Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Kebangkitan Petani Millennial, Wujudkan Kedaulatan Pangan

Kebangkitan Petani Millennial, Wujudkan Kedaulatan Pangan

Peristiwa Dina Prihatini24 September 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur jadi wilayah dengan produksi hasil panen terbesar di Indonesia (Foto : Antara)

Jakarta (pilar.id) – Petani Indonesi dan segenap insan pertanian di Tanah Air, hari ini, 24 September 2022 merayakan hari tani.

Hari tani ditetapkan pada Tanggal 24 September melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria oleh Presiden Sukarno. Berikutnya UU tersebut lebih akrab dikenal sebagai Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960.

Hari tani tentu menjadi momentum yang tepat bagi bangsa ini untuk merefleksi sumbangan petani Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan pangan, khususnya beras.

Pada empat tahun terakhir (2018-2022) petani padi Indonesia berhasil menyelamatkan Indonesia dari krisis pangan ketika beberapa negara lain justru mengalami krisis pangan.

Petani Indonesia berhasil melewati 4 jebakan penyebab krisis pangan yang dikhawatirkan negara-negara di dunia, yaitu pandemi COVID-19, gejolak iklim, kontraksi keamanan dunia dan laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.

Indonesia, negara dengan populasi ke-4 terbesar di dunia, ternyata memiliki petani yang tegak berdiri untuk memberi makan 275 juta rakyatnya tanpa perlu mengimpor beras medium.

Namun prestasi tersebut hendaknya tidak membuat semua pihak lengah.

Bebasnya Indonesia dari impor beras ternyata belum diiringi meningkatnya produktivitas pangan nasional per satuan luas dan waktu yang signifikan.

Produktivitas beras Indonesia masih stagnan dengan jurang yang lebar antara potensi produksi padi hasil penelitian dengan hasil padi rata-rata. Pada konteks ini dibutuhkan penderasan laju informasi mengenai teknologi dan inovasi budi daya padi dari hasil-hasil penelitian ke petani luas.

Go Digital

Di masa lalu penderasan informasi hasil-hasil penelitian mengandalkan para penyuluh yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Di masa kini tentu Indonesia tak dapat hanya mengandalkan penyuluh saja, tetapi juga harus memanfaatkan teknologi informasi yang belakangan maju sangat pesat.

Saat ini, hampir setiap rumah tangga petani telah memiliki telepon genggam, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media penderasan informasi hasil-hasil penelitian.

Hampir setiap rumah tangga petani juga memiliki generasi milenial yang ramah terhadap teknologi digital.

Baca Juga  Gagas Aplikasi Petani, Mahasiswa Unair ini Raih Penghargaan di Faperta Expo 2022 Riau

Penulis menyaksikan sendiri dari pelosok wilayah di Jawa Barat bagian selatan, seorang petani milenal memesan pupuk, pestisida dan fungisida secara daring melalui marketplace.

Keesokan hari atau lusa berikutnya pesanan beragam input pertanian itu sudah sampai. Itu berkat perusahaan pengiriman barang yang jaringannya semakin menembus daerah terpencil dengan harga murah.

Dosis, cara meramu, serta cara penggunaanya langsung ditanyakan kepada penjual dengan menggunakan telepon genggam.

Kelangkaan pupuk dan pestisida di suatu daerah ternyata dapat diatasi dengan bantuan telepon genggam yang menembus sekat-sekat pembatas.

Demikian pula harga pasaran komoditas pertanian dapat terpantau oleh petani, meskipun jauh dari lokasi pasar. Akses informasi yang setara membuat penentuan harga pangan di setiap level menjadi lebih adil.

Wajar jika perayaan hari tani di era ini ditandai dengan 3 ekosistem yang khas, yaitu meluasnya pemanfaatan teknologi digital, hadirnya generasi milenial dan derasnya arus informasi dari berbagai arah.

Bila pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian dan para peneliti pertanian di Badan Riset Inovasi Nasional tidak memanfaatkan 3 ciri khas tersebut, maka arus informasi yang masuk ke genggaman perangkat digital milik generasi millenial petani adalah informasi yang keliru.

