Jakarta (pilar.id) – Selebritas Fujianti Utami Putri, yang akrab disapa Fuji, baru-baru ini menyatakan jika dia menderita penyakit skoliosis atau bengkok tulang belakang. Kondisi kesehatan ini telah memengaruhi kemampuannya dalam menggendong keponakannya, Gala Sky, anak dari Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah.
Berbagai pertanyaan pun muncul. Apa sih skoliosis alias bengkok tulang belakang itu?
Diolah dari berbagai sumber diperoleh informasi jika skoliosis adalah kondisi medis di mana tulang belakang seseorang melengkung secara abnormal, membentuk kurva samping yang tidak biasa.
Kurva ini dapat terlihat seperti huruf S atau C pada punggung. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai tingkatan keparahan, mulai dari ringan hingga parah.
Penyebab Skoliosis
Penyebab pasti skoliosis belum sepenuhnya dipahami, tetapi ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi risiko seseorang mengembangkan kondisi ini, termasuk:
- Faktor Genetik: Riwayat keluarga dengan skoliosis dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan kondisi ini.
- Usia dan Pertumbuhan: Skoliosis paling sering muncul selama masa pertumbuhan cepat, seperti masa remaja sebelum pubertas.
- Jenis Skoliosis: Ada dua jenis utama skoliosis, yaitu skoliosis idiopatik (penyebab tidak diketahui) dan skoliosis non-idiopatik (disebabkan oleh faktor lain seperti kelainan bawaan atau cedera).
Pengobatan dan Pencegahan
Pengobatan skoliosis bergantung pada tingkat keparahan dan faktor lainnya. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
- Pemantauan: Skoliosis ringan mungkin hanya memerlukan pemantauan rutin untuk memastikan bahwa kurva tidak semakin memburuk.
- Korset: Pada beberapa kasus, korset khusus dapat digunakan untuk membantu mengontrol perkembangan kurva tulang belakang pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
- Fisioterapi: Latihan fisik dan terapi dapat membantu memperkuat otot-otot sekitar tulang belakang dan menjaga postur tubuh yang baik.
- Operasi: Skoliosis parah atau yang terus berkembang mungkin memerlukan operasi untuk mengoreksi kurva tulang belakang. Operasi biasanya melibatkan pemasangan alat penyangga atau pemasangan batang tulang belakang.
Pencegahan skoliosis umumnya tidak dapat dilakukan karena penyebab pastinya belum diketahui. Namun, mempertahankan postur tubuh yang baik dan menjalani gaya hidup sehat, termasuk melalui olahraga dan nutrisi yang baik, dapat membantu dalam menjaga kesehatan tulang dan otot.
Melalui kesadaran akan kondisi ini dan pengobatan yang tepat, banyak orang dengan skoliosis dapat menjalani hidup yang sehat dan aktif. Penting bagi mereka yang merasa memiliki risiko atau gejala untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan perawatan yang tepat. (ret/hdl)

