Manchester (pilar.id) – Manchester City kembali harus menunggu lebih lama terkait putusan atas 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial yang telah membayangi klub sejak Februari 2023.
Penundaan terbaru ini dikabarkan berkaitan dengan dinamika internal Premier League, khususnya perdebatan mengenai masa jabatan Ketua Kompetisi, Alison Brittain.
Klub juara Premier League tujuh kali itu telah menghadapi penyelidikan selama hampir 33 bulan, terkait dugaan manipulasi laporan keuangan dan pelanggaran aturan Profit and Sustainability Rules. Manchester City bersama pemiliknya, Abu Dhabi United Group, secara konsisten membantah seluruh tuduhan.
Dipengaruhi Perdebatan Internal Premier League
Menurut laporan The Independent, sejumlah petinggi Premier League tengah meminta masukan dari para eksekutif klub mengenai apakah Brittain layak kembali menjabat untuk periode tiga tahun berikutnya. Sikap klub-klub dalam memberikan dukungan disebut sangat dipengaruhi oleh perkembangan kasus Manchester City.
Perdebatan internal tersebut disebut “memanas”, dengan beberapa pejabat menyatakan aneh bila klub diminta menentukan sikap terhadap masa jabatan ketua liga sebelum putusan kasus City diumumkan. Bahkan, sebagian pihak dikabarkan siap menolak perpanjangan masa jabatan Brittain jika hasil penyelidikan tidak berpihak kepada Premier League.
Situasi ini menambah panjang daftar faktor yang memengaruhi penundaan putusan, termasuk kompleksitas penyelidikan dan minimnya transparansi yang dirasakan oleh sejumlah eksekutif klub.
Kekhawatiran Soal Transparansi Proses
Sejumlah perwakilan klub menyatakan bahwa mereka merasa “tidak mendapat informasi yang cukup” dan menganggap proses berjalan terlalu tertutup. Ketika ditanya mengenai perkembangan penyelidikan, CEO Premier League Richard Masters menegaskan bahwa liga tidak memiliki kendali atas waktu maupun keputusan panel independen yang menangani kasus tersebut.
“Ini adalah peradilan independen. Setelah dakwaan diajukan, semuanya ditangani panel yang dipilih secara independen, dan kami tidak punya pengaruh terhadap proses maupun waktunya,” ujar Masters.
Ia menambahkan bahwa proses hukum memang kerap memakan waktu lebih lama dari perkiraan sehingga semua pihak harus bersabar. “Frustrasi saya tidak relevan. Kami hanya perlu menunggu,” tegasnya.
City Fokus Kejar Arsenal di Puncak Klasemen
Sementara proses hukum masih berlangsung, Manchester City yang dilatih Pep Guardiola kini berada di posisi kedua klasemen Premier League, tertinggal empat poin dari Arsenal.
City akan kembali bertanding pada Sabtu, 22 November, melawan Newcastle United. Di sisi lain, Arsenal akan menghadapi Tottenham Hotspur dalam derbi London Utara sehari setelahnya. (usm/hdl)










