Jakarta (pilar.id) – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) telah mengumumkan kelanjutan kerja sama strategis dengan Monash University Indonesia. Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi bisnis global dan memfasilitasi kolaborasi triple helix (pemerintah, akademisi, dan industri) melalui General Management Program. Program ini dirancang untuk mempersiapkan 26 pemimpin grup Kalbe generasi berikutnya.
General Management Program Kalbe ini bertujuan memberikan peserta pemahaman mendalam tentang cara memaksimalkan sumber daya akademik, bekerja sama dengan pemerintah, dan memahami dinamika rantai pasokan global. Program ini juga membuka peluang kolaborasi dengan organisasi terkemuka, yang diharapkan akan memperkuat keberadaan Kalbe Group secara global dan mencerminkan komitmen Kalbe terhadap inovasi.
Jessyca Sentosa, Head of Corporate HRGA & HSSE PT Kalbe Farma Tbk, menyatakan, General Management Program Kalbe memberikan para peserta pengetahuan mendalam mengenai bagaimana memaksimalkan sumber daya akademik, bekerja sama dengan pemerintah, serta memahami dinamika rantai pasokan global.
“Kami juga terhubung dengan sejumlah organisasi ternama, yang menurut saya akan menjadi awal bagi potensi kolaborasi tak terbatas. Kemudian, dapat memperkuat keberadaan Kalbe Group secara global sekaligus merefleksikan komitmen kami terhadap inovasi, serta membantu kami dalam menyusun narasi pertumbuhan yang inspiratif,” jelasnya, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis, Senin (2/10/2023).
Anita Zanchetta, Direktur Eksekutif Monash University (Enterprise), juga menambahkan, “Kami sangat antusias untuk menjajaki lebih jauh peluang kolaborasi antara Kalbe Farma dan Monash University untuk secara bersama-sama membantu mendorong kesehatan global.”
Program ini dikoordinasikan oleh Master of Business Innovation di Monash University Indonesia, bekerja sama dengan sekolah farmasi di Melbourne. Ini merupakan program pelatihan terbaik yang menggabungkan teori dan praktik di Indonesia dan Australia, sesuai dengan nilai-nilai Panca Sradha.
Selain pelatihan di Indonesia, program ini juga mencakup kunjungan benchmarking ke Melbourne. Kunjungan ini melibatkan kegiatan kunjungan industri, sesi pendidikan eksekutif, dan diskusi dengan para pemangku kepentingan terkemuka. Kunjungan ini difasilitasi oleh Course Coordinator Master of Business Innovation Monash University Indonesia, Dr. Harriman Saragih, dan Direktur Master of Business Innovation, Monash University, Melbourne, Prof. Edward Buckingham.
Harriman Saragih, Course Coordinator Master of Business Innovation Monash University, Indonesia, menambahkan, “Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari proses pembelajaran eksekutif dan profesional di Kalbe. Melalui program kolaboratif ini, aspirasi dan komitmen kami adalah untuk memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan untuk masyarakat. Partisipasi aktif antara institusi di Indonesia maupun Australia menunjukkan komitmen nyata Monash untuk secara konsisten berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kancah global.”
Kerja sama ini didorong oleh empat aspek penting dalam proses bisnis, yaitu bisnis global, transformasi digital, manajemen talenta, serta sustainability. Kolaborasi antara Kalbe Farma dan Monash University Indonesia mencerminkan komitmen mereka terhadap pembelajaran berkelanjutan, inovasi, dan memfasilitasi hubungan internasional untuk pertumbuhan bersama.
Delegasi Kalbe Farma terlibat dengan beragam pemangku kepentingan selama kunjungan. Mereka mendapatkan wawasan tentang teknologi mutakhir, praktik bisnis inovatif, dan inisiatif keberlanjutan yang konsisten mengubah industri. Selain itu, mereka juga mendapatkan wawasan tentang dampak Monash Pharmacy dalam lanskap farmasi di dunia.
Salah satu sorotan penting dari kunjungan ini adalah presentasi yang memberi wawasan dari Australia Indonesia Business Council, yang disampaikan oleh Dr. Jeff Parker, dan Konsulat Jenderal Indonesia di Melbourne, Koordinator Konsul Bidang Ekonomi, Jani Mediawati. Kedua sesi ini menggarisbawahi hubungan bisnis yang terjalin antara Australia dan Indonesia, khususnya dalam sektor kesehatan, yang menawarkan perspektif berharga untuk kolaborasi di masa depan.
Agenda ini dihadiri oleh jajaran tim Monash University, termasuk Chief Commercialisation Officer, Alastair Hick, Deputy Director Precinct & Government, Mariella Smids, Account Director, Dr. Russel Tait, Direktur Monash Smart Manufacturing Hub, Prof. Adrian Neild, Co-Director Monash Institute of Medical Engineering, Prof. John Forsythe, Director Monash Institute of Pharmaceutical Sciences (MIPS), Prof. Chris Porter, Prof. Chris Bain dari Alliance for Digital Health at Monash (ADAM), CEO MedTech Actuator, Dr. Buzz Palmer, Caulfield Monash MBA, Prof. Edward Buckingham, dan General Manager Penjualan dan Pemasaran Burra Foods, Josephine Reese. (usm/ted)










