Pontianak (Pilar.id) – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan realisasi pendapatan daerah tahun 2022 melebih target. Target sebesar Rp5,6 triliun dengan realisasi sebesar Rp6,1 triliun lebih naik sekitar 107,86 persen.
Adapun realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebessar Rp2,8 triliun lebih dengan realisasi sebesar Rp3,2 triliun lebih atau meningkat sebesar 111,60 persen sebesar Rp710 Miliar lebih dari realisasi tahun 2021 sebesar Rp2,507 triliun lebih atau sekitar 28,34 persen. Sedangkan untuk Pendapatan Transfer yang ditargetkan sebesar Rp2,7 triliun lebih dengan realisasi sebesar Rp2,8 triliun lebih atau sebesar 104,08 persen.
“Dan lain-lain pendapatan yang sah ditargetkan sebesar Rp59,4 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp59,1 atau 99,51 persen di tahun 2022,” kata Sutarmidji saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalbar, di Ruang Balairung Sari Kantor DPRD Provinsi Kalbar, Senin (27/3/2023).
Hadir dalam rapat paripurna itu Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan. Rapat Paripurna yang beragendakan penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2022, Gubernur Kalbar menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022 melebihi target yang telah ditetapkan sebesar 107,86 persen.
Sedangkan belanja Daerah pada tahun 2022 yang dianggarkan sebesar Rp5,9 triliun lebih dengan realisasi sebesar Rp5.7 triliun lebih atau sekitar 95,53 persen yang terdiri dari Belanja Operasi Rp3,5 triliun lebih, Belanja Modal sebesar Rp1,045 triliun, Belanja Tak Terduga sebesar Rp.9,6 Miliar lebih dan Belanja Transfer sebesar Rp1,19 triliun lebih.
Untuk hasil capaian pembangunan pada tahun anggaran 2022 yang telah diraih oleh Pemerintah Provinsi Kalbar mengacu pada misi yang telah ditetapkan, guna mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur dapat dilihat dari Indeks Infrastruktur Kalbar tahun 2022 yang telah mencapai 69,59 persen meningkat dari tahun sebelumnya yang sekitar 67 persen.
“Adapun capaian Indeks Infrastruktur indikatornya yaitu Rasio Elektrifikasi Total yang telah mencapai 99,58 persen meningkat 0,46 persen dari tahun sebelumnya sebesar 99,12 persen. Untuk Persentase Kemantapan Jalan Provinsi sebesar 72,28 persen meningkat sebesar 5,33 persen dari tahun sebelumnya sebesar 66,95 persen sampai akhir tahun 2022 dan panjang jalan Provinsi dalam kondisi mantap sepanjang 1,109,25 Km,” kata Sutarmidji.
Sedangkan Persentase Irigasi Provinsi dalam kondisi Baik sebesar 56,9 persen, dengan luasan 35.642,33 Hektar meningkat 1,83 persen dari tahun sebelumnya sebesar 55,07 persen dengan penambahan luasan irigasi provinsi sebesar 1.150,69 Hektar.
Selain itu guna mewujudkan tata kelola pemerintahan berkualitas dengan prinsip-prinsip good governance dapat dilihat dari capaian Indeks Reformasi Briokrasi dan Hasil Evaluasi AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah dimana capaian kedua indikator tersebut tahun 2022 untuk Indeks Reformasi Birokrasi mendapat nilai 69,43 poin dengan predikat ‘B’, dan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dengan nilai 71,04 dengan predikat ‘BB’ meningkat dari tahun sebelumnya bernilai 67,08 poin.
“Capaian ini didukung oleh beberapa indikator seperti opini BPK terhadap laporan keuangan pemda mendapatkan WTP, Indeks Kepuasan Masyarakat Pemprov Kalba dengan nilai 86,22 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 85,01 dan Penerapan Merit Sytem dalam manajemen ASN dengan nilai 325,5 poin dengan kategori ‘Sangat Baik’ serta Indeks Sistem Pemerintahan Bebasis Eletronik dengan indeks 3,42 poin yang berada di peringkat 2 nasional ,” ujarnya.
“Segala sesuatu yang telah dicapai sampai dengan saat ini, tentu merupakan hasil kerja sama yang baik antara Pemerintah Daerah dan DPRD, serta didukung penuh oleh segenap unsur forum koordinasi pimpinan daerah serta partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat yang ada,” pungkasnya. (din)







