Surabaya (pilar.id) – Sebanyak 1.430 mahasiswa yang telah menyelesaikan program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terus berkontribusi di layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Balai RW. Meskipun program MSIB telah berakhir, namun peserta magang ini tetap aktif membantu dan memberikan pendampingan pada program ketahanan keluarga yang menjadi fokus Pemkot Surabaya.
Dalam upaya memperluas cakupan program ini, Pemkot Surabaya akan melanjutkannya pada tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa. Program ini melibatkan mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, bertujuan mewujudkan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pembelajaran di luar kampus dan memperoleh pengalaman serta keahlian lapangan yang bermanfaat setelah lulus.
Ida Widayanti, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, menyatakan bahwa 472 peserta MSIB saat ini turut membantu pelayanan ketahanan keluarga di Kota Pahlawan. Mereka ditempatkan dalam tiga unit kegiatan, yaitu Puspaga di Balai RW, Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS-RPA), serta Kampung KB.
“Tujuannya adalah membantu DP3A-PPKB melaksanakan program kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam jangka waktu tertentu. Sehingga program kegiatan tersebut dapat lebih cepat dilaksanakan dengan hasil yang diharapkan juga lebih cepat tercapai,” kata Ida pada Sabtu (23/12/2023).
Ida menjelaskan bahwa mahasiswa tersebut serius dalam melakukan pendampingan langsung di wilayah yang telah ditentukan. Hal ini menghasilkan pelaksanaan tugas yang baik dan laporan kegiatan sesuai harapan. “Kegiatan pendampingan juga dapat terlaksana dengan baik dan tentunya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Feni Ella, peserta MSIB dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, menyampaikan pengalaman positifnya selama menjalani kegiatan magang. Feni melayani masyarakat secara langsung, menyelesaikan temuan kasus di lapangan, dan menyampaikan edukasi. “Saya bisa menambah pengalaman dengan bersosialisasi langsung dengan masyarakat dan bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ungkap Feni.
Gandhi Kusumawardana, peserta MSIB asal Politeknik Negeri Malang, mengapresiasi kesempatan mengabdi kepada masyarakat melalui program luar biasa seperti Puspaga di Balai RW. Gandhi aktif melakukan edukasi, konsultasi, sosialisasi, dan kegiatan parenting. “Selama bertugas di Puspaga, saya biasanya melakukan edukasi, konsultasi, sosialisasi, kelas parenting, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan permasalahan dan pencegahan terhadap permasalahan keluarga,” kata Gandhi.
Mahasiswa yang bertugas di Puspaga berharap program ini dapat terus dikembangkan karena dianggap efektif dalam upaya pencegahan permasalahan keluarga, menciptakan keluarga yang harmonis, dan sejahtera. “Semoga layanan Puspaga milik Pemerintah Kota Surabaya dapat terus berkembang dalam menangani permasalahan di lingkup perempuan, anak, keluarga, maupun masyarakat,” ujar mereka. (rio/hdl)