Kiprah generasi milenial di era informasi teknologi ini merupakan anugerah dari momentum bonus demografi di Indonesia. Potensi kelompok milenial perlu lebih didorong masuk ke sektor pertanian atau minimal cinta pertanian sebagai pilar strategis penyangga ekononi masa depan.

Oleh karena itu pemerintah perlu mendorong dengan menciptakan ekosistem yang mendukung, di antaranya skim pembiayaan yang mudah dengan bunga rendah, infrastruktur irigasi, jalan desa, pupuk, teknologi pengolahan, hilirisasi, teknologi unggul di hulu-hilir, pemasaran, pengendalian impor, dan harga jual produk pertanian yang stabil dan menarik.

Petani Milenial

Tentu semua harus optimistis pada petani generasi milenal di Indonesia. Terlebih ketika mereka mulai melakukan konsolidasi.

Baru-baru ini, pada 26-28 Agustus 2022, sebanyak 500 petani milenal dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan mendeklarasikan komitmen membangun pertanian Indonesia dalam acara Jambore Petani Milenial di Desa Tebing Sari, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Baca Juga  Percepat Proses Tanam dan Panen, Trenggalek Butuh Dukungan Petani Millenial

Tujuan jambore itu untuk meningkatkan kinerja dan mengembangkan wirausaha muda petani milenial agar produktivitas pertanian di Indonesia dapat semakin meningkat.

Jambore juga diharapkan dapat meningkatkan jaringan kemitraan antarpetani milenial. Demikian pula wawasan penggunaan teknologi alsintan diharapkan bertambah, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di bidang pertanian.

Menurut Syahroni, Direktur Institut Agroekologi Indonesia (INAgri) yang terlibat pada persiapan jambore tersebut, kebangkitan petani milenial bukan berdiri sendiri.

Petani milenial berupaya bangkit karena perjumpaan dengan generasi milenial lain di lintas sektor. Sebut saja generasi milenial di lingkungan birokrasi, legislatif, para pelaku bisnis pertanian, serta aktivis petani yang juga muda. Perjumpaan gairah muda lintas sektoral membuat petani Indonesia tak kenal lelah untuk bangkit.

Berikutnya pada penghujung Agustus 2022, Sarasehan Petani Milenial yang diikuti 500 petani milenial juga digelar di Jakarta, pada 28-30 Agustus 2022 bersama dengan para penyuluh pertanian.

Tentu bangsa ini berharap para petani milenial dengan perangkat telepon selulernya dapat mendorong efisiensi pada tata niaga komoditas pertanian dan jaminan harga yang stabil.

Mirip dengan, misalnya, efisiensi transportasi daring melalui digitalisasi yang terus meningkat setelah lahirnya aplikasi dengan telepon seluler. Sehingga tarif mereka juga menjadi lebih stabil dan terjamin.

Dengan efisiensi di bidang pertanian di Tanah Air, semua berharap kesejahteraan petani, termasuk nelayan yang juga tergolong petani secara luas, dapat meningkat.

Tantangan zaman di era modern memang berbeda dengan tantangan di era-era sebelumnya. Namun kebangkitan petani selalu bisa seiring perkembangan zaman. Selamat bangkit di hari tani dan di hari-hari berikutnya.

Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Syakir, MS (Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Agronomi Indonesia/peneliti BRIN) dan Dr. Destika Cahyana, SP, M.Sc (Peneliti BRIN). (din/antara)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Hari tani petani indonesia

Berita Lainnya

Sektor Pertanian Kunci Perkuat Ekonomi, Mentan Minta Petani Masifkan Penggunaan Pupuk Organik

27 Oktober 2022

Gagas Aplikasi Petani, Mahasiswa Unair ini Raih Penghargaan di Faperta Expo 2022 Riau

6 Oktober 2022
Ilustrasi lahan pertanian (foto : Shayan Ghiasvand, unsplash)

Akibat Banjir, Petani Sayur Mayur di Tangerang Terancam Gagal Panen

22 Januari 2022
Ilustrasi lahan pertanian (foto : Shayan Ghiasvand, unsplash)

Percepat Proses Tanam dan Panen, Trenggalek Butuh Dukungan Petani Millenial

1 Desember 2021
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.