Surabaya (pilar.id) – Seperti diketahui, bakteri probiotik terbukti mampu meningkatkan kekebalan tubuh dengan merangsang produksi sel-sel imun di tubuh. Selain itu juga menjaga kesehatan usus, dan masih banyak lagi.
Di retail modern, dengan mudah kita menemukan berbagai makanan dan minuman probiotik. Masing-masing menjanjikan banyak manfaat yang berhubungan dengan fungsi pencernaan, hingga kekebalan tubuh.
Namun perlu diingat, konsumsi probiotik mesti sesuai takaran. Di kemasan produk yang dipasarkan, biasanya muncul batas maksimum konsumsi. Karena konsumsi produk probiotik dalam jumlah yang terlalu tinggi atau melebihi batas yang disarankan, dapat menyebabkan efek samping seperti diare, kembung, sakit perut, dan mual.
Terlalu banyak konsumsi probiotik juga dapat mengganggu keseimbangan flora bakteri baik dan buruk di usus dan menyebabkan infeksi jamur pada saluran pencernaan. Selain itu, pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bakteri probiotik dapat menjadi patogen dan menyebabkan infeksi.
Di luar produk dalam kemasan modern, probiotik sebetulnya juga gampang kita temui. Bahkan di antara kita, sudah terbiasa mengkonsumsi sebagai teman makan pagi, siang, atau malam hari. Berikut sumber probiotik alami yang bisa kita pilih sebagai sahabat sehat sehari-hari.
Yoghurt
Yoghurt adalah sumber probiotik yang terkenal. Yoghurt mengandung bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang membantu menjaga keseimbangan flora usus yang sehat.
Kefir
Kefir adalah minuman fermentasi yang terbuat dari susu yang difermentasi dengan bakteri dan ragi. Kefir mengandung lebih banyak jenis bakteri probiotik dibandingkan yoghurt, dan dapat membantu meningkatkan kesehatan usus dan kekebalan tubuh.
Tempe
Tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari kedelai yang difermentasi dengan jamur Rhizopus. Tempe mengandung bakteri Lactobacillus dan bifidobakteri yang bermanfaat bagi kesehatan usus.
Kimchi
Kimchi adalah makanan fermentasi asal Korea yang terbuat dari sayuran yang difermentasi dengan garam dan rempah-rempah. Kimchi mengandung bakteri Lactobacillus dan bifidobakteri yang bermanfaat bagi kesehatan usus.
Miso
Miso adalah pasta fermentasi asal Jepang yang terbuat dari kedelai, gandum, atau beras yang difermentasi dengan jamur Aspergillus oryzae. Miso mengandung bakteri Lactobacillus dan bifidobakteri yang bermanfaat bagi kesehatan usus.
Natto
Natto adalah makanan tradisional Jepang yang terbuat dari kedelai yang difermentasi dengan bakteri Bacillus subtilis. Natto mengandung bakteri probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan usus dan pembuluh darah.
Selain itu, terdapat juga minuman probiotik seperti susu fermentasi, minuman probiotik kemasan, dan kombucha yang mengandung bakteri hidup yang bermanfaat bagi kesehatan usus. (ret/hdl)



