Jakarta (pilar.id) – Badan Logistik dan Rantai Pasok Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia siap berpartisipasi dalam Transport Logistic Southeast Asia Exhibition 2023, pameran transportasi dan logistik terbesar di dunia, yang akan diselenggarakan di Sands Expo, Singapura, pada 1-3 November 2023.
Partisipasi Kadin Indonesia dalam acara ini bertujuan untuk mempromosikan kemajuan industri transportasi dan logistik di tanah air serta menjalin kemitraan internasional.
Ketua Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin Indonesia, Akbar Djohan, menyatakan bahwa keikutsertaan dalam pameran ini merupakan bentuk dukungan Kadin Indonesia dalam membangun ekosistem logistik nasional yang efisien, resilien, dan berkelanjutan, serta menjadi solusi dalam rantai pasok global di masa depan.
Sektor transportasi dan logistik Indonesia telah mengalami perkembangan pesat dalam dua tahun terakhir, terutama dengan kemajuan ekonomi digital dan e-commerce. Kadin Indonesia ingin menunjukkan kemajuan sektor logistik di Indonesia kepada dunia melalui acara ini.
Selain itu, Transport Logistic Southeast Asia Exhibition 2023 juga menjadi kesempatan bagi para pelaku di sektor logistik Indonesia untuk berjejaring dan menjalin kemitraan dengan pelaku usaha internasional.
Dalam acara ini, Badan Logistik dan Rantai Pasok Kadin Indonesia akan menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi untuk membahas isu global di bidang transportasi dan logistik.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 15,93 persen (year-on-year) pada kuartal pertama 2023, menjadikannya sektor dengan pertumbuhan tertinggi.
Kadin Indonesia memproyeksikan bahwa industri logistik Indonesia berpotensi tumbuh di atas 6 persen tahun ini. Potensi pertumbuhan ini didukung oleh pasar e-commerce yang terus berkembang dan pulihnya aktivitas masyarakat setelah pencabutan status pandemi Covid-19.
Meskipun demikian, infrastruktur konektivitas yang belum merata di Indonesia menyebabkan biaya logistik menjadi tinggi, menjadi tantangan besar bagi sektor ini. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur konektivitas yang efisien menjadi sangat penting.
Pembangunan konektivitas infrastruktur akan membantu dalam memperbaiki tata kelola logistik dengan mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.
Kadin Indonesia mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengembangkan digitalisasi layanan dalam Ekosistem Logistik Nasional (National Logistic Ecosystem/NLE) yang akan membantu mendorong simplifikasi kerja sistem rantai pasok nasional.
Akbar Djohan menegaskan bahwa Kadin Indonesia akan terus berkontribusi dalam pengintegrasian sistem logistik nasional melalui digitalisasi layanan yang tepat dan berdaya guna. Sinergi antara pelaku industri, pemangku kepentingan, dan pemerintah akan menjadi kunci dalam meningkatkan kemajuan dan efisiensi sektor logistik Indonesia. (ted)






