Semarang (pilar.id) – Kontestan Indonesian Idol Salma membawakan lagu Love Never Felt So Good malik raja pop dunia Michael Jackson di panggung Indonesian Idol.
Tak banyak yang tahu jika lagu yang dibawakan Salma judul Love Never Felt So Good punya makna yang super erotis.
Bahkan lagu Love Never Felt So Good ini mengalahkan sisi erotis lagu Love Me Like You Do milik Ellie Goulding, juga pernah dinyanyikan Salma juga di Indonesian Idol.
Love Me Like You Do sendiri adalah OST dari Film Fifty Shades Of Grey, yang mana juga disinggung para juri Indonesian Idol adalah film yang erotis.
Salma sukses menyanyikan Love Never Felt So Good saat masuk Top 5, dengan berhasil masuk jajaran trending di YouTube serta sudah disaksikan jutaan viewer.
Seorang YouTuber sekaligus penilai lagu trending kanal Andang Parsan membongkar betapa super erotis lagu Love Never Felt So Good yang dinyanyikan Salma di Indonesian Idol.
Andang Parsan mencoba memberikan reaksi dari lagu Love Never Felt So Good yang dibawakan oleh Salma di panggung Spektakuler Show Indonesian Idol Top 5.
Andang menyebut, jika kata ‘Love’ dalam lagu Love Never Felt So Good, punya makna yang banyak jika diterjemahkan dan diinterpretasikan dalam Bahasa Indonesia.
Ia menjelaskan kata ‘love’ dalam bahasa Inggris memiliki banyak makna dalam bahasa Indonesia, bisa diartikan cinta, bisa juga sayang, bisa juga kasih.
“Kita punya tiga kata sedangkan bahasaa Inggris hanya satu yaitu love saja. Bahkan dalam bahasa Inggris berhubungan seksual juga disebut making love, ada ‘love’ juga disitu. Jadi betapa miskinnya bahasa Inggris itu,” katanya, dalam unggahan 11 April 2023.
Oleh karenanya, Andang menggaris bawahi siapa saja terutama Salma, saat menerjemahkan atau menginterprestasi produk budaya yang dari masyarakat yang bahasa aslinya adalah bahasa inggris. Terutama juga karya sastra yang memuat kata love, harus hati-hati.
“Memerlukan kecerdasan budaya juga, kita semua tahu lirik sebuah lagu adalah karya sastra yaitu puisi, puisi yang diberi nada dan irama,” katanya.
Maka perlu kehati-hatian bukan hanya menginterpretasi lagu saja lebih dari itu sebenarnya juga menginterpretasi sebuah produk lagu budaya.
“Bahwa setiap karya seni begitu dilepas ke publik maka itu menjadi hak publik untuk memaknainya, menginterpretasi apapun dibalik karya itu,” katanya.
Ia kemudian memberi reaksi berdasarkan sudut pribadinya tentang lagu Love Never Felt So Good yang dinyanyikan Salma.
“Lagu Love Never Felt So Good ini lagu dari Miachael Jackson, dan menurut saya lagu ini lebih erotis daari lagu Love Me Like You Do dari Ellie Goulding yang juga pernah dibawakan Salma,” katanya.
Analisa dia, jika lagu Michael Jackson ini sangat-sangat erotis, dimana lagu ini boleh jadi merupakan ekspresi dari rasa kegirangan seksual atau reaksi seksual.
“Saya duga lagu ini begitu, alasannya ke arah seksual, bahwa kata love dalam bahasa inggris itu memiliki banyak makna jadi banyak ruang untuk pemahanam di situ, sehingga memberi interpretasi seksual atas lagu ini, bisa juga biasa saja, sah-sah aja,” pendapatnya.
Ia juga menilai bagaimana tingkat kesulitan Salma dalam mendilever lagu yang erotis tersebut diatas panggung tanpa kehilangan jatidiri budaya dia.
“Dengan demikian memilih lagu ini bagi saya, Salma memilki tantangan sekaligus tanggungjawab besar bahwa apa sebab tentu saja menjadi kesulitan tersendiri menginterpretasi produk budaya dari masyarakat yang terbiasa mengkspresikan secara biasa hal-hal yang dalam budaya kita justru dianggap tabu,” katanya.
Ia lantas membandingkan dengan aksi panggung Michael Jackson yang membawakan lagu ini adalah hal yang biasa, namun bagaimana dengan Salma, perempuan dan berjilbab.
Mampukah Salma mengeintertaskan lagu ini sehingga emosi lagu ini bisa diantarkan lebih baik, di saat yang sama juga mampukah mengantarkan kehadapan khalayak esuai dengan budaya Indonesia.
“Dan yang penting adalah tidak kehilangan jati diri dan kepribadiannya. Lagu ini super erotis dan salma berusaha mendilever lagu ini,” katanya.
Ia lalu melihat dan mendengarkan suara, aksi panggung hingga aransemen musik dari rekaman video Salma menyanyikan lagu Love Never Felt So Good hingga selesai.
Hasilnya, Andang memberikan catatan positif pada Salma. Bahwa aransemen yang disuguhkan hebat dipadukan dengan karakter suara dan genre yang dbawakan mampu disampaikan pesannya oleh Salma.
Menurutnya juga, Salma kembali memberikan kejutaan, sebab dengan dibatasi menit aksi panggung di Indonesian Idol, dibandingkan versi asli Michael Jackson yang bisa mengksplor erotis dalam klip vidonya.
“Salma memberikan kejutan karena dia dibatasai aksi panguung tidak seperti Michael Jackson dengn cara sensusalnya, dan ini tak mungkin dibawakan salma, nah dia bermain di nada dengan lebih groovy jadi tidak menonjolkan erotisme, dia tidak kehilangan kepribadian kebudayaannya tanpa menghilangkan makna lagu aslinya, dan salma berhasil dari semua sisi,” katanya. (Aam)










