Liverpool (pilar.id) – Tragedi memilukan terjadi di tengah euforia kemenangan Liverpool dalam parade juara Premier League. Sekitar 50 orang, termasuk empat anak-anak, mengalami luka-luka setelah sebuah mobil menerobos kerumunan pendukung di pusat kota Liverpool pada Senin (26/5) malam waktu setempat.
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, menyampaikan belasungkawa dan dukungan kepada para korban melalui unggahan di media sosial.
“Doa dan harapan saya untuk pemulihan yang cepat bagi semua yang terluka. Kami bersama kalian semua,” tulis Van Dijk, disertai gambar Gedung Royal Liver yang ikonik.
Mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, juga menyampaikan empati mendalamnya. “Pikiran dan doa kami bersama semua yang terluka dan terdampak atas kejadian ini,” ujar Klopp dalam pernyataan terpisah.
Detik-Detik Insiden
Dikutip dari BBC, insiden memilukan itu terjadi sekitar pukul 18.00 BST, hanya sekitar 10 menit setelah bus parade Liverpool meninggalkan lokasi.
Ribuan fans memadati jalan-jalan untuk merayakan gelar juara, namun suasana berubah tragis ketika sebuah mobil yang mengabaikan rambu jalan ditutup melaju kencang dan menabrak kerumunan di Water Street.
Polisi setempat menegaskan bahwa insiden ini tidak terkait dengan aksi terorisme. Seorang pria berusia 53 tahun asal Liverpool telah ditangkap dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan.
Korban dan Kondisi Terkini
Sebanyak 27 orang dilarikan ke rumah sakit setelah kejadian. Menurut pernyataan Detektif Kepala Superintendent Karen Jaundrill pada Selasa sore, 11 orang masih dirawat di rumah sakit, namun seluruhnya dalam kondisi stabil dan menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Wali Kota Metro Liverpool, Steve Rotheram, mengonfirmasi bahwa empat dari korban yang masih dirawat berada dalam kondisi sangat kritis.
Dukungan dan Solidaritas
Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, menyatakan dukungannya dalam konferensi pers, menyebut bahwa “Liverpool berdiri bersama, dan seluruh negeri bersama mereka.”
Legenda klub Sir Kenny Dalglish turut menyampaikan kesedihannya. “Saya sangat terkejut, ngeri, dan sangat sedih atas peristiwa ini,” katanya.
CEO Liverpool FC, Billy Hogan, menyampaikan pernyataan resmi mewakili klub. “Akhir pekan ini seharusnya menjadi momen penuh perayaan, emosi, dan kegembiraan bagi seluruh komunitas Liverpool. Namun, insiden ini mengubahnya menjadi duka yang mendalam,” katanya.
Parade yang awalnya direncanakan sebagai perayaan akbar kini berubah menjadi tragedi yang membekas di hati banyak orang. Liverpool FC dan seluruh penggemarnya kini bersatu dalam doa dan solidaritas bagi para korban, sembari menanti proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut terhadap insiden mengerikan ini. (usm/hdl)










