Tuban (pilar.id) – Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tuban secara resmi meluncurkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berlokasi strategis di depan kantor pelayanan setempat. Keberadaan SPKLU ini memiliki fokus khusus pada pengisian kendaraan roda empat (R4) atau mobil listrik dengan dua pilihan daya, yakni 40 KW dan 20 KW, sesuai kebutuhan pemilik kendaraan.
Agus Riyadi, Manager ULP PLN Tuban, mengungkapkan bahwa inisiatif SPKLU ini bertujuan untuk mendukung penggunaan mobil listrik jenis Wuling, Hyundai, dan merek lainnya di daerah tersebut. “Sejak peluncurannya, sudah ada 9 mobil listrik yang sukses mengisi daya dan merasa puas,” ungkap Riyadi, Senin (21/8/2023).
Menurut Riyadi, kepuasan pengguna kendaraan listrik meliputi kecepatan pengisian dan efisiensi biaya. “Biaya pengisian per kilowatt jam (kWh) adalah Rp2.440, dan untuk model Wuling Air ev dengan kapasitas baterai hingga penuh memerlukan 60 kWh,” tambahnya.
Dalam penjelasannya, Riyadi mengungkapkan bahwa pengisian kendaraan melalui SPKLU, dimulai dari 0 persen hingga 100 persen, membutuhkan waktu sekitar 120 menit.
Riyadi juga menjelaskan bahwa mobil listrik jenis ini menggunakan baterai tipe lithium ferro-phosphate (LFP) dengan kapasitas bervariasi. Model standar memiliki kapasitas 17,3 kWh dengan jangkauan 200 kilometer, sedangkan model long range, seperti Wuling Air ev, memiliki baterai dengan kapasitas 26,7 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer setelah terisi penuh.
“Meskipun di Tuban sudah ada 12 mobil listrik, namun yang sering memanfaatkan SPKLU Tuban adalah 9 mobil,” tambahnya.
Riyadi juga menyampaikan harapannya bahwa jumlah mobil listrik di Kabupaten Tuban akan terus bertambah di masa depan. Dia mengungkapkan rencana akan dibangun SPKLU lain di rest area Tuban. “Kehadiran SPKLU ini merupakan solusi bagi pengguna mobil listrik, karena selain ramah lingkungan dan hemat, juga tidak mencemari udara serta efisien dalam penggunaan energi,” pungkasnya. (mad/hdl)










