Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final
  • PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah
  • Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes
  • Menaker Yassierli Gandeng Industri KEK Mandalika Masuk MagangHub, Siapkan Kuota 150 Ribu Peserta untuk Genjot Vokasi
  • Jakarta Kreatif Festival 2026 Dibuka, Pramono Anung Targetkan Jakarta Tembus Jajaran 50 Kota Global pada 2030
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Fashion»Kenali Fast Fashion, Limbah Industri yang Cemari Lingkungan

Kenali Fast Fashion, Limbah Industri yang Cemari Lingkungan

Fashion Dwita Feby Febriyola15 Mei 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Deretan produk fashion di sebuah outlet (foto: Priscilla DP)

Surabaya (pilar.id) – Fashion adalah gaya berpakaian yang dipakai setiap hari oleh seseorang, baik itu kehidupan sehari-hari maupun acara tertentu dengan tujuan untuk menunjang penampilan. Berbeda dengan sustainable fashion yang menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan, maka fast fashion kebalikannya.

Pengertian fast fashion yang dikutip dari Her World merupakan istilah yang digunakan oleh industri tekstil dengan berbagai model fesyen yang berganti dalam waktu singkat dan menggunakan kualitas bahan baku yang buruk.

Fast fashion terjadi karena produksi jumlah yang besar dan cepat. Hasil dari produksi tersebut kemudian akan dijual dengan harga relatif murah agar dapat dijangkau oleh semua kalangan. Hal ini menjadi masalah, produksi kilat (cepat) membuat kualitas barang menurun sehingga produk tidak bertahan lama hingga akan mudah rusak.

Kini, isu fast fashion tengah ramai diperbincangkan berkaitan dengan kesadaran akan lingkungan. Sebab, meski mungkin masih banyak yang belum menyadarinya, Industri fast fashion seringkali tidak memperhatikan dampak buruk terhadap lingkungan dan mengorbankan keselamatan para pekerjanya.

Permasalahan ini menjadi isu penting, karena trend seperti ini menjadi salah satu penyebabnya polusi. Alasan tersebut dikarenakan adanya limbah (kain) yang merusak lingkungan, contohnya air, tanah dan yang lebih parah dapat menghasilkan gas emisi rumah kaca. Dimana hal ini menyebabkan perubahan iklim.

Berikut ciri-ciri dan dampak dari fast fashion.

Baca Juga  Analis Politik: Pernyataan Jokowi Kode Dukungan untuk Prabowo dan Ganjar

1. Beragam model karena mengikuti trend terbaru

Murahnya baju dari hasil fast fashion membuat masyarakat cenderung lebih sering membeli. Hal ini dikarenakan modelnya yang trendy, harganya yang terjangkau dan akibat pengaruh gaya busana yang membuat pemikiran bahwa baju merupakan hal yang wajib dan penting untuk kehidupan.

2. Pergantian model dalam fashion selalu lebih singkat

Cepatnya pergantian model membuat banyak masyarakat berlomba-lomba mendapatkan model terbaru. Diperkirakan terdapat kurang lebih Lima puluh model pakaian yang dibuat dalam satu tahun untuk memenuhi kebutuhan fashio.

Hal ini sungguh ironis, Berdasarkan laporan tahun 2017 dari Ellen MacArthur Foundation, terungkap lebih dari 50 persen pakaian fast fashion dibuang satu tahun setelah diproduksi.

3. Bahan baku kurang berkualitas karena demand banyak dan cepat

Pewarna tekstil yang murah sangat berbahaya karena dapat berakibat bagi kesehatan manusia juga lingkungan. Industri ini menjadi penyebab menurunkan jumlah populasi hewan. Dikarenakan sebagian produsen memanfaatkan kulit binatang sebagai bahan baku dan tentunya akan dicampur dengan berbagai larutan bahan kimia.

Poliyester yang merupakan bahan yang paling umum digunakan saat ini mengakibatkan serat Micro yang meningkatkan jumlah plastik. Serta bahan katun yang dicampur dengan air dan pestisida dalam jumlah besar sangat dapat membahayakan para pekerja dan menigkatkan resiko kualitas tanah.

Secara garis besar, fast fashion sangat merugikan karena berdampak negatif bagi lingkungan dan ekosistem. Dan dampak lainnya adalah masyarakat yang semakin konsumtif karena ada saja produksi modern dengan tren terbaru.

Baca Juga  HUT Polwan, Ini yang Dilakukan Srikandi Polresta Malang Kota untuk Warga

Pakaian dengan bahan yang tidak ramah lingkungan berpotensi merusak planet bumi ketika pakaian tersebut sudah tidak lagi bisa dipakai dan menjadi sampah. Maka dari itu mari berhenti dengan trend fast fashion untuk menjaga lingkungan yang lebih baik lagi. (feb/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Fast Fashion headline Limbah Industri pencemaran lingkungan

Berita Lainnya

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
(foto: Dok BNI)

HUT Ke-80 BNI: Usung Tema Swadharma Bhakti Nagara, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Transformasi Digital

4 Juli 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kemenperin Investigasi Ledakan Pabrik Herbal PT Raw Botanical Nusantara di Semarang

3 Juli 2026
Danantara default

BUMN Ekosistem Danantara Indonesia Rampungkan Laporan Keuangan 2025: Kinerja Laba Melonjak Tajam

3 Juli 2026
Mohamed Salah (sumber foto: facebook @EgyptNT)

Mesir vs Australia di Piala Dunia 2026: Misi Mohamed Salah Mengukir Sejarah Baru

3 Juli 2026
Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
SalamAir, maskapai bertarif rendah asal Oman

Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP

2 Juli 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proyek Flyover Latumenten di Grogol. Proyek senilai Rp259 miliar ini ditargetkan urai macet pada akhir 2026.

Tinjau Flyover Latumenten, Gubernur Pramono Anung Targetkan Proyek Rampung Desember 2026

2 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
(foto: Dok BNI)

HUT Ke-80 BNI: Usung Tema Swadharma Bhakti Nagara, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Transformasi Digital

4 Juli 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kemenperin Investigasi Ledakan Pabrik Herbal PT Raw Botanical Nusantara di Semarang

3 Juli 2026
Danantara default

BUMN Ekosistem Danantara Indonesia Rampungkan Laporan Keuangan 2025: Kinerja Laba Melonjak Tajam

3 Juli 2026
Berita Lainnya
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final

5 Juli 2026
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Proses pembangunan bozem di Tanjungsari, Surabaya

Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes

4 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.