Manchester (pilar.id) – Leeds United dipastikan kehilangan dua gelandang utama, Sean Longstaff dan Anton Stach, untuk laga sulit melawan Manchester City pada Sabtu mendatang. Kondisi ini menambah tekanan bagi pelatih Daniel Farke, terutama setelah timnya terperosok ke zona degradasi Liga Inggris untuk pertama kalinya musim ini.
Longstaff diperkirakan absen sepanjang periode Natal setelah mengalami cedera betis pada laga sebelumnya. Sementara Stach harus menepi karena menjalani protokol gegar otak dan baru dapat kembali berlatih jika mendapat lampu hijau pada akhir pekan.
Farke menyebut absennya dua pemain yang sebelumnya disiapkan bersaing dengan Ao Tanaka di lini tengah itu membuatnya harus mempertimbangkan pendekatan berbeda saat menghadapi skuad asuhan Pep Guardiola. Selain dua nama tersebut, kondisi Sebastiaan Bornauw juga masih diragukan akibat masalah pada MCL dan akan ditentukan melalui evaluasi terakhir jelang pertandingan.
Krisis pemain ini datang pada periode padat di mana Leeds akan menghadapi tiga tim peserta Liga Champions dalam sepekan: Manchester City, Chelsea pada pertengahan pekan, dan Liverpool pada akhir pekan berikutnya. Farke menegaskan perubahan taktik selalu menjadi opsi, sebagaimana pernah dilakukan pada musim lalu maupun sepanjang musim ini. Ia menilai formasi dasar bukan penentu utama, melainkan bagaimana prinsip permainan dijalankan di lapangan.
Farke juga tetap menunjukkan keyakinan terhadap peluang Leeds untuk bertahan di Premier League meski hanya meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir. Ia menegaskan skuadnya tetap kompak dan memiliki semangat tinggi untuk keluar dari tekanan.
Di tengah situasi sulit, Farke mengaku lebih memilih menanggung tekanan agar para pemain dapat tetap fokus pada performa di lapangan. Ia menegaskan target utama tetap bertahan di kasta tertinggi, sekaligus mencatat sejarah sebagai tim pertama dalam 25 tahun terakhir yang mampu memantapkan posisi Leeds United di Premier League setelah promosi. (mad/hdl)










