Cilangkap (pilar.id) – Pasca-letusan Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Tentara Nasional Indonesia (TNI) segera melibatkan diri dalam upaya penanganan darurat. Kapuspen TNI, Mayjen TNI Dr. Nugraha Gumilar, M. Sc., menyampaikan bahwa TNI telah mendirikan tenda kesehatan dan dapur umum untuk membantu korban bencana tersebut.
Tim penanganan darurat TNI aktif memberikan bantuan medis, evakuasi, dan distribusi kebutuhan pokok kepada warga yang terdampak. Dalam kolaborasi dengan pihak terkait, personel TNI menggunakan keterampilan dan peralatan yang memadai untuk memastikan koordinasi yang baik dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam situasi darurat ini merupakan respons cepat untuk menjaga keamanan, mengatasi kesulitan rakyat, dan memastikan kesejahteraan masyarakat. Panglima TNI menyatakan komitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait guna memberikan bantuan seoptimal mungkin.
Sementara itu, prajurit TNI yang terlibat aktif dalam evakuasi dan pendistribusian bantuan menunjukkan semangat gotong-royong dan kepedulian terhadap sesama. Bantuan medis, logistik, dan perlengkapan lainnya disalurkan kepada warga yang mengungsi dan membutuhkan perlindungan.
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, mengajak semua pihak untuk bersatu padu dalam membantu korban bencana ini. Solidaritas dan kerja sama antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dianggap kunci utama dalam memitigasi dampak bencana dan memulihkan kehidupan warga yang terdampak.
Kapuspen TNI, Mayjen TNI Dr. Nugraha Gumilar, M.Sc., menegaskan bahwa TNI bersama Pemerintah Daerah setempat terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan bantuan lebih lanjut sesuai kebutuhan.
Sebagai perwujudan TNI PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif), TNI memberikan respons cepat untuk membantu kesulitan masyarakat.
“TNI telah mendirikan tenda kesehatan, tenda pengungsi, dan dapur umum sejak terjadi erupsi pada 1 Januari 2024 untuk membantu masyarakat sekitar sebagai respon TNI tanggap bencana. Semua elemen TNI siap sedia untuk mendukung upaya pemulihan dan rekonstruksi pasca bencana erupsi Gunung Lewotobi di NTT,” ujar Kapuspen TNI. (usm/hdl)










