Jakarta (pilar.id) – Ekonom senior Institute Development of Economic and Finance (Indef), Didik J Rachbini mengatakan, fenomena lonjakan harga dari komoditas makanan ataupun non-makanan seperti minyak goreng, kedelai, dan lain sebagainya karena hukum alam.
Kata dia, ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah dalam menyikapi kenaikan harga kedelai hingga berujung mogoknya produsen tahu tempe di Tanah Air. Pemerintah harus segera memberikan pasokan, mengendalikan harga, mencegah terjadinya penimbunan kedelai, dan seterusnya.
“Dalam hal kedelai, ketika COVID-19 melanda, produksi kedelai di negara produsen terhenti. Ketika sekarang pandemi sudah mereda, maka permintaannya banyak. Itu yang menyebabkan harga kedelai naik. Lalu, tidak mungkin harga kedelai bisa sama pada waktu permintaan sedang turun. Ini kan hukum alam,” kata Didik, Senin (21/2/2022).
Bagi penjual tahu dan tempe, Didik berharap, bisa tetap berjualan. Penjual harus kreatif dalam menghadapi kenaikan bahan pokok tahu dan tempe. Misalnya merampingkan ukuran tahu dan tempe, sehingga bisa tetap berjualan.
Sementara bagi pengusaha-pengusaha kecil atau pengrajin tempe, harus menjadikan tantangan ini sebagai peluang untuk mengembangkan produk makanan lain. Misalnya saja produk makanan dari hewan laut, apakah itu ikan asin, kepiting, atau udang yang pasokannya di Indonesia melimpah.
Bagi petani kedelai di Indonesia, menurut dia, naiknya harga impor menjadikan peluang besar untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Petani kedelai Tanah Air akan banjir permintaan.
“Apakah menterinya harus mundur, saya kira tidak usah sampai ke situ. Di kritik saja, kalau menterinya tidak bisa bekerja dengan baik. Biasalah, kan pemerintah harus menerima kritik,” tegasnya.
Sebelumnya Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menyebutkan, naiknya harga kedelai di Indonesia karena adanya beberapa permasalahan dari negara importir seperti 5 miliar babi di China yang menggunakan pakan dari kedelai hingga cuaca buruk atau El Nina di kawasan Amerika Selatan. Sementara lonjakan harga minyak goreng disebabkan oleh naiknya harga minyak global. (her/fat)




