Jakarta (pilar.id) – Microsoft kembali menghadirkan inovasi pada peramban andalannya, Microsoft Edge. Perusahaan teknologi raksasa ini tengah menguji coba fitur baru yang memungkinkan pengguna melakukan pencarian riwayat penelusuran dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Fitur ini dinamakan “enhanced search” atau pencarian yang disempurnakan.
Fitur ini pertama kali muncul pada versi beta Microsoft Edge minggu lalu. Berbeda dengan pencarian riwayat konvensional, pengguna kini bisa menemukan situs yang pernah dikunjungi meski hanya mengingat frasa, sinonim, bahkan kesalahan ketik (typo) yang masih relevan dengan situs tersebut.
“Setelah fitur ini diaktifkan, situs-situs yang Anda kunjungi akan muncul dalam hasil pencarian riwayat yang disempurnakan,” tulis Microsoft dalam catatan rilis untuk kanal beta Edge. Menariknya, model AI yang digunakan dilatih langsung di perangkat pengguna, sehingga data pribadi tidak dikirim ke server Microsoft dan tetap aman di perangkat.
Langkah ini dinilai lebih aman dibanding fitur Recall pada Copilot Plus PC milik Microsoft yang sempat menuai kontroversi karena mengambil tangkapan layar hampir semua aktivitas pengguna. Dengan pendekatan on-device model yang hanya mencakup riwayat browser, Microsoft menawarkan pengalaman yang cerdas namun tetap menjaga aspek privasi pengguna.
Tak hanya itu, Microsoft juga menyematkan pusat kontrol media terbaru di Edge. Pengguna kini dapat mengatur berbagai sumber media dari berbagai situs secara lebih praktis. Pusat kontrol ini menyediakan akses cepat ke mode picture-in-picture (PiP) yang kini juga mendapatkan peningkatan dalam hal pengendalian video maupun audio di dalam browser.
Dengan dua fitur ini—AI-enhanced search dan media control center—Microsoft Edge tampaknya terus berupaya meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna, sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan pasar browser yang semakin kompetitif. (ret/hdl)









