Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
  • Pertamina Hulu Indonesia dan Serikat Pekerja Sepakati Perjanjian Kerja Baru demi Ketahanan Energi
  • Kinerja AUM Melesat, OCBC Indonesia Raih Penghargaan Best Private Bank 2026 dari Global Banking & Finance
  • Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar
  • Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Triwulan II 2026 Meningkat Ditopang Sektor Liburan dan Pertanian
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»100 Hari Trump: Gejolak Ekonomi dan Geopolitik Ancam Indonesia

100 Hari Trump: Gejolak Ekonomi dan Geopolitik Ancam Indonesia

Peristiwa Moh. Usman3 Mei 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
100 hari Trump picu gejolak ekonomi dan politik global. Indonesia wajib siapkan strategi agar tetap kompetitif di tengah ketidakpastian dunia.
100 hari Trump picu gejolak ekonomi dan politik global. Indonesia wajib siapkan strategi agar tetap kompetitif di tengah ketidakpastian dunia.

Jakarta (pilar.id) – Kebijakan unilateral Presiden Donald Trump dalam 100 hari masa jabatan keduanya dinilai memicu ketidakstabilan global yang berdampak langsung terhadap perekonomian dan geopolitik Indonesia.

Universitas Paramadina menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “100 Hari Trump: Tsunami Geopolitik dan Ekonomi Bagi Indonesia?” secara daring melalui Zoom pada Jumat, 2 Mei 2025. Acara ini membedah dampak kebijakan Presiden Donald Trump terhadap kondisi global dan respons strategis yang perlu disiapkan Indonesia.

Dalam paparan ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, ditekankan bahwa dunia tengah menghadapi ketidakpastian luar biasa akibat manuver Trump. Ia menyoroti sampul majalah The Economist yang menggambarkan elang Amerika Serikat babak belur, menyiratkan kelelahan dunia menghadapi gaya kepemimpinan Trump.

Data ekonomi menunjukkan bahwa PDB Amerika Serikat mengalami kontraksi sebesar -0,3 persen pada kuartal pertama 2025. Lembaga keuangan JP Morgan bahkan memprediksi potensi resesi hingga 40 persen. Penurunan impor AS dari Tiongkok yang mencapai 70 hingga 80 persen mencerminkan dampak langsung perang dagang yang dilancarkan Trump.

Indeks kepercayaan konsumen AS juga turun ke angka 86, jauh di bawah ambang normal 100. Namun, alih-alih mengakui kondisi krisis, Trump masih menyalahkan Joe Biden atas memburuknya ekonomi nasional.

Gaya Kepemimpinan Trump dan Dampaknya ke Indonesia

Wijayanto mengungkap dua karakteristik utama Trump: melihat politik sebagai panggung reality show, serta kekhawatiran terhadap kebangkrutan fiskal AS. Defisit anggaran yang selama satu dekade terakhir berkisar antara 3,1 hingga 5,8 persen terhadap PDB, dijadikan dalih untuk menaikkan tarif impor demi melindungi industri domestik dan menekan pengeluaran negara. Sayangnya, kalkulasi kebijakan tersebut justru memperparah kondisi fiskal.

Baca Juga  Bitcoin Berpotensi Tembus 105.000 Dollar AS, Didukung Sentimen Positif Perdagangan AS-Inggris

Bagi Indonesia, ketergantungan terhadap pasar AS cukup signifikan. Sekitar 45,4 persen dari surplus ekspor Indonesia berasal dari pasar Amerika. Pemerintah Indonesia dinilai cukup responsif dengan membentuk tiga satuan tugas (satgas): perundingan dagang, perluasan kesempatan kerja, dan deregulasi.

“Kita membutuhkan deregulasi total. Saatnya Indonesia bersaing eye to eye dan neck to neck dengan Vietnam,” tegas Wijayanto. Ia juga menyoroti rendahnya kecanggihan ekspor Indonesia, yang masih didominasi komoditas primer seperti batu bara, minyak sawit (CPO), nikel, dan gas alam, yang menyumbang 40 persen dari total ekspor nasional.

Untuk bisa bersaing secara global, Indonesia harus menjalankan reformasi struktural: dari penyederhanaan perizinan, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga insentif pajak dan efisiensi logistik.

Tantangan Diplomatik dan Ancaman Unilateralisme

Dinna Prapto Raharja, pakar hubungan internasional dari Synergy Policies, mengungkap bahwa Trump telah menandatangani 142 Executive Orders dalam 100 hari pertama, angka tertinggi dalam sejarah AS. Kebijakan ini tidak hanya mengubah lanskap domestik AS, tetapi juga menciptakan gejolak global.

