Jakarta (pilar.id) – Merayakan momen Hari Kemerdekaan mengingatkan kita akan tanggung jawab untuk memelihara kedaulatan dan bersama-sama mewujudkan kesejahteraan bangsa.
Pentingnya memiliki pemahaman yang tepat tentang perencanaan keuangan serta menerapkannya dengan kedisiplinan dan bijak dalam pengeluaran uang, menjadi pesan yang diusung oleh Yan Ardhianto, Kepala Fakultas Sequis Quality Empowerment.
“Mencapai kesejahteraan dimulai dari pemahaman yang benar mengenai kemerdekaan finansial. Terkadang, orang ingin mencapai kemerdekaan finansial dengan cepat melalui investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi. Namun, tindakan semacam ini bisa membuka peluang tertipu oleh skema investasi palsu,” ungkap Yan.
Ia menyoroti berbagai pandangan salah tentang kemerdekaan finansial, mulai dari pengusaha yang tak memiliki dasar keuangan yang kuat sehingga terjebak dalam utang yang tidak terkendali, hingga individu yang terperangkap dalam pola hidup konsumtif dan tumpukan utang kartu kredit atau pinjaman online.
Oleh karena itu, Yan menegaskan perlunya penguatan literasi finansial agar masyarakat tidak terjebak dalam jerat utang berbunga tinggi dan tidak mudah tertipu oleh skema investasi yang meragukan.
Tidak hanya itu, Yan juga menekankan pentingnya memahami dan mengelola risiko keuangan dengan bijak.
Faktor seperti inflasi yang dapat mempengaruhi harga barang dan aset, serta kemungkinan risiko kesehatan dan kematian, harus dikelola melalui asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Dengan memiliki perlindungan asuransi yang tepat, individu bisa mengurangi kekhawatiran akan biaya perawatan medis atau dampak finansial yang tidak terduga.
Setelah memiliki pemahaman yang memadai tentang finansial, langkah berikutnya adalah merencanakan keuangan dengan cermat dan mengikuti rencana tersebut tanpa tergoda oleh godaan.
Perencanaan finansial sebaiknya dimulai sejak individu mulai memiliki pendapatan. Hal ini akan memastikan bahwa pendapatan yang diperoleh akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan saat ini serta membuka peluang untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan, sehingga kekhawatiran terhadap risiko finansial bisa diminimalisir.
Proses perencanaan finansial melibatkan pencatatan pengeluaran, pengaturan prioritas pengeluaran, alokasi dana untuk dana darurat, tabungan, investasi, dan perlindungan aset melalui asuransi jiwa dan kesehatan.
“Setiap individu memiliki kebutuhan dan kondisi finansial yang berbeda-beda, oleh karena itu, perencanaan keuangan akan bervariasi sesuai dengan tujuan, situasi finansial, dan tahap kehidupan masing-masing,” tambah Yan.
Dalam setiap fase kehidupan, kebutuhan dan kapasitas finansial akan berubah. Sebagai contoh, seorang pemula dalam dunia kerja mungkin akan merasa merdeka secara finansial jika dapat memenuhi kebutuhannya tanpa mengandalkan orang tua.
Sementara bagi seorang pensiunan, kemerdekaan finansial mungkin bermakna mampu menjalani kehidupan layak tanpa harus bekerja lagi. Untuk menghadapi perbedaan ini, Yan merekomendasikan beberapa langkah persiapan:
Persiapkan Dana Darurat
Bagi pemula dalam dunia kerja, penting untuk memiliki dana darurat sebagai cadangan jika tiba-tiba kehilangan pekerjaan. Sebagai pedoman, seorang single sebaiknya memiliki dana darurat sekitar tiga hingga enam kali lipat dari pengeluaran bulanan, sementara pasangan yang sudah menikah dan memiliki anak sebaiknya memiliki dana darurat enam hingga sembilan kali lipat dari pengeluaran bulanan. Dana darurat ini sebaiknya disimpan dalam instrumen yang mudah diakses, seperti rekening tabungan.
Perlindungan Asuransi Jiwa dan Kesehatan
Bagi mereka yang masih muda, memiliki asuransi kesehatan menjadi prioritas. Premi asuransi kesehatan cenderung lebih terjangkau dan mudah diakses. Fungsi asuransi kesehatan adalah melindungi pendapatan dan aset dari beban biaya perawatan medis akibat penyakit atau cedera.
Bagi mereka yang memiliki tanggungan keuangan, seperti cicilan atau menjadi pencari nafkah utama keluarga, memiliki asuransi jiwa juga sangat penting. Asuransi jiwa akan memberikan jaminan finansial bagi keluarga jika terjadi risiko kematian.
Persiapan Dana Pensiun
Bagi mereka yang telah memiliki karier mapan dan pendapatan stabil, serta situasi finansial yang membaik, penting untuk mempersiapkan dana pensiun. Salah satu opsi adalah melalui asuransi dana pensiun, yang menawarkan manfaat hingga akhir polis serta jaminan uang pertanggungan jika terjadi risiko kematian. Memulai persiapan dana pensiun sejak dini akan membantu mengurangi premi yang harus dibayar dibandingkan jika memulainya saat mendekati masa pensiun.
Sequis menawarkan Asuransi Retirement Life Plan yang dapat membantu individu merencanakan masa pensiun. Produk ini mencakup manfaat uang pertanggungan saat kematian dan manfaat pensiun hingga 100 persen dari jumlah pertanggungan, yang akan dibayarkan jika tertanggung hidup hingga usia akhir tahun polis.
Inisiatif literasi keuangan ini sejalan dengan Program Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2023 yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencapai inklusi keuangan hingga 90 persen pada tahun 2024. Salah satu upayanya adalah memastikan masyarakat dapat dengan mudah mengakses produk dan layanan asuransi jiwa dan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. (ted)



