Jakarta (pilar.id) – Continuum Data Indonesia memotret perbincangan para netizen atau warganet tentang ancaman resesi tahun 2023. Menariknya, salah satu saran mereka adalah bertindak boros.
“Hanya 1 tips menghadapi kondisi ekonomi 2023, perbanyak belanja, kalau mau invest langsung aja modalin ke UKM produktif. Karena berulang kali negara kita selamat dari resesi ekonomi dunia justru karena perilaku konsumtif warganya,” tulis @madHink, Selasa (8/11/2022).
Opsi tetap berbelanja dipilih oleh 21,0 persen netizen. Hal ini menurut Analis Continuum Data Indonesia Natasha Yulian sangat menarik, karena menabung dan berbelanja merupakan perilaku yang berkebalikan.
“Tetapi ini menjadi hal yang disarankan untuk menghadapi resesi,” kata Natasha.
Meski demikian, pilihan paling banyak warganet untuk menghadapi resesi adalah berhemat dan menabung, yaitu 50,1 persen. Pilihan kedua adalah menyelamatkan aset 27,6 persen, kemudian menjual aset 0,8 persen, dan tidak berutang 0,3 persen.
Survey Continuum Data Indonesia dilakukan selama periode 17 Oktober-1 November 2022. Tercatat 60.871 pembicaraan tentang resesi yang berhasil direkam Continuum, dari 51.525 akun media sosial. Perbincangan paling banyak berasal dari Pulau Jawa, yakni sebanyak 78,5 persen.
Survey tersebut juga memotret sebanyak 69,33 persen berupa perbincangan positif yang berisikan optimisme Indonesia aman dari resesi. Sedangkan sebanyak 45 persen berupa perbincangan negatif yang berisi tentang kritik kepada pemerintah yang ketar ketir dengan resesi tahun depan. Ada juga netizen yang mengkiritik pejabat pemerintah sibuk pencitraan meski ancaman resesi sudah di depan mata.
“Mungkin di sini maksudnya pemerintah kok seperti tidak ada persiapan. Kayak kaget tahun depan mau resesi. Jadinya pemerintah itu ketar ketir,” kata dia. (ach/hdl)


