Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung
  • Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an
  • Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi
  • Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan Nasional di Era AI
  • Gubernur Khofifah Lesehan Bareng Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 di Grahadi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Budaya»Three for Plastic Hearts di Salihara, Agar Kesadaran itu Terus Terjaga

Three for Plastic Hearts di Salihara, Agar Kesadaran itu Terus Terjaga

Budaya Retno Wulandari3 November 2021
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Andrita Yuniza, salah satu perupa dalam 'Three for Plastic Hearts'

Jakarta (www.pilar.id) – Merespons fenomena terkini di dunia seni rupa ini, Komunitas Salihara Arts Center menggelar pameran seni rupa “Three for Plastic Hearts” yang berlangsung pada 29 Oktober – 30 November 2021 dan menampilkan karya-karya tiga perupa pemenang Kompetisi Karya Trimatra Salihara 2019.

Mereka adalah Andrita Yuniza, Argya Dhyaksa, dan Wildan Indra Sugara. Melalui pameran ini, Komunitas Salihara ingin memotret karya-karya, gagasan dan arsip mereka dalam rentang sekitar tiga tahun terakhir. Pameran ini akan berlangsung secara hibrid di Galeri Salihara.

Di acara pembukaan pameran (29/10), Kurator Seni Rupa Komunitas Salihara Asikin Hasan menyebut ketiga perupa yang karyanya ditampilkan di pameran ini merupakan darah muda dunia seni rupa Indonesia.

Argya Dhyaksa

“Pameran ini menampilkan karya-karya tiga perupa yang relatif muda, sebelumnya mereka memenangi Kompetisi Trimatra Salihara 2019. Kompetisi yang melibatkan perupa usia di bawah 35 tahun, dan diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Dengan pameran ini kami ingin memotret karya-karya dan gagasan mereka, baik dari dekat maupun jauh, dalam rentang sekitar dua tahun terakhir,” ungkap Asikin Hasan.

Teknologi yang merasuk dalam keseharian adalah faktor utama yang membentuk cara pandang dan gagasan pada karya-karya seni rupa mereka, di mana teknologi hadir sebagai idiom dan medium sekaligus.

Pertanyaan yang muncul ketika berhadapan dengan karya-karya semacam ini terkadang tidak lagi pada tataran rupa semata, melainkan bagaimana efek estetis dapat timbul dari kemajuan teknologi dan peradaban masa kini?

“Kepekaan rasa yang bertaut pada rupa dan bentuk tidak lagi menjadi satu-satunya aspek dalam karya-karya mereka. Kehangatan emosi yang biasanya membawa kita terharu, kini tergerus oleh soal-soal yang selama ini tidak kita anggap sebagai bagian dari seni itu sendiri. Obyek-obyek bahkan hadir dengan suasana dingin, sebagai implikasi dari gagasan dan konsep para perupa. Bahkan, para perupa berjarak dengan subyektivitas, berlaku layaknya seorang periset, dan menempatkan aspek kuantitatif yang berlawanan arah dengan produk seni sebelumnya. Mereka tertarik pada masalah lingkungan, pencemaran air, nasib planet bumi dan umat manusia,” tutur Asikin Hasan.

Baca Juga  Arumi Bachsin Ajak UMKM Dekranasda Jatim Manfaatkan TIK untuk Perluas Pasar

Setelah melalui perjalanan panjang—sejak memenangi Kompetisi Karya Trimatra Salihara 2019, ketiga perupa ini memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi masa kini, kondisi sosial budaya, dan lingkungan tempat mereka tinggal, memberi pengaruh yang luas pada kelahiran karya-karya mereka.

Hal ini segera bisa kita lihat pada karya-karya Andrita Yuniza, yang secara khusus punya perhatian terhadap masalah lingkungan. Dalam karya-karyanya pada sebuah kotak berlampu, ia menampilkan pelbagai sampah organik, yang telah mengalami transformasi bentuk simbol-simbol, dan yang lain dalam bentuk lembaran. Karya-karya tersebut tersebab oleh dirinya sendiri menghadirkan warna-warna yang menarik.

Dalam salah satu karyanya juga, ia akan mentransfer suara-suara dan rupa yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Karya ini pengembangan dari gagasan sebelumnya berjudul “Mooi Indie”, pertanyaan atas keindahan lanskap tanah Jawa yang bisa jadi tak lagi sepenuhnya sebagaimana digambarkan dalam lukisan masa kolonial itu. Andrita dalam karyanya mengambil sampel air dari Sungai Citarum dan Citarik, menemukan bahwa air sungai tersebut telah memiliki corak dari campuran fosfat (jingga), nitrat (kuning), kromium (hijau), dan zat kimia hasil limbah industri tekstil.

