Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Hukum»Publik Desak Polri Segera Ungkap Kasus Polisi Tembak Polisi, Pengamat: Untuk Jawab Isu Liar

Publik Desak Polri Segera Ungkap Kasus Polisi Tembak Polisi, Pengamat: Untuk Jawab Isu Liar

Hukum Herry Supriyatna14 Juli 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Polisi berjaga di depan rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo pascaperistiwa baku tembak dua ajudannya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2022) malam. (Foto: Antara)

Jakarta (pilar.id) – Pengamat kepolisian, Sahat Dio, meminta agar Polri segera mengungkap temuan tim khusus yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait kasus aksi tembak-menembak ajudan Irjen Ferdy Sambo di kediaman Kadiv Propam Polri tersebut.

Menurut Sahat, tim yang dipimpin Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono itu seharusnya tak membutuhkan waktu lama mengungkap kasus yang menewaskan Brigadir J itu. “Harusnya sih, untuk pengungkapan awal dua hari atau bahkan sehari cukup menurut saya,” ujar Sahat kepada wartawan, Kamis (14/7/2022).

Pengungkapan awal yang dimaksud Sahat ialah pengungkapan yang berfokus menjawab seluruh keraguan dan pertanyaan masyarakat tentang kasus ini. Misalnya mengenai mengapa decoder CCTV di pos keamanan ikut diamankan. Apalagi, kata dia, salah satu CCTV di lokasi itu, mengarah langsung ke kediaman Ferdy.

“Ini kan peristiwanya di dalam rumah, lalu kenapa decoder CCTV di pos ikut diganti atau diamankan? Kalau memang dijadikan barang bukti petugas, isi dari rekaman CCTV tersebut harusnya diungkap pada konferensi pers awal, sehingga tak menimbulkan informasi atau berita liar yang dimaksud Kapolri kemarin,” imbuhnya.

Dengan diamankannya decoder CCTV tersebut, menurut Sahat menimbulkan beragam pertanyaan publik. Seperti, apakah benar rekaman CCTV ingin diamankan atau memang hendak ‘disembunyikan’ hasil pantauannya.

Kalau memang Kapolri ingin tak ada isu liar, hal-hal seperti ini harus secepatnya diungkap, dijelaskan baik oleh tim maupun jajaran lainnya.

“Apalagi, CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo disebut mati. Bukannya percaya, masyarakat malah bertanya-tanya, ‘masak rumah jenderal bintang dua kamera pengamanan justru tidak ada?’ meskipun itu rumah singgah ya. Tapi ini sesuatu yang menurut publik tak masuk akal, penjaga bersenjata ada, CCTV malah tak ada, rusak,” kata dia.

Baca Juga  Komnas HAM Akan Selesaikan Laporan Kasus Brigadir J Dalam 2 Minggu

Dengan diungkapnya rekaman CCTV yang berada di pos keamanan, serta di sekitar lingkungan kompleks, diharapkan bisa diketahui posisi Irjen Ferdy Sambo saat kejadian. Lalu, ketibaan sang istri dan sopir yakni Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat di rumah tersebut, serta pihak lainnya. Ini, kata dia, sekali lagi guna menjawab keraguan publik.

“Jadi misalnya waktu tiba Irjen Ferdy Sambo di lokasi itu, dicocokkan dengan suara tembakan yang sempat didengar satpam kompleks, apakah sinkron atau tidak. Kapan sang istri tiba di rumah, dengan siapa dan sebagainya. Pengungkapan ini sekaligus menjadi solusi jika benar yang disebutkan dalam keterangan awal, bahwa CCTV di rumah tersebut memang mati,” papar Sahat.

Tim maupun Polri, juga diharapkan membeberkan percakapan telepon antara Irjen Ferdy Sambo dengan sang istri, Putri Candrawathi, saat kejadian. Mengingat sebelumnya sang istri disebut histeris kala menelepon Ferdy, gara-gara peristiwa baku tembak yang menewaskan Brigadir J itu.

“Dari situ bisa terungkap kondisi yang sesungguhnya. Jadi bisa terjawab kabar liar misalnya tentang adanya isu asmara, pelaku penembakan bukan Bharada E dan sebagainya,” jelas Sahat.

Sahat berpandangan, semua harapan yang ia dan publik utarakan, sesungguhnya sejalan dengan permintaan Kapolri tentang pengungkapan kasus yang berpedoman pada scientific crime investigation, atau penyidikan/penyelidikan berbasis ilmiah. Karena itu, sepatutnya tim dan jajaran Polri lainnya tak perlu ragu untuk apa adanya mengungkapkan kasus ini.

Baca Juga  Gara-gara Ini, Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK

Dengan demikian, pada akhirnya para juru bicara terkait kasus ini tidak cuma mengatakan posisi Irjen Ferdy tak berada di lokasi saat kejadian, tanpa memperlihatkan hasil rekaman CCTV misalnya, atau tak memperdengarkan percakapan telepon dia dengan istri, yang disebut histeris.

“Sebab sejak awal masyarakat menilai seakan ada yang hendak ditutupi dalam kasus ini, contohnya bunyi letusan senjata yang dibilang kepada satpam kompleks, hanya acara keluarga terkait Iduladha. Lalu jenazah yang tak dibawa ambulans, dan kasus yang justru pertama kali diungkap oleh pihak keluarga Brigadir J di Jambi sana, bukan dari kepolisian,” ujarnya.

Sahat berpandangan, penanganan kasus ini akan menjadi catatan penting atau pertaruhan besar bagi institusi Polri dan Kapolri selaku pimpinan tertinggi. Karenanya ia menyarankan, profesionalisme dan transparansi dalam prosesnya benar-benar dikedepankan.

“Yang bersalah katakan salah. Tak peduli brigadir atau jenderal, atau siapa pun. Jangan misalnya karena membela segelintir atau satu orang, rusak institusi. Kasus ini akan menjadi sejarah buruk atau sejarah baik bagi Polri dan Kapolri. Seluruh mata masyarakat saat ini fokus mengarah dan mengawal kasus ini. Silakan lihat komentar netizen di media sosial atau kolom komentar pemberitaan soal ini, jika ingin melihat keriuhan masyarakat akan kasus ini. Sehingga jangan sampai salah melangkah,” tandasnya.

Diketahui, Brigadir J ditembak mati Bharada E, yang juga merupakan ajudan Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) sore. Penyebabnya, Brigadir J menembak terlebih dahulu ke arah Bharada E, sehingga dianggap membahayakan keselamatannya. (her/din)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Irjen Ferdy Sambo Kadiv Propam Polri kasus aksi tembak-menembak

Berita Lainnya

Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.