Ringkasan Berita
- UEFA menjatuhkan skorsing sementara kepada Gianluca Prestianni.
- Sanksi terkait dugaan tindakan diskriminatif terhadap Vinicius Junior.
- Prestianni dipastikan absen pada leg kedua di Santiago Bernabeu.
- Keputusan diambil sebelum investigasi selesai atas rekomendasi inspector etik UEFA.
- UEFA menegaskan sanksi final akan ditentukan setelah proses disipliner rampung.
Jakarta (pilar.id) – Badan sepak bola Eropa, UEFA, resmi menjatuhkan skorsing sementara kepada winger SL Benfica, Gianluca Prestianni. Keputusan tersebut diambil menyusul dugaan tindakan diskriminatif terhadap bintang Real Madrid CF, Vinicius Junior, pada leg pertama kualifikasi Liga Champions 2025/2026 pekan lalu.
Dengan sanksi ini, Prestianni dipastikan absen pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (waktu setempat).
Dugaan Ucapan Diskriminatif
Insiden bermula setelah gol penentu kemenangan yang dicetak Vinicius di Lisbon. Dalam laporan yang beredar, Vinicius dan rekan setimnya, Kylian Mbappe, menuding Prestianni melontarkan ujaran bernada rasis.
Namun, Prestianni membantah tudingan tersebut. Ia mengklaim tidak mengucapkan kata berkonotasi rasial, meski mengakui adanya ucapan lain yang juga dinilai tidak pantas. Kasus ini kemudian memicu penyelidikan resmi oleh otoritas disiplin UEFA.
Langkah Tak Biasa UEFA
Berbeda dari prosedur umum yang biasanya menunggu hasil investigasi final, UEFA mengambil langkah cepat dengan menjatuhkan skorsing sementara. Keputusan ini diambil atas permintaan Ethics and Disciplinary Inspector (EDI) yang tengah memimpin penyelidikan.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menjelaskan bahwa Komite Kontrol, Etik, dan Disiplin (CEDB) memutuskan untuk menangguhkan Prestianni pada pertandingan klub UEFA berikutnya yang seharusnya dapat ia ikuti. Dugaan pelanggaran merujuk pada Pasal 14 Regulasi Disiplin UEFA terkait perilaku diskriminatif.
UEFA menegaskan bahwa sanksi sementara ini tidak mengesampingkan kemungkinan keputusan lanjutan setelah investigasi rampung.
Hindari Kontroversi di Bernabeu
Keputusan cepat tersebut dinilai menghindarkan UEFA dari potensi situasi yang lebih rumit. Apabila Prestianni tetap dimainkan di Bernabeu dan memberikan kontribusi krusial bagi Benfica, persepsi publik terhadap integritas kompetisi bisa menjadi sorotan.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan sikap tegas UEFA dalam menangani dugaan diskriminasi di sepak bola Eropa, isu yang selama beberapa musim terakhir menjadi perhatian serius. (usm)










