Bantul (pilar.id) – Pasien aktif Covid-19 yang menjalani isolasi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta terus bertambah. Hingga Jumat (4/3/2022) tercatat menjadi 7.387 orang, menyusul angka penambahan kasus baru mendominasi ketimbang kasus sembuh dalam sehari.
Berdasarkan data Satgas Covid-19 Bantul pada laman resmi Pemkab Bantul, Jumat, disebutkan kasus konfirmasi positif bertambah sebanyak 693 orang, sementara kasus sembuh sebanyak 475 orang.
Sementara untuk kasus konfirmasi Covid-19 yang meninggal delapan orang, berasal dari Kecamatan Kretek dua orang, Srandakan, Pundong, Bantul, Banguntapan, dan Sedayu masing-masing satu orang.
Dengan perkembangan kasus harian itu, total kasus positif Covid-19 di Bantul hingga kini terakumulasi 68.494 orang, dengan angka kesembuhan 59.484 orang, sedangkan angka kematian tercatat 1.623 orang.
Dengan demikian, jumlah kasus aktif Covid-19 atau pasien yang masih menjalani isolasi mandiri maupun karantina di rumah sakit atau selter terpadu di Bantul per Jumat (4/3) tercatat 7.387 orang, yang tersebar di 17 kecamatan.
Dari 17 kecamatan itu, tiga kecamatan dengan angka Covid-19 isolasi terbanyak, yakni Kecamatan Banguntapan mencapai 1.045 orang, Sewon 949 orang, dan Bantul 821 orang, sementara paling sedikit di Pundong, yakni 57 kasus.
Terkait capaian vaksinasi Covid-19 Bantul per 4 Maret, untuk dosis satu sebanyak 786.874 orang atau 87,49 persen dari sasaran 899.352 orang dan vaksinasi dosis dua sebanyak 751.600 orang atau 83,57 persen. Sedangkan vaksinasi penguat atau dosis tiga mencapai 52.286 orang atau 6,95 persen dari total sasaran 752.225 orang.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengajak masyarakat yang belum divaksin agar dapat mengikuti vaksinasi Covid-19 dari pemerintah ataupun rumah sakit, dan masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.
“Mari bersama kita putus rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas,” katanya. (ret/hdl/antara)




