Surabaya (pilar.id) – Ratusan personel gabungan diterjunkan untuk memadamkan kebakaran lahan di Hutan Gunung Lawu, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur.
Tim gabungan ini terdiri dari anggota BPBD Provinsi Jawa Timur, Agen Bencana Provinsi Jatim, Kabupaten Ngawi, BPBD Kabupaten Ngawi, BPBD Kabupaten Magetan, TNI, Polri, Polhut, BKSDA, Damkar Kabupaten Ngawi, Perhutani KPH Ngawi, relawan, dan masyarakat.
Disampaikan dalam keterangan tertulis, Minggu (1/10/2023), Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Prila Yuda Putra, mengungkapkan bahwa pemadaman kebakaran dihadapi oleh kondisi medan yang curam dan angin kencang.
Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah terdampak meliputi Kecamatan Jogorogo, Desa Giri Mulyo. Untungnya, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat peristiwa ini.
Prila Yuda Putra juga menyampaikan bahwa titik api pertama kali muncul di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyul dan Campur Rejo, Kecamatan Jogorogo, kawasan Gunung Gede di sisi utara Ngawi. Kebakaran ini meluas ke petak 38, 39, 40, dan 41, Lawu Utara, serta hutan lepas blok Trincing (timur ngudal).
“Kondisi api saat ini masih cukup besar dan bergerak ke arah utara, mengarah ke puncak,” kata Prila dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (1/10/2023).
Akibat meluasnya kebakaran ini, Bupati Kabupaten Ngawi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, mulai dari 30 September 2023 hingga 13 Oktober 2023, terkait bencana kebakaran hutan dan lahan di Gunung Lawu.
Sebelumnya, kebakaran di wilayah Gunung Lawu, yang masuk ke Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengarah ke puncak gunung pada Sabtu (30/9/2023). Warga dan petugas hanya bisa memantau karena lokasinya sulit dijangkau. Mereka berupaya mencegah api agar tidak merambah ke hutan produksi, terutama hutan pinus yang menjadi sumber mata pencaharian warga setempat.
Sementara itu, kondisi medan yang sulit dijangkau dan angin kencang menjadi kendala dalam upaya pemadaman. Lokasi yang sulit dijangkau memerlukan waktu berjam-jam untuk mencapai. Hingga saat ini, api telah mengarah ke puncak gunung dan kawasan hutan produksi berupa pohon pinus.
Warga setempat bersama petugas terus berusaha semampunya dalam memadamkan api, dan mereka mengharapkan bantuan dari BPBD Jawa Timur untuk membantu dalam upaya pemadaman. (ted)










