Surabaya (pilar.id) – Transporter 3 adalah film aksi-thriller yang dirilis pada tahun 2008. Film berdurasi 109 menit ini disutradarai Olivier Megaton, digawangi produser Luc Besson dan Pierre-Ange Le Pogam.
Luc Besson, yang dikenal sebagai kreator film ikonik muram seperti La Femme Nikita, Leon: The Professional, dan Taken, juga terlibat sebagai penulis naskah bersama Robert Mark Kamen.
Melengkapi serial Transporter, di film ketiga ini sosok Frank Martin juga dipernakan oleh Jason Statham. Melengkapi penampilannya, film ini juga menghadirkan Natalya Rudakova, François Berléand, David Belle, dan Tony Jaa.
Sekadar informasi, Tony Jaa adalah aktor laga Thailand yang terkenal dengan film-filmnya seperti Ong-Bak dan The Protector.
Aksi seru Frank Martin dalam Transporter 3 dilakukan di Marseille, Prancis, dan Odessa, Ukraina. Dan yang cukup mengejutkan, dalam film ini, Jason Statham melakukan semua aksinya sendiri.
Alur Cerita Transporter 3
Film ini berkisah tentang tugas baru Frank Martin, seorang sopir bayaran yang kali ini harus mengantar wanita muda bernama Valentina dari Marseille, Prancis, ke Odessa, Ukraina.
Namun, perjalanan mereka menjadi berbahaya ketika Valentina diculik oleh sekelompok gangster. Frank harus menggunakan keterampilannya untuk menyelamatkan Valentina dan melarikan diri dari gangster.
Film Transporter 3 mendapat ulasan yang positif dari para kritikus. Film ini dipuji karena aksinya yang memukau, sinematografinya yang indah, dan humornya yang cerdas. Film ini juga sukses secara komersial, dengan pendapatan kotor lebih dari 100 juta Dollar AS di seluruh dunia.
Antiklimaks Tetralogi Transporter
Seperti hukum alam industri film, saat sukses, rentetan serial baru terus diluncurkan. Film pertama The Transporter (2002), berhasil meraup pendapatan kotor lebih dari 43 juta Dollar AS di seluruh dunia.
Film kedua, Transporter 2 (2005), berhasil meraup pendapatan kotor lebih dari 85 juta Dollar AS di seluruh dunia. Film ketiga, Transporter 3 (2008), berhasil meraup pendapatan kotor lebih dari 100 juta Dollar AS. Sayang, film keempat, Transporter: Legacy (2015), meraup pendapatan kotor 80 juta Dollar AS di seluruh dunia.
Diakui, film-film Transporter sukses karena menawarkan aksi yang memukau, alur cerita yang seru, dan karakter utama yang menarik. Jason Statham juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan film-film Transporter.
Ia berhasil memerankan Frank Martin dengan baik, dan aksinya dalam film-film ini sangat memukau. Sayangnya di Transporter: Legacy, film reboot dari Transporter pertama, sosok Jason Statham, malahdiganti Ed Skrein.
