Balikpapan (Pilar.id) – Ombak pasang yang terjadi dalam beberapa hari di Pesisir Balikpapan menyebabkan tiga rumah di Manggar mengalami rusak parah bahkan ambruk. Dari tiga rumah, dua sudah dikosongkan sejak lama.
Gelombang pasang terjadi Jumat sekitar pukul 00.00. WITA menimpa rumah warga Manggar Jalan Mulawarman Gang Anyar RT. 53 Kelurahan Manggar Kecamatan Balikpapan Timur.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan Silvi Ramadhani mengatakan kerusakan parah dialami tiga rumah, belum lama ini.
Cuaca ekstrem terjadi pekan ini menghantam rumah warga yang ada di pesisir pantai.
“Ada tiga rumah yang rusak, dua kosong dan satu yang ada penghuninya tapi sempat mengungsi sebelum rumahnya roboh.Untuk saat ini mereka yang mengungsi sudah disiapkan tenda oleh Dinsos Balikpapan,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Balikpapan Silvi Rahmadina Sabtu (17/9/2022).
Menurutnya pemerintah kota sejak jauh-jauh hari sudah mengingatkan masyarakat pesisir akan bahaya cuaca ekstrim yang terjadi. Sehingga harus waspada potensi bencana yang bisa terjadi.
“Warga sudah kita berikan imbauan, pak wali juga sudah sampaikan cuaca ekstrim. Memang pada saat ini kalau perkiraan BMKG itu sampai tanggal 20-an,” tandasnya.
Terpisah, Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan Diyan Novrida menjelaskan
saat ini memang sedang ada Tropical Cyclone Nanmadol dan Muifa di belahan bumi Utara ( BBU).
Namun letaknya sangat jauh dari wilayah Indonesia. Pergerakan dari siklon tropis itu semakin menjauhi wilayah Indonesia dan dipastikan tidak akan sampai ke Indonesia.
Meski demikian katanya, Indonesia terkena dampak tidak langsung berupa potensi cuaca ekstrim hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai petir dan angin kencang
“Mengenai kejadian yang mengakibatkan ambruknya rumah di wilayah Manggar akibat angin kencang disebabkan karena ada himpunan awan Cumulonimbus yang bisa menyebabkan hujan disertai petir dan angin kencang,” jelasnya.
Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung 3 hari sampai 7 hari ke depan seiring pergerakan siklon tropis yang semakin menjauh dari wilayah Indonesia dan tahapan siklon tropis yang semakin punah.
” Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar waspada potensi cuaca ekstrim yang bisa menyebabkan banjir,” pungkasnya. (amr/din)





