Jakarta (pilar.id) – Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati kembali menyoroti persoalan kemampuan membayar utang pemerintah Indonesia. Dia mengungkapkan, sebanyak 19 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah dialokasikan untuk membayar bunga utang.
“Di APBN itu ada 19 persen disisihkan untuk membayar bunga utang, itu baru bunganya belum utangnya,” kata Anis, di Jakarta, Senin (31/10/2022).
Anis meminta, pemerintah untuk tidak hanya melihat angka dalam data pertumbuhan ekonomi, tapi juga memperhatikan aspek kemampuan membayar utangnya. Jika dihitung, maka rata-rata per tahun pemerintah harus mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 triliun hanya untuk membayar bunga utangnya saja.
“Jadi tiap tahunnya ada sekitar Rp400 triliun untuk bayar bunga utang, gak bisa diapa-apain,” jelasnya. ‘
Anis menambahkan, agar tidak semakin terjebak utang, maka pemerintah perlu melakukan dekomposisi sumber daya manusia untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, Indonesia akan menghadapi bonus demografi yang diharapkan bisa mendongkrak perekonomimian Indonesia ke depan.
“Kita jangan terjebak hanya melihat angka rasio terhadap PDB, tapi lihat juga kemampuan negara untuk membayar utangnya,” ia menuturkan.
Dekomposisi yang dimaksud Anis, yaitu terkait tenaga kerja, daya saing sumber daya manusia, dan penguasaan teknologi. “Tapi kalau anak mudanya yang loyo, malas-malasan, tidak mau bekerja, itu justru akan bahaya untuk negara kita. Jadi ini bagaimana pemuda-pemuda negara kita menjadikan negara kita maju,” pesan dia. (ach/din)

