Malang (pilar.id) – Sebuah peristiwa tragis terjadi pada Senin (4/9/2023) sore, di mana sebuah rumah yang juga digunakan sebagai tempat pembuatan mebel kayu di Jalan Wijaya Kusuma Tengah RT 21/RW 02, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, dilalap si jago merah. Api diperkirakan berasal dari percikan mesin grenda yang mengenai tinner di tempat tersebut.
Seperti diberitakan beritajatim.com, api dengan cepat merambat dan melahap sejumlah material mebel kayu yang sangat mudah terbakar. Kejadian ini memicu tanggap darurat, dan empat mobil pemadam kebakaran yang dimiliki oleh Pemkab Malang segera dikerahkan ke lokasi. Meskipun upaya pemadaman telah dimulai sejak pukul 14.30 WIB, bara api baru berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar sekitar pukul 16.30 WIB.
Sayangnya, kebakaran ini menyebabkan satu unit mobil dan lima sepeda motor hangus terbakar, mengakibatkan kerugian materiil yang signifikan.
Fuad, seorang saksi mata yang juga merupakan pegawai di tempat produksi mebel yang terbakar, mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, api bermula dari percikan mesin bubut yang mengenai tinner yang terbuka.
“Awalnya, salah satu rekan saya sedang menggunakan mesin grenda (mesin bubut), dan tiba-tiba ada percikan yang mengenai tinner yang terbuka. Itu kemudian memicu terjadinya api, dan kami segera berusaha memadamkannya dengan air, tetapi api semakin membesar,” ujar Fuad.
Ketika api berkobar semakin besar, terdengar suara ledakan yang cukup mengagetkan. “Kami mendengar suara ledakan yang berasal dari cat yang tersimpan di dalam. Saat kebakaran terjadi, ada tiga karyawan yang berada di lokasi tersebut,” tambahnya.
Rumah yang terkena dampak kebakaran ini merupakan milik Hendri, yang juga merupakan pemilik dan pemborong kayu bangunan. Meskipun upaya pemadaman telah berlangsung sejak sore hari, petugas Damkar terus melakukan proses pendinginan dan pemadaman selama beberapa waktu.
Kejadian tragis ini memberikan pengingat pentingnya menjaga keamanan saat menggunakan peralatan yang berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran, terutama di lingkungan yang rentan terhadap material yang mudah terbakar seperti kayu. Kami berharap agar kejadian serupa dapat dihindari di masa yang akan datang dan semua pihak tetap waspada terhadap potensi risiko kebakaran. (ted)

