Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan
  • Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua
  • Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat
  • BNI Dukung Festival Seni & Bazaar MSI 2026, Perkuat Pelestarian Budaya, UMKM, dan Ekonomi Kreatif Indonesia
  • Pramono Anung Dukung JF3 2026, Perkuat Ekonomi Kreatif Jakarta Menuju Kota Global
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Tips»Orangtua Wajib Membuat Suasana Senang Agar Anak Tak Sulit Makan

Orangtua Wajib Membuat Suasana Senang Agar Anak Tak Sulit Makan

Tips Dina Prihatini14 November 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustasi - orang tua sedang menemani anak makan. (Foto : Antara)

Jakarta (pilar.id) – Anak yang sulit makan bisa disebabkan oleh beberapa kondisi yaitu gangguan persepsi, gangguan sensorik, dan gangguan motorik.

Bahwa saat anak makan, orang tua perlu menyediakan lingkungan yang menyenangkan agar dia tidak stres atau terburu-buru sehingga dia mempunyai kesan bahwa makan adalah aktivitas menyenangkan.
Dokter spesialis rehabilitasi medik dari RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Rizky Kusuma Wardhani, SpKFR-K menegaskan jika anak mengalami gangguan sensorik adalah ketika anak sangat sensitif terhadap rasa, tekstur, atau aroma makanan tertentu, yang membuat mereka menolak makanan baik dengan cara memuntahkan atau melepehkannya.

“Mestinya, stimulus saat makanan itu kita makan, kita akan merasakan sesuatu yang menyenangkan. Tapi, buat mereka ini memang tidak bisa mereka terima,” paparnya.

Terhadap gangguan motorik terjadi karena ada struktur yang bermasalah, misalnya pada anak yang mengalami bibir sumbing dan anak yang mengalami kelemahan otot akibat down syndrome.

“Bibir sumbing, yang secara anatomi memang tidak bisa menutup dengan sempurna, mereka akan kesulitan dalam makan. Kemudian pasien-pasien yang lemah ototnya, pasien down syndrome, kelihatannya males makan, padahal yang terjadi adalah ototnya tidak kuat,” cetusnya.

“Atau pada pasien yang cerebral palsy, mereka mengalami kekakuan pada struktur atau otot-otot yang ada di daerah menelan, sehingga mereka kesulitan untuk menelan,” terangnya

Iapun mengajak orang tua untuk mengenali penyebab anak sulit makan agar bisa menindaklanjuti masalah tersebut dengan cara yang tepat.

“Setelah kita mengetahui kira-kira penyebabnya apa, maka kita bisa melakukan treatment sesuai dengan penyebab itu,” ungkapnya dalam bincang-bincang kesehatan dalam rangka HUT RSCM ke-103 yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Diakuinya, gangguan persepsi adalah ketika anak memiliki persepsi yang buruk terhadap aktivitas makan atau jenis makan tertentu. Hal ini bisa membuat anak tidak memiliki selera makan.

“Anak yang punya persepsi buruk terhadap makanan bisa mengalami kesulitan makan, biasanya anak yang ada riwayat trauma, pada saat dia tidak mau makan kemudian dia dipaksa. Sehingga yang ada di persepsi dia itu bahwa proses makan itu adalah sesuatu yang tidak menyenangkan,” ucapnya.

Untuk itu, agar anak mau makan, kata dia, orang tua harus mampu membangun pesan positif kepada anak mengenai aktivitas makan. Berikan juga pemahaman bahwa makanan terdiri dari banyak jenis dengan rasa, tekstur, dan aroma yang berbeda.

“Persepsi ini bisa dibangun dengan role model. Dia harus melihat bagaimana orang-orang di rumah itu makan bareng, dia melihat bahwa ternyata enggak apa-apa makan makanan yang dia enggak suka. Ini salah satu yang bisa mengubah persepsi,” urainya.

Jika permasalahannya ada pada gangguan sensorik, kata dia, hal tersebut butuh penanganan khusus untuk mencari tahu sensorik mana saja yang mengalami gangguan.

“Pada anak-anak yang gampang jijik, tangannya pun sensitif. Bisa jadi sensitif di daerah oral ini karena sensitif di ujung-ujungnya. Jadi kalau di ujungnya dia enggak merasa aman, apalagi masuk ke dalam mulut,” jelasnya.

Sedangkan jika anak sulit makan karena kelemahan otot, kata dia, orang tua perlu mengajak anak untuk latihan memakan makanan dengan berbagai tekstur.

“Kadang-kadang anak yang terbiasa makan makanan lembek, itu enggak mau dikasih yang keras sehingga kemampuan dia untuk mengunyah itu sangat minim dan itu harus kita latih,” pungkas Rizky Kusuma Wardhani. (din/antara)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Anak Sulit Makan gangguan motorik gangguan persepsi gangguan sensorik RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Rizky Kusuma Wardhani
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Bank Jatim dan Bank NTT menjalin kerja sama layanan remitansi internasional untuk memperluas akses keuangan, mendukung PMI, dan memperkuat sinergi BPD.

Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan

24 Juli 2026
Rano Karno meresmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan uji coba Open Dining untuk memperkuat wisata, budaya, dan ekonomi kreatif Jakarta.

Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua

23 Juli 2026
Pemkot Surabaya memasang portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih untuk menjamin tarif maksimal Rp5.000, transparansi, dan keamanan kendaraan.

Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat

23 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.