Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Ekspansi ke Indonesia Timur, POP MART Resmi Buka Gerai Perdana di Trans Studio Mall Makassar
  • Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes
  • Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP
  • Anatomi Sovereign Default: Lima Indikator Utama dan Dampak Runtuhnya Trias Politika pada Kebangkrutan Negara
  • Perkuat Budaya Layanan, BNI Adopsi Program CX100 Danantara demi Pengalaman Nasabah Global
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Tips»Permainan Monopoli dan Ejekan untuk Tuan Tanah Rakus

Permainan Monopoli dan Ejekan untuk Tuan Tanah Rakus

Tips Ahmad Zulfikar5 November 2021
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi board game Monopoli (foto : Joshua Hoehne, Unsplash)

Jakarta (www.pilar.id) – Tahu permainan Monopoli kan? Ya, papan permainan dengan petak melingkar, idealnya melibatkan empat pemain, yang kehadirannya menyodorkan gagasan sederhana ; siapa menguasai setiap petak bakal keluar sebagai juara. Inilah Monopoli.

Sejak 1980-an hingga kini, Monopoli dikenal sebagai permainan yang sangat populer. Tidak hanya di kota besar, tapi juga di kota-kota kecil di dunia, termasuk Indonesia.

Cara bermainnya sederhana. Setiap pemain punya kesempatan melakukan perjalanan berdasar jumlah dot di dadu. Sekali lempar, sekali perjalanan. Kita akan melewati petak-petak lalu mulai mengumpulkan kekakayaan dan menguasai kota, stasiun, hotel, dan masih banyak lagi.

Seiring waktu, Monopoli menyodorkan banyak versi. Di Indonesia, kekuatan ekonomi dibangun dengan menguasai kota strategis, perusahaan air minum, stasiun, dan seterusnya.

Bertahun-tahun silam, jauh sebelum Monopoli, ada permainan serupa. Salah satu yang populer saat itu adalah The Landlord’s Game yang diciptakan oleh Elizabeth Magie. Board game ini, konon, dibuat sebagai cara Magie untuk membuat sindiran pada para tuan tanah.

Magie membuat aturan untuk mengenalkan tradisi memperkaya diri dan membuat bangkrut orang lain, khas cara berpikir tuan tanah dan saudagar kaya pada saat itu. Maklum, saat Magie memperkenalkan Landlord’s Game pada tahun 1904, kesenjangan sosial masih tumbuh menjadi pemakluman. Dengan banyak cara, orang kaya akan membuat mereka makin kaya. Sementara kelompok miskin sebaliknya.

Baca Juga  Google Sanggah Tuduhan Monopoli, DOJ AS Putuskan Pembatasan Layanan Pencarian

Enam tahun kemudian, The Economic Game Company di New York mengantongi lisensi permainan ini dan menjualnya secara luas. Di Inggris, hak permainan ini dikantongi oleh The Newbie Game Company di London. Dengan leluasa, perusahaan ini memproduksi The Landlord’s Game dengan nama Brer Fox an’ Brer Rabbit pada tahun 2013.

Beberapa orang, kelompok kaya tentu saja, mulai keranjingan pada board game yang sejatinya dibuat untuk menyindir mereka. Keberadaan permainan lomba cepat kaya ini berkembang dari mulut ke mulut, jadi bahan pembicaraan seru dari pesta ke pesta.

Sejumlah rumah produksi sederhana tak mau kalah mengadu peluang. Lalu munculah Auction Monopoly, kemudian lebih dikenal sebagai Monopoly, yang kemudian dipelajari Charles Darrow dan dipatenkan. Karena sesuatu hal, ia kemudian menjual Monopoly pada Parker Brothers.

Parker kemudian mulai memproduksi permainan ini secara luas pada 5 November 1935, 31 tahun setelah Landlord’s Game dikenalkan Magie.

Masa gemilang Monopoly di pabrik Parker Brothers sesungguhnya tak berumur lama. Karena saat bersamaan, produksi Monopoly juga marak dilakukan pabrikan yang lain, baik pabrik besar atau kecil.

Perusahaan produsen mainan dari Massachusetts, Amerika Serikat ini lalu menjadikan Monopoly sebagai produk non prioritas. Karena beberapa tahun sesudahnya, Parker Brothers keasyikan memproduksi yang lain.

Sejarah tak terlalu mengenalnya sebagai produsen Monopoly. Tapi sebagai produsen Focus pada tahun 1960-an, Diplomacy (1978) bersama Allan B. Calhamer, Der fliegende Holländer (1992), Tal der Abenteuer (2006), Le Ouija, dan Le Château Lafortune.

Baca Juga  KPPU Perlu Sosialisasi ke Pelaku Usaha

Monopoly pada dasarnya gagasan yang berhenti di permainan itu sendiri. Sementara dalam kenyataannya, permainan ini tak pernah bisa dimonopoli oleh siapapun. Baik oleh Elizabeth Magie, Charles Darrow, hingga Parker Brothers. (hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
board game monopoli

Berita Lainnya

Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
SalamAir, maskapai bertarif rendah asal Oman

Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP

2 Juli 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proyek Flyover Latumenten di Grogol. Proyek senilai Rp259 miliar ini ditargetkan urai macet pada akhir 2026.

Tinjau Flyover Latumenten, Gubernur Pramono Anung Targetkan Proyek Rampung Desember 2026

2 Juli 2026
Di balik sisi positif ekspos diri di media sosial terdapat sisi negatif yang tak kalah berbahaya, khususnya bagi kesehatan mental. (foto: xframe)

Remaja Putri Lebih Rentan Gangguan Mental, Pakar Soroti Dampak Media Sosial dan Tekanan Sosial

29 Juni 2026
Sebanyak 64 persen eksportir Asia Pasifik belum siap menghadapi aturan e-filing AS. FedEx memperkuat dukungan kepatuhan bagi pelaku usaha termasuk Indonesia.

64 Persen Eksportir Asia Pasifik Belum Siap Hadapi Aturan Baru AS, FedEx Perkuat Dukungan untuk Indonesia

29 Juni 2026
Berita Lainnya
POP MART melebarkan sayap ke Indonesia Timur dengan membuka gerai baru di TSM Makassar, lengkap dengan instalasi balon CRYBABY raksasa di Pantai Losari.

Ekspansi ke Indonesia Timur, POP MART Resmi Buka Gerai Perdana di Trans Studio Mall Makassar

2 Juli 2026
Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
SalamAir, maskapai bertarif rendah asal Oman

Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP

2 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.