Berikut adalah informasi singkat tentang masing-masing film Transporter:
- The Transporter (2002)
Film ini menceritakan kisah Frank Martin, seorang sopir bayaran yang hanya menerima tugas untuk mengantar barang. Namun, suatu hari, ia menerima tugas untuk mengantar seorang wanita muda bernama Lai. Frank melanggar aturannya sendiri dengan membuka kotak yang dibawa Lai, dan ia menemukan bahwa Lai adalah seorang pengedar narkoba. Frank harus menggunakan keterampilannya untuk melarikan diri dari pengedar narkoba dan polisi. - Transporter 2 (2005)
Film ini menceritakan kisah Frank Martin, yang sekarang tinggal di Miami. Ia menerima tugas untuk mengantar seorang gadis kecil bernama Audrey dari Miami ke New York. Namun, perjalanan mereka menjadi berbahaya ketika Frank mengetahui bahwa Audrey adalah target seorang pembunuh bayaran. Frank harus menggunakan keterampilannya untuk melindungi Audrey dan melarikan diri dari pembunuh bayaran. - Transporter 3 (2008)
Film ini menceritakan kisah Frank Martin, yang harus mengantar seorang wanita muda bernama Valentina dari Marseille, Prancis, ke Odessa, Ukraina. Namun, perjalanan mereka menjadi berbahaya ketika Valentina diculik oleh sekelompok gangster. Frank harus menggunakan keterampilannya untuk menyelamatkan Valentina dan melarikan diri dari gangster. - Transporter: Legacy (2015)
Film ini menceritakan kisah Frank Martin, yang sekarang menjadi mentor bagi seorang sopir muda bernama Anna. Anna harus mengantar seorang gadis kecil bernama Dana dari Paris ke London. Namun, perjalanan mereka menjadi berbahaya ketika Dana diculik oleh sekelompok teroris. Frank dan Anna harus menggunakan keterampilan mereka untuk menyelamatkan Dana dan menghentikan teroris.
Rahasia sukses itu bernama Jason Statham
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kesuksesan tetralogi Transporter adalah aksi yang memukau, alur cerita yang seru, karakter utama yang menarik, dan Jason Statham.
Ya, Jason Statham adalah aktor yang populer dan memiliki keterampilan bertarung yang mumpuni. Ia berhasil memerankan Frank Martin dengan baik, dan aksinya dalam film-film ini sangat memukau.
Secara keseluruhan, tetralogi Transporter adalah seri film aksi yang sukses dan populer. Film-film ini menawarkan aksi yang memukau, alur cerita yang seru, dan karakter utama yang menarik.
Jason Statham adalah aktor yang ideal untuk memerankan Frank Martin. Ia memiliki fisik yang atletis, keterampilan bertarung yang mumpuni, dan karisma yang kuat. Ia berhasil menghidupkan karakter Frank Martin dengan baik, dan membuat karakter tersebut terasa lebih kuat dan realistis.
Film Transporter: Legacy (2015) yang tidak dibintangi oleh Jason Statham, melainkan oleh Ed Skrein, dinilai tidak sesuai harapan. Banyak kritikus yang berpendapat bahwa Ed Skrein tidak mampu menggantikan Jason Statham sebagai Frank Martin.
Melihat hal ini, Jason Statham menyatakan bahwa ia tertarik untuk kembali memerankan Frank Martin dalam film Transporter baru.
Jika Jason Statham benar-benar kembali memerankan Frank Martin, dipastikan Transporter baru akan sukses besar.
Secara keseluruhan, Jason Statham adalah sosok lengkap Frank Martin, jawara unik, kuat, dan tangguh. Ia juga memiliki latar belakang yang misterius.
Aturan-aturan yang ketat yang ia pegang membuat Frank Martin menjadi karakter yang kompleks dan menarik untuk disimak.
Luc Besson, sang kretor, dikenal dengan karakter-karakter utamanya yang ikonik dan muram. Karakter-karakter ini biasanya memiliki latar belakang yang kelam, dan mereka sering kali harus menghadapi dilema moral.
Luc Besson pernah mengatakan bahwa ia tertarik pada karakter-karakter yang kompleks dan tidak sempurna. Ia ingin menciptakan karakter yang tidak hanya kuat dan tangguh, tetapi juga memiliki sisi manusiawi yang rapuh.
Hal ini terlihat jelas dalam karakter-karakter buatannya. Karakter-karakter ini sering kali harus menghadapi dilema moral, dan mereka harus berjuang untuk menemukan keseimbangan antara kebaikan dan kejahatan.
Karakter-karakter ikonik dan muram buatan Luc Besson telah menjadi salah satu ciri khasnya sebagai sutradara dan penulis skenario. (hdl)










