Madrid (pilar.id) – Real Madrid menghadapi tantangan besar jelang laga krusial melawan Bayern Munich pada leg kedua perempat final Liga Champions UEFA. Persiapan tim dinilai belum optimal setelah hasil kurang memuaskan di kompetisi domestik serta kondisi fisik pemain kunci yang masih meragukan.
Tim asuhan Alvaro Arbeloa gagal membangun momentum setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Girona dalam lanjutan La Liga. Hasil tersebut semakin menjauhkan peluang mereka dalam perebutan gelar liga musim ini.
Situasi semakin kompleks dengan kondisi Kylian Mbappe yang belum sepenuhnya fit. Penyerang asal Prancis itu mengalami cedera di bagian alis mata kanan saat laga kontra Girona dan harus menjalani tindakan medis berupa jahitan.
Akibat cedera tersebut, Mbappe absen dalam sesi latihan tim pada Minggu. Pihak klub menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan untuk menghindari risiko yang lebih besar menjelang pertandingan penting di Eropa.
Meski demikian, Real Madrid masih berharap Mbappe dapat kembali berlatih sebelum keberangkatan tim ke Jerman dalam dua hari ke depan. Kehadirannya dinilai sangat krusial, mengingat ia menjadi pencetak gol pada leg pertama yang menjaga peluang Los Blancos tetap terbuka.
Performa Mbappe sendiri belum sepenuhnya stabil setelah pulih dari cedera lutut sebelumnya. Namun, kemampuannya dalam momen-momen penting tetap menjadi harapan utama tim dalam menghadapi tekanan di laga besar seperti melawan Bayern Munich.
Pertandingan di Allianz Arena diprediksi berlangsung ketat, dengan kedua tim memiliki ambisi besar untuk melaju ke semifinal. Kondisi Mbappe dalam 24 hingga 48 jam ke depan akan menjadi faktor penentu dalam strategi yang disiapkan oleh tim pelatih Real Madrid.
Untuk saat ini, manajemen klub masih bersikap tenang terhadap situasi tersebut. Namun, jika kondisi sang pemain belum membaik, kekhawatiran dipastikan meningkat menjelang salah satu laga paling menentukan musim ini bagi Real Madrid. (mad/hdl)










