercepat pengembangan teknologi energi terbarukan dan membangun infrastruktur yang mendukung investasi energi low-carbon di Indonesia. ***

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

energi ramah lingkungan

Berita Lainnya

Pertamina Dukung Transisi Energi dan Beberlanjutan di Ibu Kota Nusantara

3 Juni 2024

Hadapai Resesi 2023, Guru Besar Unair: Efisienkan Kelapa Sawit, Bisa Jadi Solusi

30 Desember 2022

Dukung Energi Ramah Lingkungan, Pertamina Agresif Temukan Sumber Daya Gas

13 Desember 2022

Delegasi G20 Takjub Dengan Kekayaan Sumber Energi Baru Terbarukan yang Ada Di Indonesia

5 Agustus 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.