Pada karya-karyanya, WIldan Indra Sugara juga tak jauh dari upaya merekrut sampah-sampah industri yang, ditemukannya baik di Jerman maupun di Indonesia. Berbeda dengan Andrita yang mengolah materi sampah hingga pada bentuknya yang canggih, Wildan membiarkan saja sampah itu sebagaimana adanya. Sampah-sampah itu punya warna, punya riwayat, kelak akan mengalami proses kehancuran pada dirinya sendiri.

Baca Juga  BCA dan PT Pembangunan Jaya Jalin Sinergi Fasilitas Pembiayaan Sewa Kios

Dengan itu Wildan mengekstrimkan gagasannya dengan langsung menghadirkan kekonkritan. Dalam karyanya yang baru, ia tidak lagi hanya membuat duplikasi televisi dengan material cor semen, melainkan menghadirkan hebel, sejenis bata berwarna putih yang kini makin populer untuk pembuatan tembok rumah. Ia juga menggunakan obyek temuan dalam karya-karyanya seperti; kursi plastik, mesin printer bekas, dan lain sebagainya. Ia rupanya memprovokasi pengunjung lewat-benda temuan.

Sementara Argya Dhyaksa dalam karyanya seperti mengatakan bahwa, tidak akan pernah ada yang sempurna. Hal ini bisa jadi bersangkut paut dengan pengalamannya sebagai seorang keramikus yang, senantiasa berdebar-debar; apakah keramik di dalam tungku itu akan berhasil atau cacat dan rusak selama proses pembakaran. Keramikus muda ini dalam karya-karyanya menampilkan ketidaksempurnaan itu dalam tulisan plesetan yang diabadikan pada sebuah bentuk menyerupai prasasti.

Sebagai seorang seniman, dibanding dua temannya yang sangat serius dalam berkarya, Argya memiliki daya bermain-main yang kuat. Ia juga membuat keramik-keramik mungil yang dimasukkannya ke dalam botol. Lebih ekstrim lagi, ia menempatkan sebuah headphone di salah satu dinding yang, sebenarnya tidak ada isi suara apa-apa, kecuali kehadiran headphone itu sendiri.

“Setelah melalui perjalanan panjangnya—sejak memenangi Kompetisi Trimatra Salihara 2019, ketiga perupa muda ini memperlihatkan bahwa; perkembangan teknologi masa kini, kondisi sosial budaya, dan lingkungan tempat mereka tinggal, memberi efek atau pengaruh yang luas pada kelahiran karya-karya mereka,” tutup Asikin Hasan. (ade)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Galeri Salihara trending

Berita Lainnya

Lirik Lagu Angels Like You Trending TikTok Penyanyi Miley Cyrus

30 Maret 2023

Ajaib Coba Ketik Kata Mega di Search Twitter Langsung Hilang

13 Januari 2023

Voice of Baceprot Trending Setelah Tampil Memukau di Head in the Clouds 2022

4 Desember 2022

Sukses Bawakan Acara NCT Dreams, Indra Herlambang Trending di Twitter

21 Mei 2022

5 Tren Fashion yang Pernah Hype dan Hampir Hilang 

19 Januari 2022

Jangan Keterusan, Minuman Berkolagen bisa Berdampak Buruk untuk Kesehatan

9 Desember 2021

Peduli Warga Terdampak Erupsi Semeru, Alumni Unair Gelar Aksi Sosial

7 Desember 2021

Jadi Objek Vital Strategis Nasional, Gedung Cyber Perlu Pengamanan Ekstra Ketat

3 Desember 2021

Nonton Aksinya Sendiri di ‘Yowis Ben 3’, Ganjar : Main Film itu Sulit!

30 November 2021
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia), Maria Susana

Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung

20 Juli 2026
Primaya Hospital gelar seminar edukasi perimenopause. Pahami perubahan hormon, gejala fisik, hingga perawatan medis bagi perempuan usia 40 tahun ke atas.

Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an

20 Juli 2026
Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Baby Happy gelar Gerakan Anti Ruam di 10 kota untuk lindungi skin barrier bayi demi tumbuh kembang optimal.

Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi

20 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.