Jakarta (pilar.id) – Sejak dulu gandum sudah menjadi salah satu bahan makanan pokok di seluruh dunia. Hampir semua olahan gandum, menjadi makanan favorit bagi banyak orang, salah satunya adalah roti. Tak jarang jika banyak sekali toko yang menjual ribuan macam olahan roti, dari kering hingga basah, panggang atau pun goreng.
Uniknya ternyata di luar negeri terdapat perayaan roti bernama Have a Bagel Day. Bagel adalah roti berbentuk seperti cincin seukuran telapak tangan.
Kue rumahan ini dibuat dari adonan tepung terigu ditambah ragi yang direbus di dalam air sebelum dipanggang. Bagian dalam mempunyai tekstur yang padat dan kenyal dengan bagian luar berwarna coklat muda, keras dan garing.
Tak jarang roti bagel diisi dengan bermacam-macam varian isian. Lalu, disajikan saat kumpul keluarga, ini merupakan cara mengumpulkan keluarga karena kebiasaan dulunya saat membuat harus melibatkan beberapa anggota keluarga.
Seperti dengan memotong bagel, lalu ada satu orang untuk memanggang, satu untuk menaruh krim keju dan asapan, satu untuk meletakkannya di atas meja, dan satu untuk mengawasi. Menurut Gertrude Berg, Bagel ini bisa menyatukan kebersamaan keluarga.
Bagel juga salah satu roti favorit sarapan di barat, terutama Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris. Hari Bagel mendorong semua orang untuk menikmati kelezatan adonan kue yang lezat ini dalam variasi isian favorit masing-masing keluarga, dan mengingat sejarah panjang roti ini dan orang-orang yang membuatnya menjadi terkenal.
Sejarah Have A Bagel Day ada karena melihat keunikan rotinya yang bulat, padat dengan topping krim keju yang sangat populer di kalangan penduduk Yahudi di Eropa sekitar tahun 1600-an. Tetapi asal-usulnya masih menjadi perdebatan panas hingga saat ini, dimungkinkan Bagel ada sejak abad ke-14.
Beberapa cerita asalnya mengatakan Bagel keluar dari Krakow, Polandia di mana diceritakan dari seorang wanita yang akan melahirkan, tetapi tidak ada yang benar-benar tahu kebenarannya hingga saat ini.
Kisah-kisah lain menunjuk pada seorang pembuat roti dari Wina yang mungkin telah mengembangkan bagel untuk merayakan kekalahan Turki oleh Raja Jan III Sobieski dari Polandia pada tahun 1683. Dalam hal ini, bentuknya seperi gulungan dimaksudkan untuk merayakan kekalahan Turki oleh Raja Jan III Sobieski dari Polandia pada tahun 1683.
Dalam cerita itu, bentuk bagel dimaksudkan untuk mengingatkan pada Sanggurdi. Sanggurdi, yang dikenal sebagai buegel, dipilih karena cerita rakyat yang mengatakan bahwa orang-orang Austria yang dibebaskan telah mengulurkan tangan untuk memegang Sanggurdi Raja Sobieski saat dia lewat.
Dulu ‘bajgiel’ dalam ejaan lama, menjadi makanan utama dari Polandia dan Slavia pada abad ke-17, dan pada abad ke-19 ditemukan dalam sejarah dijual di London.

Pada abad ke-19, bagel juga ditemukan ada di Big Apple melalui imigran Yahudi Polandia dan dengan cepat dibawa di bawah kendali Bagel Bakers Local 338, sebuah serikat pembuat roti yang memegang semua toko roti bagel lokal di sana. Ini akhirnya mulai menyebar ke seluruh AS pada tahun-tahun setelah 1975 berkat otomatisasi produksi.
Tidak diketahui pasti kapan bagel pertama kali dibuat, tapi memang tidak diragukan lagi bahwa suguhan lezat ini menjadi sangat populer dan menyebar ke seluruh dunia.
Bagel bahkan berhasil sampai ke luar angkasa pada tahun 2008. Ini terjadi ketika astronot Greg Chamitoff membuat Original Fairmount Bakery, dengan membawa 1 lusin bagel mereka di pesawat ulang-alik bersamanya ketika dia menuju ke stasiun luar angkasa.
Tentunya, makanan yang dipanggang dan berhasil sampai ke luar angkasa layak untuk didedikasikan. Jadi, inilah mengapa perlu ada perayaan untuk Have a Bagel Day.
Cara merayakan Hari Bagel tentu sangatlah mudah, cukup dengan makan roti gulung itu dengan toping favorit masing-masing orang.
Beberapa rekomendasi toping enak untuk roti gulung, adalah dengan krim keju, lox, strawberry, kacang, coklat. Ditambahkan dengan toping stroberi cincang yang lezat dan hazelnut cincang. Bisa juga dengan isian tomat, bawang, krim keju, sandwich bagel Alpukat.
Tumpuk bahan-bahan di atas bagel yang diiris kemudian panggang dengan api kecil dan roti bagel sudah siap untuk disajikan. (put)

