Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung
  • Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an
  • Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi
  • Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan Nasional di Era AI
  • Gubernur Khofifah Lesehan Bareng Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 di Grahadi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Percepat Penurunan Stunting, Dokter Yayasan Peduli Stunting Ciptakan Buku Berbahasa Nias

Percepat Penurunan Stunting, Dokter Yayasan Peduli Stunting Ciptakan Buku Berbahasa Nias

Peristiwa Dina Prihatini6 Juli 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Dr Cashty (5 kanan) bersama Wabup Nias Barat Era Era Hia (6kanan) memegang buku berjudul Ayo Kita Melawan Stunting yg diterjemahkan ke Bahasa Nias serta dibagi scara gratis. (Foto : Ist)

Nias (pilar.id) – Peduli dengan tingginya angka stunting di Indonesia, sekumpulan dokter termasuk dokter ahli, guru besar, ahli gizi, dan dosen di Sumatra Utara bersatu dalam Yayasan Cahaya Peduli Semesta Indonesia (YCPSI) untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting.

Ketua Umum Yayasan Cahaya Peduli Semesta Indonesia, Cashtry Meher menjelaskan kehadiran YCPSI untuk melengkapi apa yang kurang dan tidak akan mengganggu program pemerintah.

“Namun di sini tugas kami adalah mengisi ruang, celah, atau geup yang tidak diisi atau tidak diselesaikan. Namun Kami siap berkolaborasi baik itu dengan pihak pemerintah, lintas sektor agama, organisasi, ataupun pihak lainnya. Karena bagi Kami, berbuat sedikit jauh lebih baik daripada tidak sama sekali,” terang Cashtry Meher di Desa Adat Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara, Sabtu (2/7/2022).

Dalam program kerjanya, YCPSI memakai metode pendekatan sosial budaya. Ini diterapkan pertama kali di Kepulauan Nias, di mana, YCPSI membagikan buku edukasi dalam terjemahan Bahasa Nias.
Ketua YCPSI Dr dr Cahsty yang menuliskan buku berjudul “Da ta’uduni wa’akõ’õfõ” atau “Ayo Kita Melawan Stunting” dengan bantuan Seniman dan Budayawan Nias, Drs Yas Harefa.

Diakui Cashtry bahwa metode yang tepat saat ini yakni dengan pendekatan lokal yakni melalui komunikasi, sebelum memulai proses edukasi kepada masyarakat.

“Yang utama adalah edukasi dengan membuat buku dan modul ajar. Masyarakat nanti mengikuti focus group discussion selama 15 menit per hari selama satu minggu dengan menggunakan buku dan modul berbahasa Nias,” jelasnya.

Wakil Bupati Nias Barat Era Era Hia mengapresiasi penerbitan buku berisi tentang panduan melawan stunting dalam Bahasa Nias.

“Ini sangat luar biasa karena dengan ada (buku) Bahasa Nias, jadi mudah bagi masyarakat kita yang kebetulan masih belum bisa berbahasa Indonesia untuk lebih mengerti. Tentunya buku ini nanti yang menjadi topik kita untuk mengedukasi masyarakat karena kami lihat buku ini benar-benar sangat lengkap sekali, semacam buku panduan ya buku petunjuk untuk menangani masalah stunting,” papar Era Era Hia.

Baca Juga  Usung Tema 'Awesomeverse', Daihatsu Hadir di GIIAS 2022 di Medan

Tak lupa Era Era Hia mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Cahaya Peduli Semesta Indonesia atas buku yang diberikan dan menjajaki kemungkinan untuk memperbanyak buku tersebut secara mandiri.

“Di Nias Barat angka stunting cukup tinggi 27,9 persen, jauh di atas rata-rata nasional (24,4 persen) dan rata-rata Provinsi Sumatra Utara (25,8 persen),” cetusnya.

Ia kembali menerangka jika pihaknya telah menyusun rencana aksi yang akan Pemerintah Kabupaten Nias Barat lakukan.

“Kami sangat berterimakasih (kepada YCPSI) karena bukan hanya kami yang mengatasi masalah ini. Dengan kerjasama yang baik, kolaborasi yang baik semua elemen masyarakat, saya yakin sebagai wakil bupati sekaligus Ketua Tim Penanggulangan Stunting di Nias Barat, bahwa suatu saat nanti angka stunting di Nias Barat akan turun,” tutur Era Era Hia.

