Sao Paulo (www.pilar.id/) – Liga de Quito mencatat prestasi gemilang dengan menyingkirkan Sao Paulo di perempat final Copa Libertadores 2025. Tim asal Ekuador itu menang 1-0 pada leg kedua di Stadion Morumbi, Jumat (26/9) pagi WIB, berkat gol Jeison Medina. Hasil tersebut membuat mereka unggul agregat 3-0 dan memastikan tiket ke semifinal.
Pertandingan berlangsung di bawah kendali Sao Paulo yang mencatat 74% penguasaan bola, 12 tembakan, dan sembilan sepak pojok di babak pertama. Namun, efektivitas menjadi pembeda. Di menit ke-41, Liga de Quito melancarkan serangan balik cepat melalui Lisandro Alzugaray, yang mengirim umpan panjang kepada Medina. Penyerang itu sukses menaklukkan bek Damián Bobadilla sebelum menaklukkan kiper Rafael dengan sepakan terukur.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Sao Paulo, yang sebelumnya sempat mendapat peluang emas lewat Luciano dan Emiliano Rigoni, tetapi digagalkan oleh kiper Gonzalo Valle dan tiang gawang.
Pertahanan Solid Liga de Quito
Memasuki babak kedua, pelatih Hernán Crespo menambah daya gedor dengan memasukkan Juan Dinenno, Maílton, dan Lucas Moura. Tekanan meningkat, tetapi lini belakang Liga de Quito tampil disiplin. Ricardo Adé dan Leonel Quiñónez menonjol dengan masing-masing mencatat 10 kali sapuan bola, membuat serangan tuan rumah buntu.
Luciano sempat menyamakan skor pada menit ke-47, tetapi gol dianulir karena offside. Hingga akhir laga, Gonzalo Valle menjadi pahlawan dengan total 11 penyelamatan, termasuk menepis peluang Luciano di menit ke-85 dan sundulan Dinenno di masa injury time.
Jalan Menuju Semifinal
Dengan hasil ini, Liga de Quito mencatat kemenangan beruntun atas wakil Brasil setelah sebelumnya menyingkirkan juara bertahan Botafogo di babak 16 besar. Klub yang pernah juara Libertadores pada 2008 itu akan menghadapi Palmeiras di semifinal, usai tim asal Brasil tersebut menyingkirkan River Plate.
Di sisi lain, Racing Club sudah lebih dulu lolos dan akan berjumpa pemenang duel Flamengo kontra Estudiantes de La Plata. Semifinal Copa Libertadores dijadwalkan berlangsung pada 21–29 Oktober, sementara partai final digelar pada 29 November di Lima, Peru.
Kemenangan ini memperkuat status Liga de Quito sebagai satu-satunya klub asal Ekuador yang pernah menjuarai Copa Libertadores. Dengan performa solid di dua babak gugur terakhir, harapan publik Ekuador pun kembali menguat bahwa mereka bisa menantang dominasi tim-tim Brasil dan Argentina di kancah sepak bola Amerika Selatan. (wid)