Trump diketahui menarik AS dari WHO dan Paris Agreement, memangkas anggaran USAID, serta menghentikan bantuan luar negeri termasuk untuk perubahan iklim. Langkah ini menandai era baru proteksionisme dan berakhirnya kerja sama multilateral.

Menurut Dinna, tatanan hubungan internasional yang selama ini bersandar pada prinsip kerja sama dan saling percaya kini digantikan oleh isolasionisme dan kompetisi global. Indonesia menghadapi situasi darurat diplomasi, di mana prinsip win-win solution tak lagi berlaku.

Baca Juga  Universitas Paramadina Kaji Visi dan Misi Capres Tentang Politik Luar Negeri

Dampak lainnya adalah meningkatnya risiko eskalasi militer. Isu-isu strategis seperti penguasaan teknologi drone, kecerdasan buatan, dan luar angkasa kini tidak lagi dipertukarkan secara terbuka. Risiko pre-emptive strike dan perlombaan senjata pun meningkat, dan Indonesia diminta waspada.

Krisis Internal AS dan Dampaknya secara Global

Andi Mallarangeng, pengamat politik AS, menambahkan bahwa kebijakan Trump justru menciptakan instabilitas domestik. Approval rating-nya anjlok tajam—terburuk dalam 70 tahun terakhir. Inflasi melonjak akibat kelangkaan barang impor murah, terutama dari Tiongkok.

“Perang dagang justru menghantam konsumen AS secara langsung. Harga barang naik, daya beli menurun, dan perusahaan lokal kesulitan substitusi impor dalam waktu singkat,” ujar Andi. Ia juga menyebut tahun 2026 sebagai ujian besar bagi Trump menjelang pemilu sela (midterm election).

Diskusi ini menyimpulkan bahwa Indonesia tak boleh hanya bereaksi, melainkan harus membentuk ulang kebijakan luar negeri dan ekonomi agar tetap relevan, adaptif, dan kompetitif dalam menghadapi ketidakpastian global. (usm/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Donald Trump Ekonomi Global Geopolitik Perdagangan Internasional politik luar negeri Reformasi Ekonomi resesi ekonomi

Berita Lainnya

Selat Hormuz

Trump Tunda Serangan ke Iran Dua Pekan, Ketegangan Global Mereda Meski Sementara

8 April 2026
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Geopolitik Memanas, Bitcoin Terkoreksi ke 66 Ribu USD: Analis Sebut Sentimen Pasar Masih Rapuh

2 April 2026
AS dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran. Teheran membalas dengan rudal dan drone, memicu eskalasi besar di Timur Tengah.

AS dan Israel Lancarkan Serangan Militer ke Iran, Ketegangan Timur Tengah Memuncak

1 Maret 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Mahkamah Agung Batalkan Tarif Global Trump, Gedung Putih Umumkan Bea Masuk 10 Persen Baru

21 Februari 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Ambisi Trump Jadikan AS Kiblat Kripto Dunia Tersandung Gejolak Pasar

2 Januari 2026
Menteri LN Amerika Serikat, Marco Rubio

Menlu AS Rubio Peringatkan Upaya Aneksasi Tepi Barat Bisa Gagalkan Rencana Perdamaian Trump di Gaza

24 Oktober 2025
Puing-puing di Gaza (foto: Mohammed Al Bardawil, unsplash)

Israel Serang Gaza: Lima Warga Palestina Tewas Termasuk Anak-Anak, Abaikan Desakan Trump

4 Oktober 2025
Donald Trump (foto: Markus Spiske, unsplash)

Trump Umumkan Tarif Impor Baru: Obat-obatan Dikenai Tarif 100 Persen, Truk Berat 25 Persen

26 September 2025
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Kesepakatan TikTok: Trump Umumkan Persetujuan Xi Jinping untuk Pengelolaan oleh Investor AS

21 September 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Ilustrasi staf PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

BCA Borong 6 Penghargaan Global Digital CX Awards 2026, Sukses Pacu Transaksi Digital hingga 99 Persen

15 Juli 2026
IKEA Indonesia memperluas bantuan program Matching Donations ke 364 keluarga di Kampung Rantau Bintang, Aceh Tamiang, guna percepatan pemulihan pascabanjir.

Enam Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang, IKEA Indonesia Perluas Aksi Kemanusiaan untuk Ratusan Keluarga

13 Juli 2026
Berita Lainnya
newjeans

NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!

18 Juli 2026
PHI dan PHSS resmi menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2026–2028 untuk perkuat hubungan industrial dan produksi migas nasional.

Pertamina Hulu Indonesia dan Serikat Pekerja Sepakati Perjanjian Kerja Baru demi Ketahanan Energi

17 Juli 2026
OCBC Indonesia

Kinerja AUM Melesat, OCBC Indonesia Raih Penghargaan Best Private Bank 2026 dari Global Banking & Finance

17 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.