Sementara, Wakil Bupati Nias Selatan, Firman Giawa menyambut Tim YCPSI di rumah dinasnya di Jalan Saonigeho, Kelurahan Pasar, Kecamatan Teluk dalam. Ia memberikan dukungan terhadap program YCPSI.

“Mari kita bergandengan tangan. Kalau hanya Pemerintah tidak ada apa-apanya. Tapi beberapa elemen, LSM, pers, dan beberapa organisasi kalau saling bergandengan tangan dalam menangani masalah stunting ini, saya yakin bahwa itu selesai dalam waktu tidak terlalu lama. Target tahun ini stunting di Nias Selatan bisa kita tangani paling tidak turun 30-50 persen,” kata Firman, Sabtu (2/7/2022).

Menurut pengakuan beberapa narasumber, kendala di Kepulauan Nias adalah minimnya akses transportasi serta kurangnya kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat termasuk tidak adanya perhatian terhadap gizi anak.

Ke depan, YCPSI akan merancang program untuk mengedukasi masyarakat Nias bagaimana membuat makanan bergizi secara sederhana dengan memanfaatkan kearifan lokal seperti ikan, telur, dan sayuran di sekitar rumah.

Baca Juga  Usung Tema 'Awesomeverse', Daihatsu Hadir di GIIAS 2022 di Medan

Di Nias, YCPSI bekerjasama dengan Banua Niha Keriso Protestan (BNKP). Komunikasi pertama dengan masyarakat melalui Jemaat BNKP di Nias Barat, Nias Selatan, dan Kabupaten Nias.

Dosen dan Kolumnis putra daerah Fotarisman Zaluchu yang memandu setiap pertamuan tersebut dalam Bahasa Nias.

Tentunya dengan suasana yang selalu membaur dan gelak tawa.

Selain itu, YCPSI juga meyambangi Kantor Dinas Kesehatan Gunung Sitoli, BNKP, dan RSUD Gunung Sitoli.

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Sitoli Wilser Juliadi Napitupulu mengungkapkan sebanyak 310 anak menderita stunting di Gunung Sitoli. Sementara, untuk penanganan masalah stunting, RSUD Gunung Sitoli masih kekurangan dokter.

Pada 30 Juni hingga 3 Juli, YCPSI yang terdiri dari dokter, dosen, dan pemerhati kesehatan mengunjungi beberapa tempat dan berbicara dengan para pejabat, tokoh masyarakat, pemuka agama, serta masyarakat setempat di Pulau Nias.

Di Pulau Nias, Kabupaten Nias, Nias Selatan, dan Nias Utara merupakan zona merah dengan angka prevalensi di atas 30 persen. Sementara Nias Barat dan Kota Gunung Sitoli, saat ini berada di zona kuning dengan prevalensi stunting di bawah 30 persen.

Berdasar Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, kondisi stunting di Sumatra Utara sangat memprihatinkan. Tercatat 13 dari 33 kabupaten dan kota berstatus merah alias memiliki prevalensi stunting di atas angka 30 persen.

Selain itu, Sumatra Utara, berada di peringkat lima besar provinsi di Indonesia dengan jumlah balita stunting atau kerdil terbanyak setelah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.

Hasil SSGI pada 2021 mencatat angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen. Pemerintah mematok prevalensi stunting turun tiga persen pada 2022 serta menargetkan angka prevalensi 14 persen di 2024. (din)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Cashtry Meher Desa Adat Bawomataluo Kabupaten Nias Selatan Kecamatan Fanayama Ketua Umum Yayasan Cahaya Peduli Semesta Indonesia percepatan penurunan angka stunting Sumatra Utara Wakil Bupati Nias Barat Era Era Hia

Berita Lainnya

Usung Tema ‘Awesomeverse’, Daihatsu Hadir di GIIAS 2022 di Medan

6 Oktober 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia), Maria Susana

Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung

20 Juli 2026
Primaya Hospital gelar seminar edukasi perimenopause. Pahami perubahan hormon, gejala fisik, hingga perawatan medis bagi perempuan usia 40 tahun ke atas.

Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an

20 Juli 2026
Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Baby Happy gelar Gerakan Anti Ruam di 10 kota untuk lindungi skin barrier bayi demi tumbuh kembang optimal.

Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi

20 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.