Surabaya (pilar.id) – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-732 Kota Surabaya, masyarakat mengikuti kegiatan kelas membatik yang dipandu oleh pegiat batik Surabaya, Leo Arief Budiman. Kegiatan ini diselenggarakan di Kedai D’toekoe, Taman Simpang, Surabaya, pada Minggu (18/5/2025), dan mengangkat tema unik khas budaya lokal: parikan.
Leo menjelaskan bahwa peserta diberikan kebebasan untuk menulis parikan versi mereka sendiri, sebagai bentuk ekspresi budaya dan kecintaan terhadap Kota Surabaya. Kalimat parikan yang dibuat kemudian diaplikasikan ke dalam kain batik, menjadikannya karya seni yang bernilai budaya tinggi.
“Peserta kami bebaskan menuliskan parikan versi mereka, sebagai wujud apresiasi dan perayaan hari jadi Surabaya. Lalu, kalimat parikan tersebut diterapkan ke dalam batik,” ujar Leo.
Kelas membatik ini menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan kembali seni batik kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan memadukan parikan, sebagai seni tutur khas Surabaya, kegiatan ini menjadi pengalaman kreatif yang unik.
Salah satu peserta, Mirsha, mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya dalam membatik.
“Ini pengalaman pertama bagi saya, sungguh menyenangkan bisa mengalami proses batik yang ternyata membutuhkan konsentrasi cukup meski kami dibebaskan untuk berekspresi,” ujarnya.
Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya tahun ini kembali membuktikan kekayaan budaya lokal yang terus dilestarikan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Melalui kegiatan seperti ini, semangat kebudayaan dan cinta kota semakin tumbuh di hati masyarakat. (adi/hdl)













